SOLO, MENARA62.COM – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara menggelar Munadhoroh Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) di SMP Muhammadiyah 2 Solo, Senin malam (29/6/2026). Mengusung tema “Peran KMM dalam Menggerakkan, Menggairahkan, dan Menggembirakan Jamaah”, kegiatan ini menjadi forum penguatan kapasitas mubaligh agar mampu menghadirkan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Munadhoroh menghadirkan Ustaz KH Muhammad Furqon Hasbi, Lc., M.Ag., yang menegaskan bahwa mubaligh merupakan garda terdepan dalam menggerakkan dakwah Muhammadiyah melalui penyebaran nilai-nilai Islam Berkemajuan atau Islam wasathiyyah.
Menurutnya, seorang dai tidak hanya bertugas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga membina umat dan menjadi pelopor gerakan amar ma’ruf nahi munkar hingga ke tingkat akar rumput.
“Peran utamanya sebagai agen pembaruan (tajdid) yang memurnikan akidah dari praktik tahayul, bid’ah, dan khurafat, sekaligus membuka ruang ijtihad untuk merespons tantangan zaman modern,” ujarnya.
Furqon menjelaskan, mubaligh Muhammadiyah harus mampu hadir di tengah masyarakat tanpa mengisolasi diri dari kehidupan sosial yang majemuk. Dakwah, menurutnya, perlu menjadi sarana menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi umat.
“Tidak hanya menyampaikan pesan ritual, tetapi juga memberikan edukasi dan solusi atas problem sosial-kemasyarakatan, ekonomi, dan moral yang dihadapi jamaah,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan metode dakwah menjadi salah satu tugas penting Korp Mubaligh Muhammadiyah. Dakwah perlu dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari ceramah lisan (bil kalam), tulisan atau publikasi (bil qalam), hingga aksi nyata pemberdayaan masyarakat (bil hal).
Selain itu, materi dakwah harus disusun secara kontekstual, mencerahkan, serta tetap berpedoman pada Al-Qur’an dan As-Sunnah agar mampu menjawab dinamika kehidupan masyarakat.
Furqon juga menekankan pentingnya pembinaan umat melalui kajian keislaman, seminar masail diniyyah, serta layanan konsultasi agama sebagai bagian dari pendampingan kepada jamaah. Di sisi lain, peningkatan kompetensi mubaligh juga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar dakwah Muhammadiyah tetap adaptif terhadap perubahan zaman.
Dalam pemaparannya, ia kembali menegaskan bahwa KMM memiliki peran strategis dalam menggerakkan jamaah melalui berbagai aksi sosial, seperti bakti sosial, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Tak kalah penting, dakwah Muhammadiyah harus disampaikan dengan pendekatan yang menggembirakan. Pesan-pesan agama, menurutnya, perlu dikemas secara ramah, menyejukkan, dan solutif sehingga lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan.
“Membudayakan komunikasi interaktif. Menggunakan metode diskusi, pendekatan personal, dan pembinaan partisipatif agar jamaah merasa dilibatkan dan nyaman dalam proses belajar agama,” pungkasnya.
Melalui Munadhoroh KMM ini, PCM Solo Utara berharap para mubaligh semakin siap menjadi motor penggerak dakwah Islam Berkemajuan yang mampu menggerakkan, menggairahkan, dan menggembirakan jamaah, sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah dalam menjawab tantangan kehidupan masyarakat modern. (*)
