SOLO, MENARA62.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta memperkuat pengembangan Health Tourism Kota Solo dengan menerima kunjungan Finalis Putra Putri Solo 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembekalan duta wisata agar mampu mempromosikan potensi layanan kesehatan unggulan Kota Surakarta kepada masyarakat nasional maupun internasional.
Kunjungan yang berlangsung di Aula Ahmad Dahlan RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Kamis (17/7/2026), merupakan rangkaian Pemilihan Duta Wisata Putra Putri Solo 2026 yang digelar bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta.
Rombongan finalis dipimpin Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, dan disambut Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arief Budiman, didampingi Pengurus Harian MPKU PDM Kota Surakarta, jajaran wakil direktur, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI), serta pejabat struktural rumah sakit.
Selama kunjungan, para finalis memperoleh pembekalan mengenai layanan unggulan rumah sakit sebagai bekal untuk memperkenalkan sektor wisata kesehatan Kota Solo. Mereka juga mengikuti hospital tour ke berbagai fasilitas pelayanan serta menjalani pemeriksaan kesehatan dasar di Klinik Medical Check-Up (MCU).
Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arief Budiman, mengatakan sinergi antara sektor kesehatan dan pariwisata menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik Kota Surakarta sebagai destinasi wisata kesehatan.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk sinergi antara dunia kesehatan dan pariwisata. Putra Putri Solo memiliki peran strategis sebagai duta yang akan memperkenalkan potensi Kota Surakarta, termasuk layanan kesehatan unggulan yang kini menjadi bagian dari pengembangan Health Tourism,” ujarnya.
Ia berharap para finalis dapat mengenal lebih dekat berbagai layanan RS PKU Muhammadiyah Surakarta sehingga mampu menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat sekaligus menjadi bagian dari promosi layanan kesehatan Kota Solo.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Arief juga memaparkan sejumlah layanan unggulan rumah sakit, di antaranya Minimal Invasive Surgery, Cathlab, Poliklinik Eksekutif, Priority Floor, International Vaccine Clinic, hingga berbagai fasilitas penunjang modern yang didukung teknologi medis terkini, tim dokter multidisiplin, dan pelayanan berbasis kebutuhan pasien (personalized treatment).
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, menilai pengenalan layanan kesehatan kepada para finalis menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem Health Tourism Kota Surakarta.
“Health Tourism tidak hanya berbicara tentang fasilitas kesehatan yang berkualitas, tetapi juga bagaimana para duta wisata mampu memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat luas. Kami berharap para finalis dapat menjadi komunikator yang baik dalam mempromosikan Kota Surakarta sebagai destinasi unggulan, baik dari sisi pariwisata maupun layanan kesehatannya,” katanya.
Menurutnya, kehadiran para finalis di RS PKU Muhammadiyah Surakarta diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai potensi wisata kesehatan yang dimiliki Kota Solo. Pengetahuan tersebut nantinya menjadi modal penting saat mereka menjalankan peran sebagai duta wisata.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Surakarta, RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dan Duta Wisata Putra Putri Solo, pengembangan Health Tourism diharapkan semakin kuat. Sinergi tersebut diyakini mampu meningkatkan daya saing Kota Surakarta sebagai destinasi wisata kesehatan yang didukung pelayanan medis berkualitas, fasilitas modern, serta sumber daya manusia profesional. (*)
