32.7 C
Jakarta

SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Luncurkan Pusat Studi Literasi

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menandai satu dekade perjalanan sekolah dengan meluncurkan Pusat Studi Literasi, Jumat (25/9/2026).

 

Peluncuran tersebut menjadi salah satu agenda utama puncak milad satu dekade sekaligus penegasan komitmen sekolah dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan.

 

Pusat Studi Literasi dirancang sebagai ruang pengembangan budaya membaca, menulis, berpikir kritis, hingga produksi dan apresiasi karya literasi bagi siswa maupun guru.

 

Kehadiran lembaga tersebut diharapkan memperkuat ekosistem literasi yang selama ini telah dikembangkan SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat.

 

Kepala SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Upik Mairina, mengatakan momentum satu dekade menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan sekolah sekaligus menyusun arah pengembangan pada masa mendatang.

 

“Momentum satu dekade menjadi refleksi perjalanan sekaligus merancang program pengembangan sekolah,” kata Upik.

 

Menurut dia, peluncuran Pusat Studi Literasi merupakan bagian dari komitmen sekolah menjadikan literasi sebagai salah satu fondasi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas lulusan.

 

Sementara itu, Direktur Pusat Studi Literasi SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Hendro Susilo, berharap lembaga tersebut mampu menjaga sekaligus menumbuhkan iklim literasi di kalangan warga sekolah.

 

Pusat studi tersebut, kata Hendro, diharapkan menjadi salah satu warisan penting sekolah ketika memasuki dekade berikutnya.

 

“Pusat Studi Literasi diharapkan menjadi salah satu warisan penting dalam memasuki dekade berikutnya dalam pengembangan kualitas unggul di sekolah ini,” ujarnya.

 

Semarak Milad Satu Dekade

 

Selain peluncuran Pusat Studi Literasi, rangkaian milad satu dekade SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat juga diisi berbagai kegiatan.

 

Agenda tersebut antara lain tasmi Al-Qur’an, kajian remaja Islam, pengabdian masyarakat bertema menjaga lingkungan, pengobatan gratis, pembagian sembako, pawai pakaian nusantara, serta forum group discussion (FGD) Pendidikan.

 

Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperluas kontribusi pendidikan, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

 

Memasuki dekade kedua, SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat menempatkan momentum milad sebagai ruang refleksi sekaligus proyeksi untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

 

Penguatan literasi dan numerasi menjadi salah satu fondasi yang terus didorong untuk membentuk lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mampu menghasilkan karya.

 

Melalui Pusat Studi Literasi, sekolah berharap budaya literasi tidak berhenti sebagai program internal, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh warga sekolah.

 

Gerakan tersebut diarahkan untuk menghidupkan budaya literat berbasis iqra, yang kemudian diwujudkan dalam karya dan gagasan yang dapat menjadi inspirasi bagi kemajuan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!