SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyerahkan peta Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, kepada pemerintah desa setempat sebagai bagian dari Program Seribu Peta Desa. Program ini diharapkan memperkuat pembangunan desa berbasis data spasial yang akurat dan berkelanjutan.
Ketersediaan data geospasial menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung perencanaan pembangunan desa. Namun, masih banyak desa yang belum memiliki dokumen spasial yang memadai untuk mendukung pengelolaan wilayah, inventarisasi aset, hingga pengambilan kebijakan.
Melalui Program Seribu Peta Desa, mahasiswa Geografi UMS berupaya menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan peta desa yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan program pembangunan berbasis data.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Hian Risnandar, Hananta Rinang Damar Pamuji, Shofia Husnul Latifah, Marvella Rizqnita Ersida, Debita Kamila Eka Ramadhani, Dinda Ayu Saputri, Ibnu Sina Ramadhan, dan Muhamad Raudhul Zinan di bawah bimbingan dosen Program Studi Geografi UMS, Agus Anggoro Sigit, S.Si., M.Si.
Dosen pembimbing, Agus Anggoro Sigit, mengatakan Program Seribu Peta Desa merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa melalui penyediaan informasi geospasial yang akurat.
“Peta desa dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan, pengelolaan potensi wilayah, penyusunan kebijakan, hingga peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini kami berharap pemerintah desa dapat memanfaatkan peta sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat dan terarah,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Menurut Agus, kolaborasi antara UMS dan pemerintah desa diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Ia menambahkan, Program Seribu Peta Desa menjadi salah satu upaya Program Studi Geografi UMS untuk mendorong semakin banyak desa memiliki data geospasial yang akurat dan mutakhir. Data tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang efektif, terarah, dan berkelanjutan berbasis bukti (evidence-based development).
Sementara itu, Kepala Desa Waru, H. Padijo Siswo Martono, mengapresiasi kontribusi mahasiswa dan dosen UMS dalam penyediaan peta desa yang dinilai sangat bermanfaat bagi pemerintah desa.
Menurutnya, peta tersebut akan dimanfaatkan sebagai dokumen pendukung dalam penyusunan program pembangunan desa, inventarisasi aset, pelayanan administrasi, hingga pengembangan potensi wilayah.
“Peta desa memberikan informasi yang lebih sistematis dan komprehensif sehingga memudahkan pemerintah desa dalam mengambil berbagai keputusan yang berkaitan dengan pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Penyerahan peta ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara tim mahasiswa Geografi UMS dan Pemerintah Desa Waru sebagai simbol terjalinnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan berbasis data spasial.
Melalui program ini, UMS kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan solusi ilmiah yang dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan pembangunan desa. (*)

