SOLO, MENARA62.COM – Kecerdasan buatan (AI) kian menembus ruang kelas dan mengubah cara mahasiswa belajar. Menyikapi perkembangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat literasi AI mahasiswa melalui Gemini Academy Onsite Mahasiswa 2026.
Program yang digelar Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS bersama Google Workspace for Education Partner dan Websis for Edu itu berlangsung di Ruang Meeting Lantai 2, Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Kamis (24/9/2026).
Ratusan mahasiswa dari 12 fakultas mengikuti pelatihan pemanfaatan Gemini AI untuk mendukung proses pembelajaran. Pelatihan dipandu tiga Edu-Tech Specialist Websis for Edu, yakni Gede Jiwo Wirasmoro, Anastasia Abigail, dan Ullayah Fathina.
Direktur DKPTI UMS Ahmad Kholid Al Ghofari mengatakan Gemini Academy merupakan tindak lanjut kerja sama UMS dengan Google Workspace for Education. Melalui kerja sama tersebut, akses Gemini AI tersedia bagi civitas academica UMS, mulai dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa melalui akun institusi.
“AI bisa menjadi asisten belajar yang mempercepat proses pembelajaran. Namun, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan komunikasi tetap harus menjadi inti dari proses pendidikan,” ujar Kholid.
Menurut dia, perkembangan AI merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Karena itu, tantangan perguruan tinggi bukan lagi sekadar menentukan apakah AI digunakan atau tidak, melainkan memastikan teknologi tersebut dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab.
Kholid menegaskan, AI semestinya menjadi penguat proses belajar, bukan menggantikan kemampuan berpikir mahasiswa.
“AI seharusnya menjadi boosting yang membantu mahasiswa belajar lebih efektif tanpa mengabaikan integritas akademik,” katanya.
UMS Siapkan Pedoman Penggunaan AI
Sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan AI di lingkungan kampus, UMS juga tengah mendorong penyusunan pedoman penggunaan AI. Pedoman tersebut diarahkan agar pemanfaatan teknologi tetap sesuai dengan regulasi nasional dan prinsip etika akademik.
Selain literasi teknologi, Gemini Academy juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan sertifikasi internasional Google.
Kholid mengatakan sertifikasi tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional karena dapat dicantumkan dalam curriculum vitae (CV) maupun profil LinkedIn.
“Sertifikat internasional dari Google dapat dicantumkan pada CV maupun LinkedIn sehingga menjadi nilai tambah bagi mahasiswa,” jelasnya.
Ia menyebut kesempatan tersebut menjadi salah satu manfaat kerja sama UMS dengan Google karena mahasiswa dapat memperoleh akses sertifikasi dengan lebih mudah dibandingkan jika harus mengikuti proses secara mandiri.
Namun, sertifikasi bukan satu-satunya ukuran kompetensi.
Edu-Tech Specialist Websis for Edu Gede Jiwo Wirasmoro menekankan pentingnya memastikan sertifikasi berjalan beriringan dengan kemampuan nyata.
“Yang lebih penting dari sertifikat adalah proses belajarnya. Percuma memiliki sertifikat kalau tidak kompeten,” ujarnya.
Mahasiswa Belajar Prompt hingga NotebookLM
Dalam Gemini Academy, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada penggunaan dasar AI. Mereka mendapatkan materi mulai dari Gemini Discovery, penggunaan AI secara aman dan bertanggung jawab, hingga teknik menyusun prompt menggunakan metode PARTS Prompting.
Pelatihan juga membahas transformasi pembelajaran menggunakan Gemini AI dan NotebookLM serta persiapan mengikuti Gemini Certified.
Berbagai fitur Gemini turut diperkenalkan kepada peserta, seperti Gemini Canvas, Gems, dan NotebookLM. Mahasiswa diajak memanfaatkan AI untuk membuat infografis, merangkum materi perkuliahan, hingga membantu memahami persoalan akademik secara lebih efisien.
Gede juga memperkenalkan ekosistem Gemini Academy, termasuk program Gemini Academy Fellow yang melibatkan dosen sebagai fasilitator AI di perguruan tinggi.
Selain itu, terdapat program Gemini Academy Master Trainers yang dapat diikuti mahasiswa untuk menjadi penggerak literasi AI di lingkungan kampus.
Keamanan Data Jadi Perhatian
Aspek keamanan data menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian dalam pelatihan. Mahasiswa didorong menggunakan akun institusi UMS berbasis Google Workspace for Education ketika memanfaatkan layanan Gemini untuk aktivitas akademik.
Menurut Gede, penggunaan akun institusi memberikan perlindungan data yang lebih baik dibandingkan akun pribadi.
Ia menjelaskan, percakapan maupun data yang diproses melalui akun institusi tidak digunakan untuk melatih model AI. Hal tersebut, kata dia, membantu menjaga informasi pribadi serta data akademik mahasiswa.
Selain aspek keamanan, akun institusi juga memberikan akses terhadap fitur Gemini yang lebih lengkap dengan kuota penggunaan yang lebih besar.
Melalui Gemini Academy, UMS tidak hanya mendorong mahasiswa menjadi pengguna AI, tetapi juga membekali mereka dengan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara aman, etis, kritis, dan produktif.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya UMS menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia akademik dan profesional yang semakin dipengaruhi perkembangan kecerdasan buatan. (*)
