31.9 C
Jakarta

PPK Ormawa HMP PTI UMS Dorong Petani Kopi Naikkan Nilai Jual

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Petani kopi Desa Seboto, Boyolali, didorong tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan biji kopi berkualitas. Penguatan proses pascapanen dan strategi pemasaran dinilai menjadi kunci agar kopi lokal memiliki nilai tambah sekaligus mampu menembus pasar yang lebih luas.

 

Dorongan tersebut diberikan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Pelatihan Pasca Panen Kopi.

 

Kegiatan yang berlangsung di lahan perkebunan kopi Desa Seboto pada 22 Juli 2026 itu menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026.

 

Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman petani bahwa keberhasilan usaha kopi tidak hanya ditentukan dari hasil panen. Cara menangani hasil pascapanen hingga kemampuan memasarkan produk turut menentukan nilai ekonomi kopi yang dihasilkan.

 

Narasumber pelatihan, Alam Wulang Kautsar, anggota Tim PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026 sekaligus Founder dan CEO TO Coffee, membagikan pengalaman tentang perkembangan industri kopi di Indonesia.

 

Alam merupakan pelaku usaha penyediaan biji kopi dan pengolahan atau roasting yang produknya didistribusikan ke berbagai kafe dan restoran.

 

Ia mengatakan meningkatnya budaya minum kopi membuka peluang pasar yang semakin besar bagi petani.

 

“Meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya minum kopi serta berkembangnya industri yang membuka peluang pasar menjadi semakin luas bagi para petani kopi,” kata Alam, Rabu (2/9/2026).

 

Menurut dia, peluang tersebut perlu diikuti peningkatan kualitas produk dan strategi pemasaran agar kopi petani dapat menjangkau konsumen secara lebih luas.

 

Petani Didorong Pahami Pasar

 

Dalam pelatihan, petani tidak hanya mendapatkan materi mengenai potensi industri kopi, tetapi juga strategi meningkatkan nilai tambah produk.

 

Beberapa hal yang dibahas antara lain menjaga konsistensi kualitas biji kopi, memahami kebutuhan pasar, membangun identitas produk, serta membuka kerja sama dengan pelaku usaha kopi.

 

Kerja sama dapat dilakukan dengan kafe, roastery, maupun distributor yang memiliki akses pasar lebih luas.

 

Pemahaman terhadap rantai pasar tersebut penting agar petani tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi memiliki posisi lebih kuat dalam menentukan nilai ekonomi produk kopinya.

 

Para peserta juga diajak melihat perkembangan industri kopi sebagai peluang yang dapat dikembangkan dari potensi lokal Desa Seboto.

 

Antusiasme petani terlihat selama pelatihan berlangsung. Diskusi dan sesi tanya jawab berjalan interaktif, terutama ketika peserta menggali pengalaman praktis narasumber dalam menjalankan usaha kopi.

 

Berbagai pertanyaan mengenai pasar dan pengembangan produk menjadi bagian dari diskusi untuk mencari strategi yang relevan dengan kondisi petani Desa Seboto.

 

Dari Kebun Menuju Pasar

 

Bagi PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui transfer pengetahuan. Pendampingan juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi yang dimiliki.

 

Kopi Desa Seboto menjadi salah satu potensi yang dikembangkan melalui penguatan pengetahuan pascapanen dan pemasaran.

 

Dengan pemahaman tersebut, petani diharapkan dapat lebih jeli membaca peluang pasar dan menentukan langkah pengembangan produk.

 

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat dapat diarahkan pada persoalan ekonomi yang konkret.

 

Penguatan kapasitas petani diharapkan mampu mendorong pengembangan usaha kopi secara berkelanjutan, meningkatkan nilai jual hasil panen, dan memperluas akses pasar.

 

Pada akhirnya, kopi Desa Seboto tidak hanya berhenti sebagai komoditas hasil perkebunan, tetapi berpeluang tumbuh menjadi produk bernilai tambah yang mampu memberikan dampak lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat desa. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!