33.1 C
Jakarta

Menag Malaysia Soroti Potensi Kolaborasi Kemanusiaan Muhammadiyah

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Menteri di Jabatan Perdana Menteri (JPM) bidang Hal Ehwal Agama Malaysia, Zulkifli bin Hasan, menyebut Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk memperkuat kolaborasi kemanusiaan dan pendidikan antara Indonesia dan Malaysia.

 

Hal itu disampaikan Zulkifli saat mengunjungi Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jakarta, Sabtu (22/8/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama Bendahara Umum Hilman Latief, Sekretaris M. Izzul Muslimin, Ketua Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) Imam Addaruqutni, serta Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umroh M. Ziyad.

 

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab. Kedua pihak membahas sejumlah isu, mulai dari hubungan Indonesia-Malaysia, perilaku keagamaan generasi Z, hingga peluang kolaborasi dalam bidang kemanusiaan dan pendidikan.

 

Haedar Nashir mengatakan hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki fondasi kuat karena kesamaan budaya, sejarah, serta ikatan keislaman.

 

“Kami juga tadi berbincang sambil santai tentang kesamaan yang lekat erat antara Muhammadiyah, Indonesia dengan Malaysia. Sebangsa serumpun, tetapi juga diikat oleh iman, keislaman yang sama-sama kokoh,” kata Haedar.

 

Menurut Haedar, berbagai kesamaan tersebut menjadi modal penting untuk membangun kerja sama jangka panjang antara Muhammadiyah dan Malaysia.

 

Untuk menindaklanjuti hasil pertemuan, PP Muhammadiyah berencana membentuk tim khusus. Muhammadiyah juga akan menyiapkan kunjungan balasan ke Malaysia sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan kedua pihak.

 

Zulkifli Sebut Kunjungan Bersejarah

 

Zulkifli menyampaikan apresiasi atas sambutan PP Muhammadiyah. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai kunjungan yang bersejarah karena dirinya diterima langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah.

 

Menurut Zulkifli, pertemuan itu membuka peluang lebih luas untuk memperkuat hubungan Muhammadiyah dengan Malaysia, terutama dalam kerja-kerja sosial dan kemanusiaan.

 

“Alhamdulillah, kita melihat potensi kolaborasi, kerjasama, dan juga bagaimana untuk kita memperkukuhkan lagi hubungan Muhammadiyah dan juga Malaysia,” ujar Zulkifli.

 

Ia berharap hubungan tersebut tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi berkembang menjadi kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Zulkifli menyebut penguatan hubungan tersebut dapat diwujudkan melalui silaturahmi, silatul fikri atau pertukaran pemikiran, serta silatul fi’li melalui aksi dan kerja nyata.

 

“Bagaimana kita boleh melakukan kerja-kerja untuk kebaikan dan untuk kerja-kerja untuk kemanusiaan,” ungkapnya.

 

Apresiasi Peran Kemanusiaan Muhammadiyah

 

Dalam pertemuan tersebut, Zulkifli juga mendorong Muhammadiyah untuk terus memperluas kiprah kemanusiaan secara inklusif.

 

Ia mengapresiasi berbagai kontribusi Muhammadiyah dalam kerja-kerja kemanusiaan yang dinilai selalu relevan dan berada di garis depan ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

 

Menurutnya, pengalaman dan jaringan Muhammadiyah menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi kemanusiaan yang lebih luas, termasuk dengan berbagai pihak di Malaysia.

 

Kerja sama kedua pihak juga akan segera diarahkan pada sektor pendidikan. Dalam waktu dekat, Universiti Antarabangsa Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) Malaysia akan menjalin kerja sama dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA).

 

Kolaborasi pendidikan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas kerja sama kelembagaan sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik antara Indonesia dan Malaysia.

 

Pertemuan PP Muhammadiyah dan pemerintah Malaysia itu menjadi momentum untuk mempererat hubungan masyarakat kedua negara yang memiliki kedekatan sejarah, budaya, dan keagamaan. Dari hubungan tersebut, kedua pihak mendorong agar silaturahmi berkembang menjadi kolaborasi konkret di bidang pendidikan dan kemanusiaan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!