MADIUN, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) mendorong dosen dan sivitas akademika memanfaatkan peluang studi lanjut serta jejaring akademik internasional melalui berbagai program beasiswa ke China.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Sharing Session bertajuk “Mencari dan Meraih Beasiswa ke Cina” yang digelar secara daring, Senin (28/9/2026). Kegiatan menghadirkan Anang Masduki, S.Sos.I., M.A., Ph.D., dosen Universitas Ahmad Dahlan sekaligus alumni Shanghai University, sebagai narasumber.
Kegiatan dipandu Kabag POSDM UMJT dan dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik, SDM, dan Kemahasiswaan UMJT, Dr. Fajar Junaedi, S.Sos., M.Si.
Dalam sambutannya, Fajar menekankan pentingnya pengembangan kapasitas dosen melalui kesempatan studi dan pengalaman akademik di luar negeri.
Menurut dia, studi internasional tidak sekadar memberikan gelar akademik. Pengalaman tersebut juga dapat memperluas wawasan, membangun jejaring akademik, memperkuat pengalaman penelitian, serta membuka peluang kolaborasi internasional.
“Kami berharap semakin banyak dosen UMJT yang memanfaatkan peluang studi internasional. Persiapan perlu dilakukan sejak dini, mulai dari rekam jejak akademik, publikasi, kemampuan bahasa, proposal riset, hingga mencari calon supervisor,” ujar Fajar.
Alumni Shanghai University Bagikan Pengalaman
Dalam sesi utama, Anang Masduki membagikan pengalaman menempuh studi doktoral di School of Journalism and Communication, Shanghai University pada 2018-2023.
Anang mengulas berbagai aspek yang perlu dipersiapkan calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di China. Materi yang disampaikan mencakup kehidupan mahasiswa, adaptasi terhadap budaya dan bahasa, kehidupan Muslim, fasilitas pendidikan, hingga peluang pendanaan pendidikan.
Ia memperkenalkan sejumlah skema beasiswa yang dapat menjadi pilihan, di antaranya Chinese Government Scholarship (CSC), CAS-ANSO, beasiswa pemerintah daerah, serta pendanaan dari universitas atau laboratorium.
Menurut Anang, calon penerima beasiswa perlu mempersiapkan berbagai dokumen sejak jauh-jauh hari. Persiapan tersebut antara lain sertifikat kemampuan bahasa, proposal riset, surat rekomendasi, hingga acceptance letter dari calon supervisor.
Selain aspek administratif, calon mahasiswa juga perlu memahami bidang riset dan menemukan calon supervisor yang sesuai dengan minat akademiknya.
Sharing session berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Peserta memperoleh kesempatan menggali informasi langsung mengenai pengalaman studi, proses adaptasi, hingga strategi mempersiapkan aplikasi beasiswa.
Melalui kegiatan tersebut, UMJT berharap semakin banyak sivitas akademika yang terdorong untuk melanjutkan studi ke luar negeri sekaligus membangun jejaring dan kolaborasi akademik internasional. (MJK/*)
