YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjajaki kerja sama strategis dengan Persatuan Sepakbola Jalan Kaki Seluruh Indonesia (Persejasi) untuk mengembangkan walking football sebagai olahraga masyarakat, khususnya bagi warga senior berusia 50 tahun ke atas.
Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta, Jumat (3/7/2026). Salah satu target utama kolaborasi ini adalah membentuk 1.000 komunitas walking football dengan memanfaatkan jaringan amal usaha Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Komunitas tersebut akan dikembangkan melalui perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, hingga jaringan Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah sebagai upaya memperluas budaya hidup sehat di masyarakat.
Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, jaringan Muhammadiyah yang tersebar di berbagai daerah menjadi modal besar untuk memperkenalkan olahraga jalan kaki kepada masyarakat.
“Muhammadiyah memiliki kepengurusan di seluruh Indonesia sehingga olahraga ini dapat berkembang melalui kampus dan amal usaha Muhammadiyah. Banyak warga yang menyukai sepak bola, tetapi usia mereka sudah tidak memungkinkan bermain dengan intensitas tinggi,” ujar Nurmandi.
Ketua LPO PP Muhammadiyah, Dr. Gatot Sugiharto, M.H., menjelaskan bahwa gagasan kerja sama bermula dari komunikasi dengan Ketua Persejasi, Hendra Hartono.
Ia menilai pengembangan walking football sejalan dengan tiga fokus utama pembinaan olahraga Muhammadiyah, yaitu olahraga pendidikan, olahraga prestasi, dan olahraga masyarakat.
Pada sektor olahraga pendidikan, Muhammadiyah saat ini memiliki 29 program studi olahraga di 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), serta sejumlah sekolah yang telah membuka kelas khusus olahraga.
Sementara pada bidang olahraga prestasi, Muhammadiyah terus membina atlet melalui Perguruan Tapak Suci Putra Muhammadiyah dan telah menggelar ajang Muhammadiyah Games sebagai wadah kompetisi internal.
Adapun pada olahraga masyarakat, LPO PP Muhammadiyah memiliki program rutin Ngaji Olahraga yang akan dimanfaatkan sebagai media sosialisasi walking football kepada warga Muhammadiyah.
Ketua Persejasi, Hendra Hartono, menjelaskan organisasinya berdiri sejak September 2021 dengan mengadaptasi konsep walking football dari Inggris yang disesuaikan dengan kondisi fisik masyarakat Indonesia.
Saat ini Persejasi berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).
Menurut Hendra, kolaborasi dengan Muhammadiyah berpotensi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga sekaligus membantu memperbaiki Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) Indonesia.
Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi gaya hidup sehat melalui berbagai kegiatan bersama, seperti seminar pencegahan diabetes, hipertensi, stroke, hingga edukasi penanganan cedera olahraga dengan melibatkan rumah sakit dan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Tidak hanya fokus pada pembentukan komunitas, kedua pihak juga merancang penyelenggaraan Muhammadiyah Walking Football Championship sebagai ajang kompetisi internal. Kejuaraan tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari persiapan menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) yang digelar KORMI setiap dua tahun.
Muhammadiyah dan Persejasi juga membuka peluang memperkenalkan walking football ke tingkat internasional melalui jaringan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di berbagai negara, sehingga olahraga ini diharapkan semakin dikenal sekaligus memperkuat kampanye hidup sehat bagi masyarakat Indonesia. (ID)
