SOLO, MENARA62.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menggelar Pengajian Spesial Hari Bermuhammadiyah dengan mengangkat tema “Inspirasi HUT Kemerdekaan ke-81 RI untuk Jihad Masa Kini”, Ahad (30/8/2026).
Pengajian menghadirkan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr KH Tafsir, M.A., sebagai pemateri. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kader Muhammadiyah agar mampu menghadapi tantangan zaman melalui penguasaan ilmu, penguatan karakter, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua PDM Kota Surakarta, KH Drs. Anwar Sholeh, M.Hum., dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia Muhammadiyah, khususnya kader.
Menurut Anwar, kaderisasi tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan organisasi, tetapi juga harus dibangun dengan fondasi keilmuan yang kuat.
Ia menyoroti pentingnya penguasaan ilmu alat seperti nahwu, sharaf, dan balaghah sebagai bekal memahami sumber-sumber keislaman secara lebih mendalam.
Penguasaan ilmu tersebut dinilai penting agar kader Muhammadiyah tidak hanya memiliki semangat berorganisasi, tetapi juga mempunyai kapasitas intelektual dan keagamaan yang memadai.
Sekolah Kader Berbasis Asrama
Dalam kesempatan tersebut, PDM Kota Surakarta juga memperkenalkan pengembangan sekolah kader berbasis asrama melalui SMP dan Madrasah Aliyah Boarding School Muhammadiyah di Solo.
Program tersebut diarahkan menjadi salah satu instrumen kaderisasi generasi muda Muhammadiyah dengan memadukan pendidikan akademik, pembinaan keislaman, dan penguatan karakter dalam lingkungan asrama.
Model pendidikan berbasis asrama diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki kesiapan keilmuan sekaligus spiritual untuk menjawab tantangan masa depan.
Anwar menilai investasi terbesar Muhammadiyah bukan hanya pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga pengembangan manusia yang akan melanjutkan perjuangan organisasi.
Karena itu, penguatan kader menjadi agenda strategis agar Muhammadiyah di Surakarta semakin maju dan unggul.
Jihad Masa Kini Bukan Sekadar Slogan
Tema pengajian yang mengaitkan kemerdekaan Indonesia dengan “jihad masa kini” menjadi refleksi bahwa perjuangan generasi saat ini memiliki bentuk yang berbeda dengan perjuangan merebut kemerdekaan.
Jika generasi terdahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan, kader Muhammadiyah masa kini dituntut mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan berbagai amal usaha.
Semangat tersebut sejalan dengan karakter Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang menempatkan ilmu dan amal sebagai bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat.
Pengajian juga menjadi ruang konsolidasi berbagai unsur Muhammadiyah di Kota Surakarta.
Sejumlah pimpinan organisasi otonom seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Tapak Suci, dan Hizbul Wathan (HW) turut hadir.
Selain itu, hadir para direktur rumah sakit Muhammadiyah, rektor perguruan tinggi Muhammadiyah, serta kepala sekolah dari jenjang TK hingga SMA dan madrasah di Kota Surakarta.
Konsolidasi Kader untuk Muhammadiyah Berkemajuan
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi lintas bidang dalam membangun kekuatan Muhammadiyah.
Pendidikan, kesehatan, organisasi otonom, dan amal usaha menjadi bagian yang saling terkait dalam membangun ekosistem kaderisasi.
Sementara itu, kehadiran KH Tafsir sebagai Ketua PWM Jawa Tengah memberikan penguatan bagi kader Muhammadiyah di Surakarta. Di tengah agenda organisasi yang padat di tingkat daerah, nasional, hingga internasional, kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap agenda penguatan kader di daerah.
PDM Kota Surakarta berharap pengajian Hari Bermuhammadiyah tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menyiapkan generasi Muhammadiyah yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan solusi bagi persoalan masyarakat.
Dengan fondasi keilmuan, kaderisasi yang terarah, dan sinergi antarunsur organisasi, Muhammadiyah Surakarta didorong terus bergerak menjadi organisasi yang semakin maju dan berkemajuan dalam menghadapi tantangan zaman. (*)
