SOLO, MENARA62.COM – Lapangan Tenis Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menjadi arena adu kemampuan 18 pelajar SMA dan sederajat se-Solo Raya dalam Turnamen Tenis HUT ke-68 UMS, Sabtu-Ahad (19-20/9/2026).
Turnamen kategori tunggal putra tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-68 UMS. Peserta berasal dari sejumlah wilayah di Solo Raya, dengan peserta terjauh datang dari Wonogiri dan Sragen.
Ketua Pelaksana Turnamen Tenis UMS, Nurhidayat, S.Pd., M.Or., mengatakan tahun ini merupakan penyelenggaraan turnamen yang kelima secara berturut-turut.
“Peserta kali ini ada 18 dari Solo Raya, terjauh dari Wonogiri dan Sragen, dan telah kita laksanakan lima kali berturut-turut,” kata Nurhidayat.
Ia berharap pertandingan yang berlangsung selama dua hari tersebut dapat berjalan lancar sekaligus menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman bertanding.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Hari Jadi ke-68 UMS, Prof. Mochamad Solikin, S.T., M.T., Ph.D., mengapresiasi panitia yang telah mempersiapkan turnamen tersebut. Ia juga bersyukur kegiatan dapat kembali terselenggara.
“Alhamdulillah kita bisa bertemu di hari yang cerah ini, dan kita harus senantiasa selalu bersyukur kepada Allah,” ujarnya.
Dorong Sinergi dan Pembinaan Atlet Muda
Prof. Solikin menjelaskan, peringatan Hari Jadi ke-68 UMS mengusung tema “Bersinergi, Berdampak, Berkelanjutan”.
Menurut dia, tema tersebut menjadi semangat UMS untuk terus menjaga keberlanjutan institusi sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Di hari jadi ke-68 kami mengambil tema, bersinergi, berdampak, berkelanjutan. Kami berharap adanya UMS ini terus berkelanjutan dan selalu berdampak bagi sekitar atau masyarakat,” jelasnya.
Panitia penyelenggara, Dedi Ary Prasetya, S.T., M.Eng., mengatakan turnamen tenis tingkat SMA tersebut telah digelar selama lima tahun berturut-turut. Selama pelaksanaannya, pertandingan mendapat respons positif dari para peserta.
“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada masalah. Dan berjalan dengan lancar, antusiasme dari peserta juga lumayan banyak,” katanya.
Menurut Dedi, karakter peserta yang merupakan pelajar SMA membuat komposisi pemain dalam turnamen relatif dinamis. Peserta yang telah lulus SMA tidak dapat kembali mengikuti kompetisi sehingga setiap sekitar dua tahun muncul pemain-pemain baru.
Karena itu, keberlanjutan turnamen tingkat SMA juga tidak dapat dilepaskan dari pembinaan tenis sejak usia sebelumnya, terutama pada jenjang SD dan SMP.
“Pembinaan di usia SD dan SMP itu menjadi bagian penting untuk keberlanjutan perkembangan tenis sampai ke tingkat SMA,” ujarnya.
Turnamen Jadi Ruang Kolaborasi
Dedi menambahkan, semangat “Bersinergi, Berdampak, Berkelanjutan” juga diwujudkan melalui penyelenggaraan turnamen.
Sinergi dibangun dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari program studi, mahasiswa, hingga komunitas tenis di wilayah Solo Raya.
“Sinergi di sini dalam bentuk bahwa turnamen ini tidak bisa terselenggara tanpa kerja sama dari berbagai macam pihak,” jelas Dedi.
Menurutnya, turnamen juga memberikan dampak bagi UMS. Sejumlah siswa yang sebelumnya mengikuti kompetisi tersebut kemudian tertarik melanjutkan pendidikan di UMS setelah melihat fasilitas yang tersedia di kampus.
“Dampaknya dari beberapa siswa yang ikut turnamen sebelumnya, yang masuk ke UMS juga lumayan. Langsung tertarik, karena melihat juga bahwa kampus UMS dengan segala fasilitasnya itu tentu saja menarik bagi siswa-siswa SMA untuk bisa bergabung ke sini,” ungkapnya.
Peserta Bidik Juara
Salah satu peserta, Prabu Faiz Azam Permana dari SMA Al-Abidin Boarding School (ABBS) Banyuanyar, Boyolali, mengikuti turnamen tersebut dengan target meningkatkan kemampuan bermain sekaligus menambah pengalaman bertanding.
“Motivasinya biar mainnya lebih bagus, bisa ketemu orang-orang,” kata Prabu.
Ia menargetkan dapat meraih juara pertama. Untuk mempersiapkan diri, Prabu mengaku rutin berlatih dan mengikuti coaching sebelum mengikuti pertandingan.
Dukungan juga datang dari orang tua, teman, dan guru. Menurut Prabu, dukungan tersebut menjadi tambahan motivasi agar dirinya mampu tampil maksimal.
“Dukungannya kayak disemangatin biar menang, kayak percaya gitu,” ujarnya.
Prabu berharap turnamen tenis HUT UMS dapat terus digelar secara konsisten dan menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan olahraga tenis.
“Harapannya ya tetap konsisten,” pungkasnya. (*)
