SOLO, MENARA62.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta mencanangkan pembuatan sumur dalam untuk memenuhi kebutuhan air di Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah 2 dan masyarakat sekitar Kadipiro, Surakarta, Sabtu (29/8/2026).
Pencanangan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadirkan sumber air yang sehat dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya ditujukan bagi penghuni panti, tetapi juga warga sekitar yang menghadapi persoalan ketersediaan air.
Ketua PDM Kota Surakarta, KH Drs. Anwar Sholeh, M.Hum., mengatakan pembangunan sumur dalam merupakan bentuk gotong royong antara panti asuhan, masyarakat, dan berbagai unsur Muhammadiyah.
Menurut Anwar, semangat pembangunan sumur tersebut sejalan dengan prinsip Islam berkemajuan, khususnya nilai Islam rahmatan lil alamin yang mengedepankan kemanfaatan bagi seluruh masyarakat.
“Islam rahmatan lil alamin itu bagaimana keberadaan kita memberikan rahmat dan manfaat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat sekitar,” ujarnya dalam sambutannya.
Tak Hanya untuk Panti
Anwar menegaskan, keberadaan sumur dalam tersebut dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Selain memenuhi kebutuhan air Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah 2, sumber air itu diharapkan membantu masyarakat sekitar Kadipiro.
Kebutuhan tersebut semakin penting karena sebagian warga mengalami persoalan suplai air setelah adanya proyek pembangunan besar di lingkungan sekitar.
“Sumur ini bukan hanya untuk panti, tetapi juga untuk masyarakat yang membutuhkan. Inilah bentuk nyata bagaimana kita menghadirkan kemanfaatan bersama,” kata Anwar.
Ia menilai persoalan air merupakan kebutuhan dasar yang membutuhkan perhatian dan kerja bersama. Karena itu, kolaborasi antara lembaga Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, panti, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam merealisasikan program tersebut.
Terinspirasi Kepedulian Utsman bin Affan
Dalam sambutannya, Anwar juga mengaitkan gerakan penyediaan sumber air tersebut dengan teladan Khalifah Utsman bin Affan.
Kisah Utsman bin Affan yang membeli sumur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, menurut Anwar, menjadi salah satu inspirasi penting dalam membangun kepedulian sosial umat Islam.
Semangat tersebut dinilai relevan untuk diterapkan dalam konteks kehidupan masyarakat saat ini.
“Ini bukan sekadar membuat sumur. Ada semangat untuk memberikan manfaat kepada orang lain dan menolong sesama,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan sumur tersebut menjadi bagian dari amal sosial yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Lazismu dan MDMC Turut Bergerak
Program pembuatan sumur dalam tersebut melibatkan sejumlah unsur Muhammadiyah. Lazismu turut memberikan dukungan melalui donasi, sementara Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dilibatkan dalam pelaksanaan teknis di lapangan.
Dukungan dari berbagai lembaga tersebut menjadi bagian dari semangat kolaborasi untuk memastikan pembangunan sumur dapat berjalan dengan baik dan sesuai target.
Anwar berharap seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga segera digunakan oleh panti dan masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen juga menunjukkan bahwa gerakan sosial keumatan membutuhkan sinergi, mulai dari penggalangan dana, pelaksanaan teknis, hingga pengelolaan dan pemanfaatan hasil pembangunan.
Dari Gotong Royong untuk Kemanfaatan
Pencanangan sumur dalam di Kadipiro sekaligus menjadi momentum memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Anwar mengajak seluruh pihak untuk terus menghidupkan semangat tolong-menolong dalam kebaikan sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi menjadi inspirasi bagi gerakan sosial lainnya.
“Semangatnya adalah saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Mudah-mudahan pembangunan ini selesai dengan baik dan memberikan manfaat seluas-luasnya,” katanya.
Dengan hadirnya sumur dalam tersebut, Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah 2 dan masyarakat sekitar Kadipiro diharapkan memiliki sumber air alternatif yang lebih berkelanjutan.
Lebih dari sekadar fasilitas, sumur tersebut diharapkan menjadi simbol kolaborasi dan kepedulian sosial Muhammadiyah dalam menerjemahkan nilai Islam rahmatan lil alamin ke dalam aksi nyata. (*)

