34.5 C
Jakarta

HidroponikMu Surakarta Jadi Unggulan Expo CRM Jateng

Baca Juga:

JEPARA, MENARA62.COM — Budidaya sayuran hidroponik berbasis wakaf produktif menjadi salah satu daya tarik utama stan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta dalam Expo Cabang, Ranting, dan Masjid (CRM) Award tingkat Jawa Tengah di Jepara.

 

Program HidroponikMu bersama Masjid Nurul Hidayah Mojo menjadi dua program unggulan yang ditampilkan Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PDM Kota Surakarta dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) LPCRPM PWM Jawa Tengah dan CRM Award yang berlangsung di SD Muhammadiyah Blimbingrejo, Jepara, 8–9 Agustus 2026.

 

Ketua LPCRPM PDM Kota Surakarta, Sumanto, mengatakan stan Surakarta menampilkan dua program yang dinilai merepresentasikan pengembangan cabang, ranting, dan masjid secara produktif.

 

Stan tersebut mendapat apresiasi Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah KH Tafsir saat berkunjung. Perhatian khusus diberikan pada aneka sayuran hidroponik yang dipamerkan sebagai gambaran perkembangan program HidroponikMu di Surakarta.

 

Muhammadiyah Kota Surakarta mengenalkan Masjid Nurul Hidayah sebagai masjid unggulan dan juga budidaya HidroponikMu di Kota Surakarta yang dalam kurun enam tahun ini berkembang dengan pesat, mulai 2020 sampai 2026, dan memberi manfaat untuk pergerakan Muhammadiyah di Kota Surakarta,” kata Sumanto.

 

Berawal dari Pandemi Covid-19

 

Sumanto menjelaskan, HidroponikMu Surakarta berawal pada 2020, ketika pandemi Covid-19 mendorong kader Muhammadiyah mencari cara untuk mengoptimalkan aset yang tersedia.

 

Para kader kemudian menggagas pemanfaatan lahan wakaf yang belum produktif untuk budidaya hidroponik. Program tersebut dikembangkan di wilayah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jebres Timur.

 

Dari gagasan sederhana tersebut, HidroponikMu berkembang menjadi salah satu program produktif yang tidak hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan edukasi.

 

“Alhamdulillah pernah juara satu lomba vlog yang diselenggarakan oleh LPCRPM PP Muhammadiyah pada 2022,” kata Sumanto.

 

Panen Sayuran Setiap Hari

 

Salah satu inisiator Sayur HidroponikMu, Teguh Wahyudi, mengatakan perkembangan program tersebut semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

 

Saat ini, HidroponikMu dapat menghasilkan berbagai jenis sayuran, antara lain selada, bayam, kangkung, pakcoy, kale, dan jenis sayuran lainnya.

 

Hasil panen kemudian didistribusikan ke sejumlah rumah makan dan restoran di sekitar Kota Surakarta.

 

“HidroponikMu setiap harinya saat ini bisa panen dengan berbagai sayur semacam selada, bayam, kangkung, pakcoy, kale dan lain sebagainya didistribusikan di rumah makan, restoran sekitar Kota Surakarta,” ujar Teguh.

 

Tidak berhenti pada produksi, HidroponikMu juga dikembangkan sebagai pusat pembelajaran.

 

Menurut Teguh, sejumlah institusi pendidikan dan lembaga masyarakat memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat pendidikan dan pelatihan mengenai budidaya hidroponik.

 

Bahkan, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan program studi pertanian, perkebunan, agribisnis, dan bidang terkait menjadikan HidroponikMu sebagai lokasi magang, praktik kerja lapangan, penelitian, maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN).

 

“Ini menunjukkan keberadaan HidroponikMu bisa menjadi program unggulan,” katanya.

 

Sayuran Dibagikan Setiap Jumat

 

Program HidroponikMu juga memiliki dimensi sosial. Sebagian hasil panen dimanfaatkan untuk kegiatan berbagi sayuran kepada masyarakat.

 

Teguh mengatakan setiap Jumat terdapat program pembagian sayuran ke masjid maupun pondok pesantren.

 

Dengan demikian, budidaya hidroponik tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat syiar dan kepedulian sosial Muhammadiyah.

 

Menurut Teguh, model tersebut menunjukkan bahwa aset wakaf dapat dikembangkan menjadi program yang produktif sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Berpotensi Direplikasi di Daerah Lain

 

Keikutsertaan HidroponikMu dalam Expo CRM Jawa Tengah di Jepara diharapkan membuka peluang bagi cabang dan ranting Muhammadiyah di daerah lain untuk mengembangkan model serupa.

 

Teguh melihat banyak daerah memiliki aset tanah wakaf yang belum sepenuhnya dikembangkan secara produktif.

 

“Dalam arena Expo CRM Jawa Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Jepara ini semoga menjadi program percontohan di Jawa Tengah. Ini terbukti dari banyaknya animo pengunjung berbagai PCM maupun PDM dari berbagai daerah yang ingin mengembangkan budidaya tersebut,” ujarnya.

 

Ia menilai budidaya hidroponik relatif dapat disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Karena itu, lahan wakaf yang belum produktif berpotensi dikembangkan menjadi sumber manfaat ekonomi, pendidikan, dan sosial.

 

“Setiap daerah punya tanah wakaf yang bisa menjadi program wakaf produktif dengan program budidaya hidroponik ini,” kata Teguh.

 

Expo CRM Jawa Tengah akhirnya tidak sekadar menjadi ruang pamer program unggulan. Bagi PDM Kota Surakarta, kegiatan tersebut menjadi kesempatan menunjukkan bahwa penguatan cabang, ranting, dan masjid dapat berjalan beriringan dengan inovasi, pemberdayaan aset wakaf, pendidikan, serta kepedulian sosial.

 

HidroponikMu menjadi contoh bagaimana lahan yang sebelumnya belum produktif dapat diubah menjadi ruang produksi pangan, pusat edukasi, sarana penelitian, sekaligus media syiar yang memberi manfaat bagi masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!