BOYOLALI, MENARA62.COM — Sebanyak 101 calon jemaah haji mengikuti praktik manasik haji mandiri yang digelar Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Kautsar Muhammadiyah Kabupaten Boyolali kelas Klego, Ahad (4/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Boyolali tersebut menjadi bagian dari persiapan calon jemaah sebelum menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Manasik dirancang secara komprehensif dengan memberikan pembekalan mengenai pelaksanaan rukun dan wajib haji, tata cara ibadah umrah, hingga berbagai persoalan yang berpotensi dihadapi jemaah selama berada di Tanah Suci.
Salah satu materi utama disampaikan H. M. Arifin mengenai tata cara pelaksanaan Tawaf Wada’ atau tawaf perpisahan. Materi tersebut mencakup pemahaman teknis sekaligus berbagai dinamika yang mungkin dihadapi jemaah ketika melaksanakan tawaf sebelum meninggalkan Kota Makkah.
Menurut pemateri, pemahaman mengenai Tawaf Wada’ penting dikuasai calon jemaah agar mereka dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan benar dan penuh ketenangan hingga menjelang kepulangan.
Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan materi tata cara pelaksanaan ibadah umrah beserta berbagai permasalahannya yang disampaikan H. Edi Sulistiyanto.
Materi tersebut menjadi penting karena mayoritas jemaah haji Indonesia melaksanakan haji tamattu’, yakni mendahulukan ibadah umrah sebelum memasuki rangkaian puncak ibadah haji.
Dengan pembekalan tersebut, calon jemaah diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi kondisi nyata selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Pengelola KBIH Al Kautsar Muhammadiyah menjelaskan, pelaksanaan manasik khusus kelas Klego merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan bimbingan kepada masyarakat.
Kegiatan yang diikuti 101 calon jemaah tersebut juga diarahkan untuk membangun kemandirian, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat kekompakan jemaah sebelum nantinya bergabung dalam kloter yang lebih besar.
Sejak pagi, kegiatan berlangsung tertib dan khidmat. Calon jemaah mengikuti setiap materi dengan antusias, kemudian kegiatan ditutup melalui sesi tanya jawab interaktif dan doa bersama.
Melalui manasik tersebut, KBIH Al Kautsar Muhammadiyah berharap seluruh calon jemaah memiliki bekal pengetahuan, kesiapan mental, dan kekompakan yang lebih baik sehingga dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk. (*)
