29.5 C
Jakarta

Dosen UMS Raih Apresiasi Khusus dari PPKn UPI

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac id/ (UMS), Obby Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd., Ph.D., meraih Apresiasi Khusus Capaian Studi dan Kolaborasi Internasional dari Departemen PPKn Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

 

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka Dies Natalis ke-72 PPKn UPI sekaligus Reuni Akbar Alumni PPKn UPI angkatan 1975–2021, Sabtu (15/8/2026).

 

Apresiasi tersebut menjadi bentuk pengakuan atas capaian akademik sekaligus kiprah Obby dalam membangun jejaring dan kolaborasi akademik internasional.

 

Perjalanan akademik internasional Obby telah dimulai sejak menempuh pendidikan di bidang PPKn. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 pada 2014, ia melanjutkan studi S2 pada 2015.

 

Ketertarikannya terhadap pengalaman akademik internasional semakin berkembang ketika mengikuti seleksi sebagai asisten di Pusat Studi Australia bersama Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si.

 

Saat menjadi asisten, Obby terlibat dalam berbagai kerja sama dengan perguruan tinggi di Australia. Ia turut mendampingi mahasiswa Flinders University dan Monash University Melbourne yang berkunjung ke Indonesia untuk mempelajari budaya, bahasa, serta kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

 

“Dari situ mulai banyak membangun networking dengan berbagai macam mitra di luar negeri. Setelah mereka kembali, kami tetap keep in touch. Dari situ banyak peluang untuk mendapatkan research grant, community service grant, maupun academic visit,” jelas Obby, Jumat (21/8/2026).

 

Pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi Obby dalam memperluas jejaring akademik internasional. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan doktoral di Universiti Malaya, Kuala Lumpur, pada 2025.

 

Bangun Kepercayaan dengan Mitra Internasional

 

Menurut Obby, membangun kepercayaan atau trust menjadi kunci dalam menjaga hubungan dengan mitra internasional. Jejaring yang telah terbentuk perlu dirawat melalui aktivitas akademik yang berkelanjutan.

 

Kolaborasi penelitian, workshop, pelatihan, maupun berbagai kegiatan akademik lainnya dinilai mampu menjaga hubungan sekaligus membuka peluang kerja sama baru.

 

“Kalau kita jalin dengan kolaborasi untuk penelitian, workshop, ataupun kegiatan akademik, hubungan itu akan terjaga atau bahkan semakin berkembang,” ujarnya.

 

Dari jejaring tersebut, Obby telah memperoleh sejumlah hibah penelitian dan kegiatan akademik internasional. Salah satunya berasal dari Sasakawa Young Leaders Fellowship Fund senilai sekitar 25.000 dolar AS pada 2023.

 

Ia juga memperoleh hibah dari Tokyo Foundation dan Nippon Foundation, serta dukungan dari Journal of Moral Education untuk kegiatan pelatihan penulisan ilmiah.

 

Obby menegaskan, capaian tersebut tidak diperoleh secara instan. Keberanian mencoba dan konsistensi menjadi bagian penting dalam membangun karier akademik di tingkat internasional.

 

“Tidak semuanya langsung tiba-tiba. Ada beberapa yang harus mencoba dua kali atau bahkan tiga kali baru berhasil mendapatkan hibah penelitian internasional, pengabdian, konferensi, atau pelatihan,” ungkapnya.

 

Bawa International Exposure ke Mahasiswa UMS

 

Pengalaman internasional yang dimiliki Obby kemudian diterapkan dalam aktivitasnya sebagai dosen UMS. Ia berupaya memberikan international exposure kepada mahasiswa PPKn dengan menghadirkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi luar negeri sebagai narasumber maupun visiting lecturer.

 

Beberapa akademisi yang pernah dihadirkan berasal dari University of Birmingham, Inggris, National Institute of Education (NIE) Singapura, dan University of Hong Kong.

 

Salah satu kegiatan terbaru menghadirkan Dr. Nurdiana dari NIE yang terafiliasi dengan Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajak membahas etika pendidikan di Singapura dan Indonesia.

 

“Beberapa orang saya hadirkan untuk menjadi narasumber atau visiting lecturer. Harapannya mahasiswa UMS juga punya international exposure,” tuturnya.

 

Selain kegiatan pembelajaran, Obby juga mendorong mahasiswa terlibat dalam penelitian, publikasi, dan pengabdian internasional.

 

Mahasiswa UMS turut memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan internasional, di antaranya melalui program pengabdian kepada masyarakat di Kuala Lumpur serta kegiatan akademik di Thailand.

 

Menurut Obby, jejaring internasional juga memberikan dampak terhadap pengembangan program studi. Kolaborasi dapat diarahkan untuk penelitian bersama, publikasi internasional, hingga peningkatan rekognisi Program Studi PPKn dan FKIP UMS.

 

Ia juga menekankan pentingnya membawa nama institusi dalam setiap aktivitas akademik. Setiap kali memperoleh undangan dari perguruan tinggi lain, ia selalu memperkenalkan UMS sebagai bagian dari upaya memperkuat rekognisi universitas.

 

“Saya selalu membawa nama UMS. Karena memang penting untuk rekognisi program studi dan kampus,” tegasnya.

 

Saat ini, Obby juga aktif memenuhi undangan akademik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Terbuka, UPI, hingga Universitas Lampung (UNILA).

 

Penghargaan Jadi Motivasi Perkuat Kolaborasi

 

Bagi Obby, penghargaan dari Departemen PPKn UPI memiliki makna khusus. Apalagi apresiasi tersebut diberikan dalam momentum Dies Natalis dan Reuni Akbar PPKn UPI yang mempertemukan akademisi serta alumni PPKn dari berbagai generasi.

 

Sebagai dosen perguruan tinggi swasta, penghargaan tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kiprah PPKn UMS di tengah jejaring akademik nasional.

 

“Bermaknanya itu bagaimana kita mempromosikan PPKn UMS di depan yang lain. Bahwa kita punya sesuatu yang tidak kalah hebat dengan yang lain,” katanya.

 

Obby berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian personal. Ia ingin apresiasi tersebut menjadi motivasi untuk terus memperluas jejaring dan kolaborasi internasional sekaligus membawa nama baik UMS di tingkat nasional dan global.

 

“Alhamdulillah saya bisa membawa nama institusi di tengah senior-senior dan sejawat dari PPKn seluruh Indonesia. Mudah-mudahan ini bisa membawa nama baik universitas maupun prodi di luar sana,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!