MAGELANG, MENARA62.COM – Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar simulasi penanganan bencana gempa bumi sebagai implementasi mata kuliah Manajemen Kebencanaan. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Gedung Fikes Kampus 2 UNIMMA, Selasa (30/6), bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Sebanyak 40 mahasiswa semester IV D3 Keperawatan mengikuti simulasi yang berada di bawah supervisi Ns. Muh. Khoirul Amin, M.Kep., Sp.Kep.J., Ns. Nurul Purborini, Ph.D., dan Ns. Retno Dariyati C., S.Kep., Ns. Dalam simulasi tersebut, mahasiswa mempraktikkan penanganan korban gempa bumi secara terintegrasi sesuai prosedur kegawatdaruratan yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Untuk mendekati kondisi nyata, peserta dibagi ke dalam beberapa tim dengan tugas berbeda. Tim triase bertanggung jawab memilah korban berdasarkan tingkat kegawatdaruratan, tim evakuasi memindahkan korban ke lokasi aman, sedangkan tim trauma healing memberikan pendampingan psikologis kepada korban yang mengalami kepanikan maupun histeria pascabencana.
Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kebencanaan, Ns. Nurul Purborini, Ph.D., mengatakan simulasi tersebut merupakan kegiatan perdana yang dirancang sebagai pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa.
“Selama ini mahasiswa telah mempelajari konsep manajemen bencana di kelas. Melalui simulasi ini, kami ingin mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung. Harapannya, ketika menghadapi kondisi bencana yang sebenarnya, mahasiswa dapat bertindak cepat, tepat, dan tetap tenang,” ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran praktik menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi calon perawat, mengingat tenaga kesehatan dituntut mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat saat menghadapi kondisi darurat.
Nurul menambahkan, wilayah Magelang memiliki potensi bencana, termasuk gempa bumi. Kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi mahasiswa keperawatan untuk memiliki kesiapsiagaan sejak dini, baik dari sisi kemampuan teknis maupun mental dalam menghadapi situasi krisis.
“Melihat peta kerawanan bencana, wilayah Magelang memiliki potensi terjadinya gempa bumi. Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa keperawatan harus memiliki kesiapan sejak dini,” katanya.
Melalui simulasi kebencanaan ini, UNIMMA menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, adaptif, dan siap memberikan pelayanan kesehatan di berbagai kondisi, termasuk saat terjadi bencana. (*)
