32.3 C
Jakarta

Zulhas : Kebijakan Pemerintah untuk Program yang Menyentuh kebutuhan dasar

Baca Juga:

Bandung_Menara62.Com  – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan mengatakan bahwa kebijakan pemerintah diarahkan pada program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan memberikan manfaat secara langsung.

Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan. Termasuk dalam memastikan ketersediaan pangan yang layak dan bergizi. Ia mencontohkan program makan bergizi gratis yang saat ini menyasar pelajar di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut, kata Zulkifli, menjadi salah satu upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus mendukung tumbuh kembang dan aktivitas belajar mereka.

Zulkifli menilai semangat kepedulian terhadap masyarakat juga memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai sosial yang selama ini dikembangkan Muhammadiyah. Ia mengaitkannya dengan teologi Al-Ma’un yang menjadi salah satu landasan gerakan sosial Muhammadiyah.

Menurutnya, perhatian terhadap anak yatim, kaum duafa, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan merupakan bentuk kepedulian sosial yang perlu terus dipelihara.        “Program-program seperti ini harus terus kita perjuangkan dan pertahankan. Jangan sampai ketika kepemimpinan berganti, program-program yang mendasar bagi masyarakat ikut hilang,” kata Zulkifli dalam Rakornas Dewan Perwakilan Mahasiswa PTMA I Tahun 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus UM Bandung, Jumat (28/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli juga menekankan pentingnya target swasembada pangan yang tengah didorong pemerintah. Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari dalam negeri bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan berkaitan dengan kemandirian dan kehormatan bangsa.

“Swasembada itu kehormatan bangsa. Petani juga akan merasa dihargai. Jangan sampai kita harus membeli beras dari negara lain. Ini tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto berharap Rakornas DPM PTMA tidak berhenti sebagai forum konsolidasi mahasiswa. Ia ingin forum ini jadi ruang untuk melahirkan gagasan sekaligus mendorong mahasiswa berani mengambil peran sebagai agen perubahan.

Herry juga mendorong pemerintah, khususnya Kemenko Bidang Pangan, untuk terus memperkuat perhatian terhadap persoalan pangan. Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan mendasar yang harus menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.

“Persoalan pangan tidak bisa digantikan dengan apa pun. Berbeda dengan bidang lain yang mungkin masih bisa ditunda. Oleh karena itu, pemerintah dan perguruan tinggi perlu terus mendorong inovasi yang berkaitan dengan pangan,” kata Herry.

Selain pangan, Herry berharap pemerintah konsisten memperhatikan sektor pendidikan, termasuk keberlangsungan pendidikan yang dikelola PTMA. Dukungan terhadap pendidikan, termasuk melalui program beasiswa, dinilai penting agar semakin banyak generasi muda memiliki kesempatan mengembangkan potensi dan berkontribusi bagi bangsa.

Usai menyampaikan materi, Zulkifli berkeliling melihat sejumlah fasilitas di UM Bandung. Ia juga mengajak para orang tua mempertimbangkan UM Bandung sebagai salah satu pilihan pendidikan tinggi bagi anak-anak mereka.

Menurut Zulkifli, UM Bandung merupakan salah satu perguruan tinggi yang baik di Jawa Barat dan dapat menjadi tempat bagi mahasiswa untuk mengembangkan ilmu sekaligus mengejar cita-cita. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto yang dinilainya memiliki pengalaman dalam mengelola lembaga pendidikan.

Bersama Herry dan Kaprodi Teknologi Pangan, Zulkifli kemudian meninjau Laboratorium Teknologi Pangan. Di sana, ia mendapat penjelasan mengenai hanjeli dan berbagai produk yang dapat dikembangkan dari komoditas pangan lokal tersebut.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!