31.9 C
Jakarta

Klinik ‘Aisyiyah Kupang Layani Warga Terdampak Gempa Flores

Baca Juga:

MANGGARAI TIMUR, MENARA62.COM — Klinik ‘Aisyiyah Kupang turut memperkuat respons kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak 21 Agustus 2026, klinik tersebut mengirimkan dua tenaga perawat untuk memberikan pelayanan medis di Manggarai Timur.

 

Kedua perawat ditempatkan di Posko Desa Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur. Mereka bergabung dalam layanan kemanusiaan bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah NTT dan Muhammadiyah Kupang.

 

Dalam menjalankan tugas, tim medis berada di bawah koordinasi dr. Baim Sangaji IMT dari Klinik Utama Muhammadiyah Ende.

 

Salah satu perawat Klinik ‘Aisyiyah Kupang yang bertugas, Syfa Putri, mengatakan kondisi Desa Dampek masih membutuhkan perhatian serius. Kerusakan akibat gempa membuat sebagian besar warga harus menjalani kehidupan dalam kondisi terbatas.

 

“Situasi di Desa Dampek, sekitar 70 persen bangunan rata dengan tanah. Masyarakat mengalami trauma dan sangat membutuhkan penanganan trauma healing,” ujar Putri, Selasa (1/9/2026).

 

Warga Hadapi Cuaca Ekstrem

 

Selain pemulihan psikologis, kondisi kesehatan warga menjadi perhatian utama tim medis. Sejumlah warga masih tinggal di bawah terpal maupun di dalam tenda dengan fasilitas istirahat yang terbatas.

 

Kondisi tersebut diperberat cuaca yang ekstrem. Pada siang hari, warga harus menghadapi suhu yang sangat panas, sedangkan malam hari terasa dingin.

 

Kualitas istirahat yang kurang memadai kemudian memicu berbagai keluhan kesehatan. Tim medis menemukan warga dengan keluhan demam, batuk, pilek hingga pusing.

 

“Banyak keluhan seperti demam, batuk, pilek, dan pusing karena kualitas istirahat yang kurang,” ungkap Putri.

 

Situasi psikologis warga juga belum sepenuhnya pulih. Gempa susulan yang masih terjadi membuat sebagian masyarakat kembali teringat pada gempa utama berkekuatan 7,7 SR.

 

Getaran susulan bahkan memunculkan kembali rasa takut dan kekhawatiran di tengah warga. Karena itu, menurut Putri, pelayanan kesehatan di lokasi bencana tidak semata-mata berkaitan dengan pengobatan fisik.

 

Hadirkan Rasa Aman bagi Penyintas

 

Bagi tim medis, kehadiran di tengah masyarakat terdampak juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan rasa aman dan dukungan psikologis. Pendampingan diperlukan agar warga dapat melewati masa pemulihan setelah mengalami bencana dan kehilangan.

 

Putri berharap kondisi masyarakat Flores segera membaik. Ia berharap pemulihan berlangsung secara bertahap, baik dari sisi kesehatan fisik maupun psikologis.

 

“Harapannya untuk keluarga kami di Flores, semoga keadaan segera membaik. Luka trauma perlahan sembuh. Semoga selalu ada keselamatan dan kekuatan yang baru untuk tetap tangguh dalam situasi apa pun,” tuturnya.

 

Ia juga menyampaikan doa dan dukungan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores agar dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan.

 

“Doa terbaik kami selalu kami berikan untuk basodara semua di Flores. Semoga NTT-ku cepat kembali pulih,” pungkas Putri.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!