29.6 C
Jakarta

Kajian Ngeteh PCPM Kobeng Rajut Ukhuwah Lewat Aksi Sosial

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Kajian keislaman tak melulu berlangsung dalam suasana formal. Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan mengemas dakwah dengan suasana hangat melalui Kajian Ngeteh: Ngaji Entuk Hikmah di Masjid Jami’ Muslimin Kusumodilagan, Solo, Sabtu (19/9/2026) malam.

 

Mengusung tema “Dari Jamaah Merajut Ukhuwah”, kajian yang dimulai pukul 19.12 WIB selepas salat Isya tersebut diikuti jamaah dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak muda.

 

Ustaz Landung Ibrahim, S.Ag., S.H. didapuk sebagai pemateri. Dalam kajiannya, ia mengajak umat Islam untuk tidak berhenti belajar membaca Al-Qur’an meskipun kemampuan yang dimiliki masih terbata-bata.

 

Menurutnya, proses belajar membaca Al-Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

Kemampuan membaca yang belum lancar, kata dia, tidak seharusnya menjadi alasan seseorang merasa malu atau minder untuk datang mengaji.

 

Ia kemudian mengutip pesan almarhum KH Abdul Rauf tentang orang yang masih “grotal-gratul” ketika membaca Al-Qur’an.

 

“Grotalnya satu, gratulnya satu.”

 

Pesan tersebut, menurut Landung, menjadi pengingat bahwa kesungguhan seseorang dalam belajar tetap memiliki nilai. Karena itu, jamaah didorong untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.

 

Dari Ngaji Berlanjut Merajut Ukhuwah

 

Tidak hanya berbicara tentang Al-Qur’an, Kajian Ngeteh juga menyoroti pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah.

 

Landung mengingatkan bahwa persaudaraan sesama Muslim perlu dirawat melalui silaturahmi, kepedulian, saling membantu, serta membangun kebersamaan dalam berbagai kegiatan positif.

 

Semangat tersebut kemudian diwujudkan dalam rangkaian kegiatan malam itu.

 

Kajian Ngeteh menjadi momentum bagi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Solo untuk membuka penggalangan donasi bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi.

 

Jamaah tidak hanya diajak mendapatkan hikmah dari kajian, tetapi juga diberikan ruang untuk menerjemahkan nilai kepedulian menjadi aksi nyata.

 

Antusiasme jamaah mengikuti kajian sekaligus memberikan dukungan melalui donasi menjadi bagian dari semangat ukhuwah yang dibangun PCPM Kota Bengawan.

 

“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar forum untuk ngaji dan mendapatkan hikmah, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, merajut ukhuwah, dan menghadirkan kepedulian,” demikian pesan Ketua PCPM Kota Bengawan Ustaz Candra Cahyadi, M.Pd., Gr., yang disampaikan Sekretaris Jenderal PCPM Kota Bengawan Ustaz Zainal Maarif, S.Hum.

 

Ia menyampaikan apresiasi kepada Takmir Masjid Jami’ Muslimin dan seluruh jamaah yang telah menyambut Kajian Ngeteh dengan antusias.

 

Terlebih, pada kesempatan tersebut jamaah juga diajak bersama-sama membuka ruang kebaikan melalui donasi untuk saudara-saudara yang terdampak bencana.

 

PCPM Kota Bengawan berharap semangat kebersamaan yang tumbuh melalui Kajian Ngeteh dapat terus berkembang dan melahirkan lebih banyak gerakan kebaikan di tengah masyarakat.

 

Dapat BAKOB Gratis, Jamaah Makin Akrab

 

Suasana Kajian Ngeteh semakin cair setelah jamaah mendapatkan BAKOB (Bakso Kobeng) secara gratis.

 

Makanan tersebut dibagikan kepada jamaah untuk dinikmati bersama seusai rangkaian kajian. Kehadiran BAKOB bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi bagian dari cara PCPM Kota Bengawan menciptakan ruang dakwah yang santai dan dekat dengan jamaah.

 

Ngaji, silaturahmi, donasi, dan makan bersama pun berpadu dalam satu kegiatan.

 

Pada kesempatan tersebut, PCPM Kota Bengawan bersama MDMC Solo juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Takmir Masjid Jami’ Muslimin sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan sinergi dalam pelaksanaan Kajian Ngeteh.

 

Kajian Berlanjut Jadi Aksi Kobeng Berbagi

 

Rangkaian kebaikan PCPM Kota Bengawan tidak berhenti setelah Kajian Ngeteh selesai.

 

Selepas pengajian, agenda Kobeng Berbagi dilanjutkan dengan pembagian makanan kepada masyarakat di sejumlah wilayah sekitar Solo, khususnya sepanjang Jalan Veteran dan Jalan Gatot Subroto.

 

Aksi tersebut menjadi bentuk nyata semangat yang dibangun dalam Kajian Ngeteh: bahwa dakwah tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.

 

Melalui Kajian Ngeteh, PCPM Kota Bengawan berupaya menghadirkan ruang dakwah yang hangat dan dekat dengan generasi muda. Dari kajian lahir hikmah, dari silaturahmi tumbuh ukhuwah, dan dari kepedulian lahir aksi nyata untuk masyarakat.

 

Semangat “Dari Jamaah Merajut Ukhuwah” pun tidak berhenti di masjid, tetapi berlanjut menyapa masyarakat melalui gerakan Kobeng Berbagi. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!