31.7 C
Jakarta

EMT Muhammadiyah Berbagi Pengalaman di Konferensi WHO Istanbul

Baca Juga:

ISTANBUL, MENARA62.COM – Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah kembali menorehkan kiprah di panggung internasional. Tim di bawah naungan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) itu dipercaya berbagi pengalaman dalam WHO Ministerial Conference on Advancing Health Security through Earthquake Emergency Management yang digelar WHO Regional Office for Europe bersama Kementerian Kesehatan Republik Türkiye di Istanbul, Turki, pada 1–2 Juli 2026.

 

Konferensi internasional tersebut diikuti lebih dari 250 peserta dari sekitar 40 negara, terdiri atas menteri kesehatan, delegasi negara anggota WHO, organisasi internasional, akademisi, mitra pembangunan, hingga praktisi penanggulangan bencana. Forum ini menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan dalam menghadapi bencana gempa bumi.

 

Dalam forum bergengsi tersebut, Koordinator EMT Muhammadiyah, dr. Corona Rintawan, dipercaya menjadi delegasi Indonesia sekaligus panelis pada sesi High-Level Panel Discussion 2: Enhancing Global Collaboration and Innovation for Earthquake Health Emergency Management.

 

Melalui presentasi berjudul Learning Systems, Evidence, and After-Action Reviews, dr. Corona menekankan pentingnya membangun budaya belajar dalam setiap penanganan bencana. Menurutnya, penelitian operasional, dokumentasi pengalaman lapangan, serta pelaksanaan after-action review menjadi fondasi utama untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kualitas respons kesehatan pada setiap kejadian darurat.

 

“Proses pembelajaran dari setiap respons bencana menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kesehatan agar semakin siap menghadapi situasi darurat di masa mendatang,” ujarnya.

 

Keikutsertaan EMT Muhammadiyah sebagai panelis internasional menjadi pengakuan atas pengalaman organisasi tersebut dalam mengembangkan Emergency Medical Team, memperkuat sistem kesehatan tangguh, serta menangani berbagai kedaruratan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

 

Dalam konferensi yang sama, Indonesia juga berpartisipasi dalam Ministerial Roundtable yang dihadiri Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. Pada sesi tersebut, pemerintah memaparkan berbagai langkah penguatan sistem kesehatan nasional melalui pengembangan Health Emergency Operations Center (HEOC), penguatan Emergency Medical Team (EMT) sesuai standar WHO, serta penerapan Safe Hospital Guidelines dalam sistem akreditasi rumah sakit.

 

Indonesia juga membagikan pengalaman pengiriman Emergency Medical Team ke Turkiye pada 2023, serta misi kemanusiaan di Vanuatu dan Myanmar sebagai bagian dari komitmen memperkuat solidaritas kemanusiaan global.

 

Selain itu, Indonesia mendorong peningkatan investasi pada sistem kesehatan yang tangguh melalui penguatan kapasitas EMT berstandar internasional, pelatihan dan simulasi kebencanaan, serta perluasan kolaborasi global melalui penelitian operasional, after-action review, dan pertukaran pengetahuan.

 

Partisipasi EMT Muhammadiyah dalam konferensi WHO ini menegaskan komitmen MDMC untuk terus meningkatkan kapasitas relawan kesehatan, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta berkontribusi dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh menghadapi bencana di Indonesia maupun dunia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!