33.5 C
Jakarta

FGM Jateng Dorong Guru Muhammadiyah Berinovasi dan Berdampak

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jawa Tengah menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dengan membawa semangat memperkuat eksistensi, jejaring, dan kompetensi guru Muhammadiyah. Mengusung tema “Guru Muhammadiyah Berkemajuan: Bersinergi, Berinovasi, dan Berdampak”, kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Moh Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (26/8/2026).

 

Rakerwil diikuti pengurus FGM dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Ketua FGM Jawa Tengah Bambang Kusmiyanto, S.Pd., M.Pd., menyebut jumlah peserta mencapai sekitar 250 hingga 280 orang.

 

Menurut Bambang, Rakerwil menjadi momentum untuk menggelorakan kembali keberadaan FGM di tengah masyarakat. Organisasi profesi guru tersebut diharapkan tidak hanya semakin kuat di lingkungan internal Muhammadiyah, tetapi juga semakin dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

 

“Hari ini kita Forum Guru Muhammadiyah se-Jawa Tengah mengadakan rapat kerja wilayah yang diikuti oleh seluruh pengurus FGM kabupaten kota. Ada 35 kabupaten kota dengan peserta sekitar 250-an,” ujar Bambang.

 

Ia mengatakan, penguatan eksistensi FGM menjadi salah satu latar belakang utama pelaksanaan Rakerwil.

 

“Kita ingin menggelorakan kembali agar eksistensi FGM di Jawa Tengah khususnya terus semakin bagus, semakin meningkat, semakin terlihat, tidak hanya dari kalangan Muhammadiyah saja, tapi juga dari masyarakat banyak,” tegasnya.

 

FGM Fokus Perkuat Kompetensi Guru

 

Rakerwil tersebut menghadirkan Ketua FGM Pusat Sutomo, M.Ag. sebagai salah satu tokoh yang membakar semangat peserta. Ia menegaskan pentingnya konsolidasi dan penguatan jejaring untuk meningkatkan kompetensi guru Muhammadiyah.

 

Sutomo mengatakan, FGM merupakan organisasi profesi guru yang telah terdaftar di Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen RI. Status tersebut, menurutnya, menjadi motivasi bagi FGM untuk terus meningkatkan kontribusi bagi guru Muhammadiyah.

 

“Tentu ini menjadi motivasi kita konsolidasi, komunikasi dan terus membangun jejaring dalam upaya meningkatkan kompetensi guru-guru Muhammadiyah,” kata Sutomo.

 

Ia menegaskan, FGM Pusat akan terus memberikan dukungan kepada guru Muhammadiyah agar mampu berkembang melalui kreativitas dan inovasi.

 

“Forum Guru Muhammadiyah akan terus memberikan support, dorongan dalam berkreativitas, berinovasi, tentu harus membawa dampak pada guru Muhammadiyah di Indonesia,” ujarnya.

 

Menurut Sutomo, penguatan kapasitas guru pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas sekolah Muhammadiyah. Karena itu, FGM didorong menjadi ruang bersama untuk melahirkan berbagai gagasan dan gerakan yang dapat diterapkan di sekolah.

 

“Ini yang saat ini kita ingin memberikan motivasi yang konkret kepada teman-teman guru Muhammadiyah, khususnya di Jawa Tengah. Insyaallah akan terus berupaya menjadikan sekolah unggul berkemajuan,” katanya.

 

Guru Jadi Penentu Kemajuan Pendidikan

 

Dukungan terhadap Rakerwil juga disampaikan Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Rohmat Suprapto, S.Ag., M.Si.

 

Rohmat memberikan apresiasi atas terselenggaranya Rakerwil FGM Jawa Tengah. Ia berharap forum tersebut menghasilkan dampak nyata bagi guru, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan, kompetensi, dan kemampuan berinovasi.

 

“Ucapan terima kasih dan tahniah atas terselenggaranya kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan FGM ini memiliki dampak nyata bagi guru supaya guru dapat tersantuni dan dapat melakukan inovasi-inovasi bagi kemajuan guru sebagai tulang punggung yang amat penting bagi pendidikan Muhammadiyah,” tuturnya.

 

Rohmat menekankan posisi strategis guru dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Ia mengutip sebuah mahfuzat Arab yang menggambarkan betapa pentingnya peran guru dalam proses pendidikan.

 

Menurutnya, guru memiliki peran yang sangat substantif dalam kegiatan pembelajaran dan kemajuan pendidikan anak.

 

“Guru itu memiliki peran penting daripada kurikulum. Artinya guru menjadi bagian yang sangat substantif bagi kegiatan pembelajaran kemajuan pendidikan anak-anak kita,” jelasnya.

 

UMS Perkuat Ekosistem Pendidikan Muhammadiyah

 

Dalam Rakerwil tersebut, Wakil Rektor III UMS Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag. hadir sebagai keynote speaker. Kehadiran UMS menjadi bagian dari penguatan sinergi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan jaringan pendidikan dasar serta menengah Muhammadiyah.

 

Rakerwil FGM Jawa Tengah tidak hanya menjadi forum evaluasi dan penyusunan program kerja, tetapi juga ruang konsolidasi bagi guru dari berbagai daerah. Pertemuan tersebut diharapkan memperkuat komunikasi antarpengurus sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.

 

Tema “Bersinergi, Berinovasi, dan Berdampak” menjadi penegasan arah gerakan FGM Jawa Tengah untuk menjadikan guru bukan sekadar pelaksana pembelajaran, melainkan penggerak perubahan di sekolah dan masyarakat.

 

Dengan keterlibatan 35 kabupaten/kota, FGM Jawa Tengah menargetkan jejaring guru Muhammadiyah semakin solid. Penguatan kompetensi, kreativitas, inovasi, dan kolaborasi diharapkan mampu bermuara pada lahirnya sekolah-sekolah Muhammadiyah yang semakin unggul dan berkemajuan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!