SOLO, MENARA62.COM – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia profesional. Melalui Career Booster #7 bertema “Optimasi LinkedIn dan Strategi Memasuki Dunia Kerja Kesehatan Masyarakat”, mahasiswa dan alumni dibekali strategi membangun personal branding, memperluas jejaring profesional, serta memetakan peluang karier di era digital.
Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (11/7) menghadirkan Gen Z Career Coach sekaligus Top 20 LinkedIn Influencers 2026, Dinar Latifah atau Dinar Lala, serta Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat UMS sekaligus penggerak Miracle Hub Indonesia, Ayu Khoirotul Umaroh, S.KM., M.K.M.
Ketua IKA Alumni Prodi Kesehatan Masyarakat UMS, Purwo Setiyo Nugroho, S.K.M., M.Epid., Ph.D., mengatakan Career Booster menjadi wadah yang menghubungkan mahasiswa dengan alumni sekaligus memberikan bekal sebelum memasuki dunia kerja.
“Tujuan kami adalah menyiapkan para calon alumni sekaligus menyambung silaturahmi antargenerasi alumni Kesmas UMS. Melalui Career Booster ini kami ingin menjadi jembatan agar mahasiswa memiliki gambaran yang jelas sebelum lulus,” ujarnya, Ahad (12/7/2026).
Menurut Purwo, Career Booster akan menjadi agenda rutin yang diselenggarakan menjelang setiap periode wisuda. Mengingat UMS melaksanakan empat kali wisuda dalam setahun, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung minimal empat kali setiap tahun dengan tema yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia menegaskan, program tersebut dihadirkan agar mahasiswa tidak lagi merasa kebingungan menentukan langkah setelah menyelesaikan studi.
“Kami tidak ingin mahasiswa yang akan lulus masih bingung menentukan langkah berikutnya. Karena itu Career Booster akan menjadi bagian dari persiapan sebelum mereka benar-benar memasuki dunia kerja,” tambahnya.
Sementara itu, mewakili Program Studi Kesehatan Masyarakat UMS, Anisa Catur Wijayanti, S.KM., M.Epid., mengapresiasi konsistensi IKA Kesmas UMS dalam menghadirkan program pengembangan karier yang dinilai relevan dengan kebutuhan mahasiswa maupun alumni.
Menurutnya, kegiatan tersebut mampu membuka perspektif baru bahwa peluang kerja lulusan kesehatan masyarakat jauh lebih luas dibanding anggapan masyarakat selama ini.
“Dengan dinamika dunia kerja saat ini, peluang bagi lulusan kesehatan masyarakat sebenarnya sangat luas. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mahasiswa maupun alumni memahami apa saja yang perlu dipersiapkan agar mampu bersaing di berbagai bidang,” katanya.
Dalam sesi materi, Dinar Lala menegaskan bahwa personal branding merupakan investasi penting bagi lulusan perguruan tinggi di era digital. Ia menilai personal branding bukan sekadar membangun citra, melainkan menggambarkan kompetensi, tujuan karier, dan nilai yang dimiliki seseorang.
“Personal branding bukan pencitraan. Ini adalah kombinasi antara siapa diri kita, arah karier yang ingin kita capai, dan bagaimana kita ingin dikenal secara profesional,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya LinkedIn sebagai platform profesional yang kini banyak dimanfaatkan perusahaan untuk mencari kandidat potensial.
“LinkedIn bukan hanya tempat mencari kerja. Platform ini merupakan gabungan antara CV digital, personal branding, dan komunitas profesional. Banyak kesempatan karier datang dari sana, sehingga mahasiswa perlu mulai mengoptimalkannya sejak sekarang,” tuturnya.
Pada sesi berikutnya, Ayu Khoirotul Umaroh memaparkan hasil tracer study Prodi Kesmas UMS yang menunjukkan lulusan kesehatan masyarakat memiliki prospek karier yang sangat beragam. Alumni tidak hanya bekerja di perusahaan swasta dan instansi pemerintah, tetapi juga di BUMN, organisasi non-pemerintah (NGO), fasilitas pelayanan kesehatan, hingga menjadi wirausahawan.
Ia menjelaskan, peluang karier juga terbuka di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3), rumah sakit, BPJS Kesehatan, kementerian, laboratorium kesehatan, balai kekarantinaan, hingga berbagai lembaga internasional.
“Banyak alumni kita yang bekerja di perusahaan swasta, instansi pemerintah, BPJS Kesehatan, kementerian, NGO, bahkan membangun usaha sendiri. Peluangnya sangat luas, asalkan kita mampu mempersiapkan diri, membangun jejaring, dan mengetahui kesempatan yang tersedia,” paparnya.
Ayu menutup sesi dengan menekankan tiga kunci sukses memasuki dunia kerja, yakni meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan profesional, serta aktif mencari peluang karier.
“Kalau kita hanya meningkatkan kemampuan tetapi tidak memiliki jaringan dan tidak mengetahui peluangnya, akan sulit berkembang. Sebaliknya, jika peluang sudah ada tetapi kompetensinya belum siap, kesempatan itu juga akan terlewat. Tiga hal ini harus dibangun secara bersamaan,” pungkasnya. (*)

