SOLO, MENARA62.COM – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Al-Ghozali Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id membekali ibu-ibu PKK Desa Catur, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, dengan keterampilan mengelola stres dalam keluarga melalui program Pojok Harmoni.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pengelolaan Stres dalam Keluarga” yang digelar di Balai Desa Catur, Sabtu (25/7/2026), menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan mental masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan keluarga melalui pengelolaan emosi yang sehat.
Pelatihan diikuti sekitar 10 anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Catur. Tim PPK Ormawa PK IMM Al-Ghozali menghadirkan Mirdian Tri Hardani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Mirdian menjelaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan dukungan emosional bagi setiap anggotanya. Karena itu, kemampuan mengenali dan mengelola emosi menjadi fondasi penting untuk membangun hubungan keluarga yang harmonis.
“Rasa lelah saat menjalani peran sebagai ibu adalah hal yang wajar dan bukan tanda kelemahan. Hal terpenting bukanlah menghilangkan stres secara mutlak, melainkan mengenali pemicunya serta mengelolanya secara sehat. Kemampuan mengelola emosi sangat berpengaruh terhadap keharmonisan rumah tangga karena berpengaruh langsung pada cara kita memandang masalah, bersikap, hingga mengekspresikan kasih sayang,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Selain penyampaian materi mengenai kesehatan mental dan pengenalan emosi, peserta juga mengikuti sesi refleksi diri, berbagi pengalaman, serta mempraktikkan teknik relaksasi pernapasan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Metode pelatihan yang interaktif membuat para peserta lebih terbuka untuk mendiskusikan berbagai tantangan dalam menjalankan peran sebagai ibu sekaligus anggota keluarga.
Antusiasme peserta tampak selama kegiatan berlangsung. Salah seorang perwakilan peserta, Widayati, mengaku memperoleh pengetahuan baru yang bermanfaat untuk diterapkan di rumah.
“Kami mendapatkan ilmu yang luar biasa mengenai cara mengelola pikiran dan emosi. Materi yang disampaikan narasumber sangat baik, mudah dipahami, dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Melalui program Pojok Harmoni, Tim PPK Ormawa PK IMM Al-Ghozali UMS berharap para ibu mampu menerapkan keterampilan mengelola stres secara sehat, sehingga tercipta suasana keluarga yang lebih harmonis, saling mendukung, dan memiliki ketahanan mental yang lebih baik.
Program ini juga diharapkan mampu mendorong para peserta menjadi agen edukasi di lingkungan sekitar dengan membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada anggota keluarga maupun masyarakat lainnya. Dengan demikian, upaya peningkatan kesehatan mental tidak hanya berhenti pada peserta pelatihan, tetapi juga memberi dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Desa Catur. (*)
