SOLO, MENARA62.COM — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengembangkan inovasi deodoran berbasis bioteknologi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). Produk bernama BIOSHIELD-DEO tersebut memadukan metabolit Lactobacillus dan ekstrak daun sirih untuk membantu menghambat bakteri penyebab bau badan sekaligus menjaga keseimbangan mikrobioma kulit.
BIOSHIELD-DEO dikembangkan dalam bentuk deodoran balm dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pengendalian bau badan, tetapi juga memperhatikan ekosistem alami kulit atau skin microbiome.
Tim PKM-K UMS terdiri atas Putri Sanjita Alcha sebagai ketua, Irbah Afiifah Zahra, dan Dyah Ayu Oki Rahmadhani dari Program Studi Biologi. Tim tersebut juga melibatkan Nadya Putri Adisty dan Nandifa Azzahra Salsabila dari Program Studi Farmasi, dengan pendampingan Endang Setyaningsih, S.Si., M.Si., Ph.D.
“BIOSHIELD-DEO merupakan inovasi deodoran balm berbahan dasar bioteknologi postbiotik dan ekstrak bahan alam lokal yang dikembangkan untuk mengatasi bau badan tanpa menyumbat pori-pori sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem alami kulit ketiak,” jelas Putri, Rabu (26/8/2026).
Padukan Postbiotik dan Daun Sirih
BIOSHIELD-DEO menggunakan dua bahan utama, yakni Lactobacillus Ferment Lysate sebagai bahan postbiotik dan ekstrak daun sirih.
Tim menjelaskan, Lactobacillus Ferment Lysate dikembangkan untuk membantu menghambat kolonisasi bakteri yang berkaitan dengan bau badan sekaligus mendukung keseimbangan mikrobioma kulit.
Sementara itu, ekstrak daun sirih dimanfaatkan karena mengandung sejumlah senyawa, antara lain eugenol dan kavikol, yang menurut tim dapat membantu menekan bakteri penyebab bau.
Kombinasi kedua bahan tersebut menjadi pendekatan yang ditawarkan tim dalam mengembangkan produk perawatan kulit ketiak berbasis teknologi postbiotik dan bahan alam lokal.
Konsep tersebut juga menjadi pembeda BIOSHIELD-DEO karena pengembangan produk tidak semata-mata diarahkan untuk menekan bau badan, tetapi turut mempertimbangkan kondisi ekosistem alami kulit.
Deodoran Balm dengan Dua Varian
Dari sisi penggunaan, BIOSHIELD-DEO dirancang dalam bentuk balm agar praktis digunakan sehari-hari.
“BIOSHIELD-DEO juga dikembangkan dengan mempertimbangkan kepraktisan penggunaan. Produk berbentuk deodoran balm tersebut digunakan dengan cara dioleskan secara tipis dan merata pada kulit ketiak yang bersih dan kering, kemudian dibiarkan hingga meresap,” kata Putri.
Produk tersebut tersedia dalam dua varian aroma, yakni lemon dan rose. BIOSHIELD-DEO dibanderol dengan harga Rp22.000 per produk.
Tim mengembangkan produk dengan mempertimbangkan mutu serta penggunaan bahan yang ditujukan agar tetap ramah terhadap ekosistem alami kulit ketiak.
Dorong Inovasi Perawatan Diri
Melalui BIOSHIELD-DEO, mahasiswa UMS berupaya menggabungkan bioteknologi postbiotik, bahan alam lokal, dan pendekatan mikrobioma kulit dalam satu produk perawatan diri.
Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan upaya mahasiswa lintas bidang Biologi dan Farmasi dalam menerjemahkan pengetahuan akademik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan potensi kewirausahaan.
Melalui program PKM-K, tim berharap BIOSHIELD-DEO dapat menjadi alternatif produk deodoran yang mengedepankan inovasi bioteknologi sekaligus pemanfaatan bahan alam lokal. (*)
