
Muara Enim — Kontingen Tapak Suci Pimda 345 Empat Lawang meraih prestasi membanggakan pada Tapak Suci Muara Enim Championship 2026 SE Sumsel yang digelar di Gedung Olahraga Pancasila, Kabupaten Muara Enim. Tim dari Saling Keruani Sangi Kerawati berhasil menorehkan beberapa gelar pada kategori Fighter Remaja. Sabtu (4/7/2026)
Daftar peraih juara dari Pimda 345 Empat Lawang:
Wildan Abid Pahlevi — Juara 1, Kelas Tanding A (Remaja), 43 kg.
M. Ari Setiawan — Juara 2, Kelas Tanding B (Remaja), 47 kg.
M. Rabudi Feterson — Juara 3, Kelas Tanding C (Remaja), 50 kg.
Ahmmad Karrann Dinedzat — Juara 3, Kelas Tanding E Putra (Remaja), 56–57 kg.
M. Khaezar Andi Al Hakim — Juara 3, Kelas Tanding F Putra (Remaja), 62–63 kg.
Rais Sugihartawan — Juara 2, Kelas Tanding G Putra (Remaja), 64–66 kg.
Ketua Pimda 345 Empat Lawang, Nope Priasadi, menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama kegiatan berlangsung. “Atas nama keluarga besar Pimda 345 Tapak Suci Empat Lawang, atlet, dan ofisial, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Ketua Pimda 118 Muara Enim, panitia pelaksana, dan seluruh pihak yang terlibat,” ujar Nope.
Nope mengakui masih terdapat kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam pelaksanaan tugas kepanitiaan, sehingga pihaknya meminta pengertian dari semua pihak. Ia juga mengapresiasi kesempatan berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut. “Semoga Championship ini menjadi wahana untuk menumbuhkembangkan bakat dan prestasi para atlet Tapak Suci Putera Muhammadiyah se-Sumatera Selatan, serta mempererat silaturahmi dan semangat sportivitas antar peserta,” tambahnya.
Nope juga menyampaikan terima kasih kepada Bunda Hj. Hepy Safriani, istri Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, dan Ibunda Emi Zona atas dukungan dan kontribusi yang memungkinkan Pimda 345 mengikuti event pencak silat di Kabupaten Muara Enim.
Tidak meraih juara umum Meskipun berhasil meraih beberapa gelar di kategori Fighter Remaja, Pimda 345 Empat Lawang tidak berhasil menjadi juara umum. Penyebab utama adalah tidak diikutsertakannya pesilat pada kategori Usia Dini, Pra-Remaja, dan kelas Dewasa karena kendala pembiayaan.

