31.4 C
Jakarta

Kajian Islam dan Silaturahmi Guru Pegawai SMP 1, SMP 2, SMA 1 dan SMK Muhammadiyah Denpasar “Meraih Surga Bersama Keluarga”

Baca Juga:

DENPASAR, MENARA62.COM. Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan terasa dalam kegiatan Kajian Islam dan Silaturahmi Guru dan Pegawai SMP Muhammadiyah 1 Denpasar, SMP Muhammadiyah 2 Denpasar, SMA Muhammadiyah 1 Denpasar, dan SMK Muhammadiyah Denpasar yang dilaksanakan di Masjid Baitul Makmur Denpasar. Kegiatan kajian bulanan kali ini diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 2 Denpasar sebagai tuan rumah.

Kajian ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan dari empat sekolah Muhammadiyah yang berada di kawasan tersebut. Kehadiran para guru dan pegawai tidak hanya menjadi bagian dari agenda pembinaan keislaman, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menguatkan sinergi dalam menjalankan amanah pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Denpasar, Tatang Wisnu Wardhana, beserta beberapa unsur pimpinan lainnya. Turut hadir pula beberapa pimpinan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PDM Kota Denpasar.

Sebelum kajian dimulai, perwakilan Dikdasmen PNF Kota Denpasar menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya membangun semangat kebersamaan di antara seluruh warga sekolah Muhammadiyah. Empat sekolah yang berada dalam satu kawasan, khususnya di lingkungan Komplek Sebelange, diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan dapat saling mendukung, menguatkan, dan menjaga satu sama lain.

Semangat tersebut juga diarahkan pada tanggung jawab bersama dalam mendidik dan menjaga para peserta didik. Anak-anak yang belajar di sekolah Muhammadiyah merupakan amanah yang perlu diperhatikan bukan hanya oleh masing-masing sekolah, tetapi oleh seluruh keluarga besar Muhammadiyah. Karena itu, komunikasi, kepedulian, dan kolaborasi antarsekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, religius, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Selanjutnya, Ketua PDM Kota Denpasar, Tatang Wisnu Wardhana, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya bagi para guru dan pegawai, khususnya yang baru bergabung, untuk mengenal sejarah berdirinya sekolah-sekolah Muhammadiyah di Bali secara umum dan di Denpasar secara khusus.

Menurutnya, memahami sejarah bukan sekadar mengetahui kapan dan bagaimana sebuah sekolah berdiri, tetapi juga memahami semangat perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pendidikan Muhammadiyah di Bali. Dengan mengenal sejarah tersebut, para guru dan pegawai diharapkan dapat memahami bahwa keberadaan sekolah Muhammadiyah hari ini merupakan hasil dari perjuangan, pengabdian, dan semangat dakwah yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya. Nilai perjuangan itulah yang perlu diteruskan dan dikembangkan oleh generasi saat ini.

Memasuki acara inti, kajian disampaikan oleh Ustadz H. Hakim Makawi, S.H. dengan tema “Meraih Surga Bersama Keluarga.” Tema ini menjadi sangat relevan bagi para guru dan pegawai yang tidak hanya memiliki amanah di tempat kerja, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar di dalam keluarga.

Dalam kajiannya, Ustadz Hakim Makawi menekankan bahwa keluarga merupakan salah satu tempat utama bagi seseorang untuk membangun kehidupan yang diridai Allah SWT. Surga tidak hanya menjadi tujuan pribadi, tetapi juga menjadi cita-cita bersama yang perlu diperjuangkan oleh seluruh anggota keluarga.

Keluarga adalah madrasah pertama bagi seorang anak. Sebelum mengenal sekolah dan lingkungan sosial yang lebih luas, anak terlebih dahulu belajar dari rumah, dari orang tua, dari kebiasaan yang mereka lihat setiap hari, serta dari nilai-nilai yang ditanamkan dalam kehidupan keluarga. Karena itu, membangun keluarga yang dekat dengan Allah merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang baik.

Upaya meraih surga bersama keluarga dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Orang tua mengajarkan anak untuk mengenal Allah, membiasakan salat, membaca Al-Qur’an, berkata jujur, menghormati orang lain, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Namun lebih dari sekadar memberikan nasihat, orang tua juga perlu menjadi teladan. Anak akan lebih mudah belajar dari apa yang mereka lihat daripada sekadar apa yang mereka dengar.

Dalam konteks tersebut, rumah menjadi tempat pertama untuk membangun budaya ibadah. Salat berjamaah, membaca Al-Qur’an bersama, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta membiasakan komunikasi yang penuh kasih sayang dapat menjadi bagian dari ikhtiar keluarga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Keluarga juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak. Ketika seorang anak mendapatkan kasih sayang, perhatian, sekaligus arahan yang baik dari keluarganya, ia memiliki bekal yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Orang tua tidak hanya bertugas memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan tumbuhnya iman, akhlak, dan kepribadian anak.

Di sisi lain, meraih surga bersama keluarga bukan berarti keluarga harus selalu berada dalam kondisi tanpa masalah. Justru keluarga menjadi tempat untuk belajar menghadapi perbedaan, saling memaafkan, saling menguatkan ketika menghadapi kesulitan, dan bersama-sama kembali kepada Allah ketika melakukan kesalahan.

Dalam kehidupan keluarga, setiap anggota memiliki peran. Suami dan istri saling mendukung dalam kebaikan, sementara orang tua mendampingi anak-anak dengan kasih sayang dan keteladanan. Anak pun diajarkan untuk menghormati dan berbakti kepada kedua orang tua. Dengan demikian, keluarga dapat menjadi ruang untuk saling mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari hal-hal yang tidak sesuai dengan tuntunan agama.

Pesan tersebut juga menjadi pengingat bagi para guru dan pegawai Muhammadiyah bahwa keberhasilan mendidik anak di sekolah perlu berjalan seiring dengan pembinaan keluarga di rumah. Pendidikan karakter tidak berhenti ketika anak meninggalkan gerbang sekolah. Apa yang diajarkan guru di sekolah akan semakin kuat apabila mendapatkan dukungan dari keluarga.

Oleh karena itu, guru dan pegawai memiliki dua amanah yang saling berkaitan: mendidik peserta didik di sekolah sekaligus membangun keluarga yang menjadi sumber keteladanan bagi anak-anak mereka sendiri. Ketika sekolah dan keluarga memiliki visi yang sama dalam menanamkan nilai-nilai Islam, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki iman, akhlak, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.

Kajian tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa keluarga bukan hanya tempat untuk pulang, tetapi juga tempat untuk membangun bekal menuju kehidupan akhirat. Setiap perhatian kepada keluarga, setiap keteladanan yang diberikan kepada anak, setiap upaya membangun rumah tangga yang penuh kasih sayang, serta setiap ajakan kepada kebaikan dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju rida Allah SWT.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan suasana silaturahmi antarguru dan pegawai dari keempat sekolah. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat ikatan kekeluargaan, membangun komunikasi, dan menumbuhkan kesadaran bahwa seluruh warga sekolah Muhammadiyah di Komplek Sebelange merupakan bagian dari satu keluarga besar yang memiliki tujuan bersama dalam menjalankan amanah pendidikan dan dakwah.

Melalui kegiatan kajian dan silaturahmi ini, diharapkan semangat kebersamaan, saling mendukung, dan saling menjaga semakin tumbuh di antara seluruh guru dan pegawai. Dengan kebersamaan tersebut, keluarga besar Muhammadiyah di Denpasar dapat terus bergerak bersama dalam memberikan pendidikan terbaik bagi generasi penerus, sekaligus menjadikan lingkungan sekolah sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk meraih keberkahan dunia dan surga di akhirat bersama keluarga.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!