SEMARANG, MENARA62.COM — Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Tengah memasuki fase konsolidasi menjelang Muktamar IPHI ke-VI di Pontianak. Di tengah proses menjaga soliditas organisasi, Pengurus Wilayah IPHI Jawa Tengah juga memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Langkah itu ditandai dengan audiensi jajaran PW IPHI Jawa Tengah bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Selasa (11/8/2026).
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. IPHI Jateng membawa dua kepentingan utama, yakni mempererat hubungan kelembagaan dengan Pemprov Jawa Tengah sekaligus memohon doa, restu, dan dukungan menjelang Muktamar IPHI ke-VI yang akan berlangsung pada 18–20 September 2026 di Pontianak, Kalimantan Barat.
Rombongan IPHI Jateng dipimpin Plt. Ketua PW IPHI Jawa Tengah Muhammad Haris, didampingi Sekretaris Abdul Kohar Mudzakir, Bendahara Rita Ermawati Syafi’i, serta sejumlah pengurus lainnya.
Muhammad Haris mengatakan Muktamar menjadi momentum penting untuk menentukan kepengurusan pusat sekaligus merumuskan arah strategis IPHI pada periode mendatang.
“Pertama tentu silaturahmi antara pimpinan wilayah IPHI Jawa Tengah dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kedua, kami memohon doa dan restu karena IPHI akan melaksanakan Muktamar ke-VI di Pontianak,” kata Haris.
Ia memastikan Jawa Tengah akan berpartisipasi dalam forum nasional tersebut dengan mengirimkan delegasi.
“Muktamar akan memilih kepengurusan pusat sekaligus merancang program-program IPHI ke depan. Jawa Tengah siap berpartisipasi dan mengirimkan delegasi,” ujarnya.
Menjaga IPHI Jateng Tetap Solid
Konsolidasi tersebut berlangsung setelah IPHI Jawa Tengah kehilangan Ketua PW IPHI Jateng Dr. Masrifan Djamil yang wafat sekitar sebulan lalu.
Muhammad Haris yang kini mendapat amanah sebagai Plt. Ketua menegaskan kesiapannya menjalankan tugas hingga roda organisasi tetap berjalan secara optimal.
“Sebagai pelaksana tugas, saya siap meneruskan amanah ini. Yang paling penting bagaimana menjaga IPHI Jawa Tengah tetap solid dan memastikan program-program organisasi serta garis besar kebijakan yang telah ditetapkan tetap berjalan,” tuturnya.
Menurut Haris, kesinambungan program menjadi prioritas. Perubahan dalam struktur kepemimpinan tidak boleh menghambat pelayanan organisasi maupun agenda IPHI di Jawa Tengah.
Soliditas tersebut dinilai penting karena peran IPHI tidak hanya sebatas menghimpun masyarakat yang telah menunaikan ibadah haji.
IPHI Tak Berhenti Saat Jemaah Pulang
Haris menegaskan IPHI ingin mengambil peran lebih luas dalam ekosistem perhajian nasional. Pendampingan dan kontribusi organisasi tidak hanya diberikan ketika jemaah akan berangkat, tetapi juga selama pelaksanaan ibadah hingga mereka kembali ke Tanah Air.
“Kami akan terus mendukung proses penyelenggaraan haji Indonesia, mulai dari persiapan dan pemberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, sampai pascakepulangan jemaah,” katanya.
Menurut dia, pengalaman spiritual setelah menunaikan ibadah haji seharusnya dapat diterjemahkan menjadi energi sosial.
“Persaudaraan haji tidak boleh berhenti hanya pada ikatan sesama orang yang pernah berhaji. Nilai-nilai haji harus menjadi energi untuk memperkuat kepedulian sosial, persaudaraan, dan kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.
Dengan jaringan alumni haji yang tersebar di berbagai daerah, IPHI dinilai memiliki modal sosial untuk berkontribusi dalam pembinaan calon jemaah, edukasi manasik, penguatan ukhuwah, kegiatan sosial, hingga pembinaan pascahaji.
Gubernur Ahmad Luthfi Buka Ruang Kolaborasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif audiensi jajaran IPHI Jawa Tengah. Ia mengapresiasi peran organisasi sekaligus menyatakan kesiapan pemerintah daerah mendukung program-program IPHI.
Ahmad Luthfi membuka ruang kolaborasi antara Pemprov Jawa Tengah dan IPHI, terutama dalam program pembinaan jemaah haji serta penguatan peran sosial para alumni haji.
Pemprov Jawa Tengah juga siap memfasilitasi berbagai kegiatan IPHI dengan memanfaatkan sejumlah fasilitas milik pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Gedung Gradhika Bhakti Praja dan Wisma Perdamaian, misalnya, dapat digunakan untuk kegiatan IPHI.
“Kami siap mendukung dan memfasilitasi program serta kegiatan IPHI di Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.
Dukungan tersebut sekaligus menjadi modal bagi IPHI Jateng untuk memperluas kontribusi organisasi di tengah masyarakat.
Muktamar VI Tentukan Arah Baru IPHI
Muktamar IPHI ke-VI di Pontianak pada 18–20 September 2026 diharapkan tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan.
Forum tersebut akan menjadi momentum evaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan respons terhadap tantangan dunia perhajian dan kebutuhan alumni haji di masa mendatang.
Bagi Jawa Tengah, Muktamar juga menjadi ruang untuk membawa pengalaman dan gagasan daerah ke tingkat nasional.
Muhammad Haris menegaskan IPHI harus terus berkembang menjadi organisasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi jemaah, alumni haji, masyarakat, dan bangsa.
“Kami ingin IPHI tetap solid secara organisasi, kuat dalam persaudaraan, dan semakin nyata kontribusinya bagi masyarakat. Sinergi dengan pemerintah harus terus diperkuat agar nilai-nilai haji dapat diwujudkan dalam kehidupan sosial,” katanya.
Audiensi dengan Gubernur Ahmad Luthfi menjadi penanda konsolidasi baru IPHI Jawa Tengah: menjaga kesinambungan kepemimpinan, memperkuat persaudaraan alumni haji, sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah untuk memperluas kemaslahatan bagi masyarakat. (*)
