31.8 C
Jakarta

Belajar Batik, Siswa SD Muhammadiyah 14 Kenal Budaya

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Hal itu diterapkan SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Surakarta melalui kunjungan edukasi peserta didik Bilingual Class Program ke Batik Gunawan Setiawan, Kauman, Surakarta, Selasa (22/9/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang mengajak peserta didik mengenal langsung batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai batik, tetapi juga melihat proses, kreativitas, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

 

Para peserta didik tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat perjalanan dan proses kreatif di balik pembuatan kain batik.

 

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat karakter Bilingual Class Program yang dikembangkan SD Muhammadiyah 14 Danukusuman. Kemampuan berbahasa tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi di kelas, tetapi juga diterapkan dalam konteks nyata, termasuk saat peserta didik berinteraksi dengan lingkungan dan mengenal budaya di sekitarnya.

 

Kepala SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Surakarta, Agus Triono, mengatakan kunjungan tersebut dirancang untuk memperluas pengalaman belajar sekaligus menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya lokal.

 

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar yang nyata kepada peserta didik. Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar melalui buku dan ruang kelas, tetapi juga melihat secara langsung kekayaan budaya yang ada di sekitar mereka,” ujar Agus.

 

Menurutnya, melalui Bilingual Class Program, peserta didik diharapkan mampu mengenal budaya Indonesia sekaligus mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris pada situasi yang kontekstual.

 

Agus menambahkan, pengenalan budaya sejak dini penting untuk membangun karakter peserta didik agar memiliki rasa bangga terhadap identitas dan kekayaan budaya bangsa.

 

“Batik menjadi salah satu media pembelajaran yang menarik karena memadukan unsur seni, kreativitas, sejarah, keterampilan, dan nilai budaya,” katanya.

 

Kunjungan ke Batik Gunawan Setiawan diharapkan tidak sekadar menjadi pengalaman sesaat. Pembelajaran langsung dari lingkungan sekitar diharapkan dapat memperkuat wawasan, kreativitas, kepercayaan diri, dan keaktifan peserta didik.

 

Melalui kegiatan tersebut, SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Surakarta berupaya mengintegrasikan kemampuan akademik, keterampilan berbahasa, serta pengenalan budaya dalam pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!