SOLO, MENARA62.COM – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta ums.ac.id tahun 2026 menunjukkan tren yang semakin positif. Hingga Sabtu (27/6) pukul 13.00 WIB, jumlah pendaftar tercatat mencapai 22.855 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.100 calon mahasiswa telah menyelesaikan registrasi dan resmi menjadi mahasiswa baru UMS.
Direktur Direktorat Akademik dan Admisi (DAA) UMS, Dr. Triyono, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa capaian tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan, jumlah mahasiswa yang telah registrasi meningkat sebesar 11,82 persen.
“Alhamdulillah, tren pendaftar pada Penerimaan Mahasiswa Baru UMS tahun 2026 ini menunjukkan grafik yang sangat positif dan menggembirakan. Sejak pendaftaran dibuka, kami melihat adanya peningkatan antusiasme yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Triyono, Ahad (28/6/2026).
Menurutnya, peningkatan tersebut tidak hanya terlihat dari sisi jumlah, tetapi juga dari semakin luasnya asal calon mahasiswa. Hingga saat ini, mahasiswa baru yang telah registrasi berasal dari 283 kabupaten/kota di Indonesia dan merupakan lulusan dari 1.605 sekolah menengah atas. Sementara itu, secara keseluruhan pendaftar berasal dari 3.240 sekolah di berbagai daerah.
Triyono menilai, luasnya sebaran calon mahasiswa menjadi indikator semakin kuatnya pengakuan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan UMS. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa UMS semakin dipercaya sebagai perguruan tinggi pilihan oleh masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Ini menunjukkan bahwa brand awareness dan kepercayaan masyarakat nasional terhadap kualitas pendidikan di UMS semakin kuat dari tahun ke tahun,” jelasnya.
Melalui capaian tersebut, UMS terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan akademik dan admisi agar semakin mudah diakses masyarakat. Kampus berharap tren positif PMB 2026 menjadi momentum untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing global, sekaligus menjangkau calon mahasiswa dari seluruh Indonesia. (ARP/Humas)
