34.5 C
Jakarta

Wamen Fajar: Beasiswa SCG Bantu Hidupkan Mimpi Anak Indonesia Raih Masa Depan

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membangun mimpi anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil dan memiliki keterbatasan ekonomi maupun geografis.

Hal tersebut disampaikan Fajar saat memberikan sambutan dalam kegiatan SCG Sharing the Dream 2026 Indonesia Awarding Ceremony yang digelar di Gedung Kemendikdasmen, Selasa (11/8/2026).

Ia mencontohkan pengalamannya ketika mengunjungi sejumlah sekolah di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada pertengahan Juli lalu. Wakatobi merupakan wilayah yang sebagian besar terdiri atas perairan. Luas daratannya kurang dari empat persen, sementara sisanya merupakan wilayah perairan. Kondisi tersebut membuat kehidupan masyarakat, termasuk akses pendidikan, memiliki tantangan tersendiri.

Dalam kunjungannya, Fajar bertemu dengan siswa dari suku Bajo yang seluruh muridnya berasal dari komunitas masyarakat pelaut tersebut. Ia mengaku terkesan dengan cita-cita para siswa yang ingin menjadi guru, dokter, tentara, maupun polisi.

“Pendidikan telah membangun mimpi seorang anak suku Bajo,” ujar Fajar dalam sambutannya.

Ia juga menceritakan pertemuannya dengan seorang perempuan dari suku Bajo yang menjadi perempuan pertama dari komunitas tersebut yang meraih gelar doktor. Perempuan itu kemudian berkiprah sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Wakatobi.

Bagi Fajar, kisah tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan lingkungan tempat seseorang tumbuh tidak seharusnya membatasi cita-citanya untuk memperoleh pendidikan tinggi dan kehidupan yang lebih baik.

Fajar juga mengisahkan kunjungannya ke Kabupaten Muaro Bungo, Jambi. Di daerah tersebut, ia melihat pelaksanaan pendidikan jarak jauh (PJJ) yang ditujukan bagi anak-anak yang menghadapi hambatan untuk mengikuti pendidikan formal secara reguler.

Salah satu siswa yang ditemuinya merupakan seorang anak laki-laki yang bekerja sebagai pencuci sepeda motor dengan penghasilan sekitar Rp50.000 per hari. Meski harus bekerja untuk membantu keluarga, anak tersebut tetap memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui PJJ.

Ketika ditanya mengenai cita-citanya, siswa tersebut mengaku ingin membahagiakan orang tuanya dengan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. “Ini satu contoh bagaimana pendidikan menghidupkan kembali mimpi seorang anak yang nyaris padam,” kata Fajar.

Ia menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak-anak Indonesia, di mana pun mereka berada, memiliki akses terhadap pendidikan yang layak dan kesempatan untuk mewujudkan cita-citanya.

Beasiswa Harus Dibalas dengan Tanggung Jawab

Di hadapan para penerima beasiswa, Fajar menyebut kesempatan memperoleh beasiswa sebagai sebuah bentuk kemewahan karena tidak semua anak Indonesia mendapatkan kesempatan serupa. Namun, kesempatan tersebut harus diikuti dengan tanggung jawab untuk menyelesaikan pendidikan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Menuntaskan pendidikannya, menuntaskan kuliahnya dan kembali ke masyarakat memberikan dampak positif buat masyarakat,” ujarnya.

Fajar mengapresiasi PT ScG Indonesia yang disebut telah memberikan dukungan beasiswa bagi putra-putri Indonesia selama lebih dari 14 tahun. Ia berharap komitmen tersebut terus berlanjut dan cakupannya semakin luas.

Ia juga mengapresiasi Ancora Foundation yang berperan sebagai penghubung dalam pelaksanaan program beasiswa tersebut agar bantuan pendidikan dapat diberikan kepada penerima yang tepat.

Menurut Fajar, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, yayasan, dan berbagai pihak merupakan bagian dari upaya membangun pendidikan bermutu untuk semua melalui semangat gotong royong dan partisipasi semesta.

Ia berharap para penerima beasiswa yang saat ini berada pada posisi menerima dapat kelak berada pada posisi memberi.

“Yakinkan dalam diri adik-adik semua, 20 tahun ke depan posisi adik-adik adalah memberi,” pesannya.

Dorong Generasi Muda Bangun Imajinasi dan Ambisi

Dalam kesempatan yang sama, Founder Ancora Foundation Gita Wirjawan menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan global yang semakin cepat. Ia membahas sejumlah konsep seperti brain drain, brain gain, brain circulation, dan brain linkage yang menurutnya dapat menjadi bagian dari strategi suatu bangsa dalam membangun kekuatan ekonomi dan sumber daya manusia.

Gita menilai Indonesia perlu mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan eksponensial di bidang geopolitik, iklim, teknologi, dan ekonomi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Ia menekankan tiga atribut yang dinilai penting untuk membentuk individu maupun bangsa yang maju, yakni imajinasi, ambisi, dan keberuntungan.

Menurut Gita, imajinasi memungkinkan seseorang melihat peluang dan masa depan, sementara ambisi mendorong seseorang untuk berusaha mencapai tujuan. Adapun keberuntungan, menurut dia, juga dapat dibangun melalui proses latihan, kerja keras, dan kesiapan menghadapi kesempatan.

Ia mencontohkan pasangan ganda campuran bulu tangkis Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade Rio 2016 sebagai ilustrasi pentingnya latihan berulang untuk meningkatkan peluang keberhasilan.

Selain itu, Gita mengajak berbagai pihak untuk berinvestasi pada peningkatan kualitas guru. Menurutnya, guru memiliki pengaruh besar terhadap pembangunan sumber daya manusia karena berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari.

“Semakin guru berkualitas itu dihadapkan kepada teman-teman dan adik-adik, semakin mereka bisa membantu nation building Indonesia untuk mengakselerasi talenta,” ujarnya.

SCG Dorong Pengembangan Talenta Muda dan Peningkatan Kompetensi Guru

Sementara itu, Presiden Direktur PT SCG Indonesia Pattaraphon Charttongkum mengatakan, program pendidikan yang dijalankan SCG di Indonesia tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan finansial kepada pelajar, tetapi juga pada pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Pattaraphon, Indonesia memiliki populasi yang besar sekaligus peluang yang luas untuk pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, SCG melihat pengembangan modal manusia sebagai salah satu bentuk kontribusi perusahaan untuk mendukung pembangunan Indonesia.

“Itulah sebabnya SCG memiliki program ini di Indonesia. Salah satu hal yang kita lihat SCG dapat dukung sebagai partner negara ini adalah bagaimana kita bisa mengembangkan kapital manusia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk menghubungkan pendidikan dengan pengembangan keterampilan. Para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan dukungan finansial untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga memperoleh pengalaman melalui berbagai kegiatan dan proyek yang diharapkan dapat membentuk mereka menjadi generasi yang siap berkontribusi bagi masyarakat.

SCG juga mengembangkan program berbasis komunitas sebagai bagian dari upaya memberikan dampak yang lebih luas. Melalui program tersebut, generasi muda didorong untuk tidak hanya mengembangkan kemampuan pribadi, tetapi juga menciptakan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

Selain pelajar, SCG mulai memberikan perhatian kepada tenaga pendidik melalui program peningkatan kompetensi atau upskilling bagi guru.

Pattaraphoon menilai guru merupakan bagian penting dalam ekosistem pendidikan karena memiliki peran langsung dalam membentuk generasi muda.

“Guru adalah salah satu ekosistem penting yang harus kita gandeng sebagai pendidik dan nantinya akan memberikan dampak untuk anak-anaknya,” katanya.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen SCG untuk memperluas dampak kontribusi perusahaan di bidang pendidikan. Dengan melibatkan pelajar, guru, dan komunitas, SCG berharap program yang dijalankan tidak berhenti pada bantuan pendidikan, tetapi dapat membangun kapasitas generasi muda agar mampu memberikan kontribusi jangka panjang bagi Indonesia.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pesan Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq yang menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar memberikan akses belajar, melainkan juga membangun mimpi dan membuka kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, yayasan, sekolah, guru, dan masyarakat, program pendidikan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!