SOLO, MENARA62.COM — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta berlangsung istimewa. Tidak hanya melibatkan siswa sebagai peserta, sejumlah mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Pendidikan Profesi Guru (PPL PPG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut mengambil peran sebagai petugas upacara.
Upacara digelar di halaman SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Senin (17/8/2026). Keterlibatan mahasiswa PPL PPG UMS tampak sejak awal hingga pelaksanaan inti upacara.
Sejumlah posisi penting, mulai dari pembaca protokol, pemimpin upacara, hingga petugas pengibar bendera, dipercayakan kepada mahasiswa PPL PPG UMS. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri dalam peringatan kemerdekaan sekaligus menjadi pengalaman nyata bagi calon guru untuk belajar menjalankan peran di lingkungan sekolah.
Perwakilan mahasiswa PPL PPG UMS, Reza, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam upacara HUT ke-81 RI merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus upaya menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air di lingkungan sekolah.
“Keikutsertaan mahasiswa PPL PPG UMS dalam upacara tidak hanya sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan sekolah, tetapi juga menjadi pengalaman nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteladanan sebagai calon guru profesional,” ujar Reza.
Belajar Menjadi Guru melalui Pengalaman Nyata
Menurut Reza, keterlibatan langsung dalam kegiatan sekolah memberikan kesempatan bagi mahasiswa PPL PPG untuk memahami kehidupan sekolah secara lebih utuh.
Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga berinteraksi dan terlibat dalam berbagai kegiatan yang membangun karakter peserta didik.
Melalui tugas sebagai petugas upacara, mahasiswa belajar menjalankan tanggung jawab, bekerja dalam tim, menjaga kedisiplinan, serta memberikan contoh sikap yang baik kepada siswa.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat belajar untuk menjadi bagian dari lingkungan sekolah serta memberikan contoh yang baik kepada peserta didik dalam menghargai perjuangan dan kemerdekaan bangsa,” katanya.
Keterlibatan mahasiswa juga menjadi sarana untuk menerapkan nilai-nilai yang selama ini dipelajari dalam pendidikan profesi guru. Sikap disiplin, tanggung jawab, komunikasi, kepemimpinan, dan keteladanan menjadi bagian penting dari proses pembentukan calon pendidik profesional.
Tanamkan Semangat Kemerdekaan kepada Siswa
Upacara HUT ke-81 RI di SD Muhammadiyah 24 Gajahan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi sarana memperkuat persatuan, kebersamaan, dan semangat belajar seluruh warga sekolah.
Semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti disiplin, kerja keras, saling menghargai, bertanggung jawab, dan berusaha memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Bagi siswa, kehadiran mahasiswa PPL PPG UMS sebagai petugas upacara juga memberikan pengalaman visual dan edukatif bahwa peringatan kemerdekaan dapat menjadi ruang belajar karakter.
Sementara bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses mempersiapkan diri sebelum sepenuhnya terjun sebagai pendidik.
Reza menilai seorang guru tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengajar. Guru juga harus mampu menjadi teladan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sekolah.
“Bagi mahasiswa PPL PPG UMS, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk membangun karakter sebagai pendidik yang tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam sikap dan perilaku,” ujarnya.
Ia berharap semangat kemerdekaan yang tercermin dalam upacara tersebut dapat terus diterapkan oleh seluruh warga sekolah, baik dalam kegiatan belajar mengajar maupun kehidupan sehari-hari di masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa PPL PPG UMS dalam upacara HUT ke-81 RI pun menjadi contoh kolaborasi antara program pendidikan calon guru dan lingkungan sekolah. Dari halaman sekolah, nilai nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteladanan tidak hanya disampaikan melalui materi, tetapi dipraktikkan secara langsung. (*)

