26.9 C
Jakarta

SUMU Jakarta dan UAI Jajaki Kolaborasi AI Strategis

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Jakarta dan Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) menjajaki kerja sama strategis untuk memperkuat pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), pengembangan kewirausahaan, inkubasi bisnis, riset, hingga pengembangan talenta. Sinergi ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan transformasi digital.

 

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Kampus Universitas Al Azhar Indonesia pada 9 Juli 2026. Pertemuan menjadi forum untuk mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi kedua institusi sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

 

Hadir dalam pertemuan itu Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAI Dr. Damayanti Wardyaningrum, S.E., M.Si., Direktur Kemitraan dan Kantor Urusan Internasional UAI Dr. M. Ghozali Moenawar, Lc., M.M., serta Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UAI Dr. Nanang Haroni, S.Ag., M.Si. Dari pihak SUMU Jakarta hadir jajaran koordinator daerah beserta pengurus dan anggota yang berasal dari berbagai sektor usaha dan profesi.

 

Dalam audiensi tersebut, SUMU Jakarta memperkenalkan ekosistem pengusaha Muhammadiyah beserta berbagai peluang sinergi yang dapat dikembangkan bersama UAI. Organisasi ini dinilai memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara perguruan tinggi, dunia industri, pelaku usaha, praktisi, dan berbagai mitra bisnis.

 

Salah satu Tim Koordinator Daerah SUMU Jakarta Selatan, Abdul Furqon, menegaskan bahwa kolaborasi antara kampus dan dunia usaha harus diwujudkan dalam program nyata yang berkelanjutan.

 

“Kami melihat Universitas Al Azhar Indonesia dan SUMU memiliki potensi serta sumber daya yang dapat saling melengkapi. UAI memiliki talenta mahasiswa, akademisi, riset, inovasi, dan fasilitas pendidikan, sementara SUMU memiliki ekosistem pengusaha, praktisi industri, mentor bisnis, akses pasar, serta jejaring kemitraan. Sinergi inilah yang ingin kami dorong menjadi program konkret dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana pembentukan AI Center sebagai pusat kolaborasi pembelajaran, penelitian, pelatihan, dan implementasi teknologi kecerdasan buatan. AI Center tersebut dirancang memiliki empat pilar utama, yakni pendidikan, penelitian, implementasi bisnis, dan pengembangan ekosistem.

 

Melalui pusat kolaborasi tersebut, kedua pihak membuka peluang menghadirkan berbagai program seperti AI Workshop, bootcamp, literasi AI, AI for Business, penelitian terapan, pelatihan korporasi, layanan konsultasi, hingga implementasi AI untuk mempercepat transformasi digital UMKM dan dunia usaha.

 

Selain AI, SUMU Jakarta dan UAI juga membahas penguatan ekosistem kewirausahaan melalui kolaborasi inkubator bisnis kampus dengan jaringan pengusaha SUMU. Sinergi ini diharapkan membuka akses lebih luas bagi mahasiswa, peneliti, dan startup dalam memperoleh pendampingan bisnis, jejaring pasar, kemitraan strategis, hingga peluang investasi melalui ekosistem SUMU Connect.

 

Pengembangan talenta menjadi fokus penting lainnya. Kedua pihak menjajaki peluang penyelenggaraan program magang, project-based learning, peningkatan kompetensi, hingga kolaborasi mahasiswa dengan dunia industri agar lulusan lebih siap menghadapi kebutuhan pasar kerja.

 

Tak hanya itu, pembahasan juga mencakup peluang kerja sama dalam penyelenggaraan pelatihan, workshop, sertifikasi, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, pemanfaatan fasilitas laboratorium kampus bagi pelaku usaha, serta pengembangan sponsorship dan kemitraan bisnis.

 

Tim Koordinator Daerah SUMU Jakarta Barat, Ocky Pradika Riadi, berharap penjajakan kerja sama tersebut segera diwujudkan melalui program-program prioritas yang memberikan hasil nyata.

 

“Kami berharap kolaborasi ini dapat dimulai dari beberapa program prioritas atau quick wins yang realistis untuk dijalankan bersama. Selanjutnya, program tersebut dapat dikembangkan secara bertahap menjadi ekosistem kolaborasi yang memberikan academic impact, business impact, dan social impact,” katanya.

 

Sebagai tindak lanjut, SUMU Jakarta dan Universitas Al Azhar Indonesia akan memetakan kebutuhan serta kapabilitas masing-masing, menetapkan program prioritas, sekaligus menyusun mekanisme koordinasi agar implementasi kerja sama dapat berjalan efektif.

 

Kolaborasi ini menegaskan komitmen SUMU Jakarta sebagai strategic connector yang menghubungkan ekosistem pengusaha dengan perguruan tinggi, industri, dan berbagai mitra strategis. Sinergi tersebut diharapkan melahirkan inovasi, memperkuat pengembangan talenta, mendorong kewirausahaan, serta menghasilkan solusi bisnis berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Dengan semangat “Dari koneksi menuju kolaborasi, dari kolaborasi menuju dampak,” SUMU Jakarta dan UAI optimistis dapat membangun ekosistem yang mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!