UMS Dorong Digitalisasi Tata Kelola dan Bisnis PCM Kartasura

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mendorong digitalisasi tata kelola organisasi dan pengembangan kewirausahaan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kartasura. Upaya ini dilakukan melalui program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M).

 

Program tersebut menyasar penguatan administrasi digital, pengelolaan keuangan berbasis teknologi, serta promosi melalui media sosial untuk mendukung pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat desa binaan.

 

Pelatihan dilaksanakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS dengan melibatkan pengurus Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Kartasura, kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan di lingkungan Muhammadiyah Kartasura.

 

Ketua tim pengabdian, Shinta Permata Sari, S.E., M.M., mengatakan transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi lembaga pendidikan untuk meningkatkan efektivitas administrasi, transparansi keuangan, komunikasi kelembagaan, dan pengembangan potensi organisasi.

 

“Transformasi digital menjadi salah satu kebutuhan lembaga pendidikan dalam meningkatkan efektivitas administrasi, transparansi keuangan, komunikasi kelembagaan, dan pengembangan potensi organisasi. Dalam konteks pendidikan Muhammadiyah, penguatan tata kelola juga berperan penting dalam mendukung keberlanjutan Amal Usaha Muhammadiyah serta memperluas kontribusinya terhadap masyarakat,” ujar Shinta, Senin (12/10/2026).

 

Tiga Strategi Digitalisasi

 

Program bertajuk Penguatan Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal PCM Kartasura sebagai Pusat Pemberdayaan Desa Binaan melalui Tata Kelola Modern dan Kewirausahaan Berbasis Digital ini menerapkan tiga strategi utama berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEKS).

 

Pertama, administrasi digital berbasis cloud untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan dokumen, surat-menyurat, pengarsipan, dan koordinasi antarunit. Sistem penyimpanan digital diharapkan memudahkan pencarian dokumen, mempercepat penyusunan laporan, serta mendukung kolaborasi antarunit pendidikan.

 

Kedua, pengelolaan keuangan menggunakan spreadsheet. Peserta mendapatkan penguatan kapasitas dalam pencatatan transaksi, penyusunan anggaran, pengelompokan penerimaan dan pengeluaran, hingga penyajian laporan keuangan secara sistematis.

 

Pemanfaatan aplikasi spreadsheet diharapkan meningkatkan ketepatan pencatatan, efisiensi pelaporan, serta transparansi dan akuntabilitas keuangan lembaga.

 

Ketiga, promosi digital melalui media sosial untuk memperluas jangkauan informasi layanan pendidikan, memperkenalkan program unggulan sekolah, memublikasikan kegiatan kelembagaan, sekaligus memasarkan produk dan kegiatan produktif masyarakat binaan.

 

Integrasi ketiga strategi tersebut diharapkan membentuk sistem pengelolaan organisasi yang lebih tertib, terdokumentasi, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

Dorong Kewirausahaan Digital

 

Selain memperkuat administrasi dan pengelolaan keuangan, program P2M UMS juga menempatkan kewirausahaan digital sebagai bagian dari strategi pemberdayaan kelembagaan.

 

Menurut Shinta, pemanfaatan teknologi digital membuka peluang bagi lembaga pendidikan dan masyarakat binaan untuk mengembangkan kegiatan produktif, memperluas akses pasar, serta membangun jejaring kerja sama.

 

“Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan peran Majelis Dikdasmen dan PNF sebagai penggerak pengembangan pendidikan sekaligus fasilitator pemberdayaan masyarakat di wilayah binaan Muhammadiyah,” tambahnya.

 

Melalui penguatan literasi digital, manajemen organisasi, dan pemanfaatan media promosi, Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Kartasura diharapkan mampu memfasilitasi pengembangan usaha produktif di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

 

Pendekatan ini sejalan dengan upaya Muhammadiyah mendorong kemandirian, kemajuan pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.

 

Perkuat Tata Kelola Amal Usaha Muhammadiyah

 

Tim pengabdian UMS diketuai Shinta Permata Sari, dengan anggota Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., CSBA., CIPE., Lintang Kurniawati, S.E., M.Si., Alfiyatul Azizah, L.C., M.Ud., dan Putri Linggasari Sofi, S.M., M.M.

 

Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat UMS yang memperoleh dukungan pembiayaan berdasarkan Surat Keputusan Batch III Tahun Akademik 2025/2026 Nomor 451.27/DRPPS/A3.9/VII/2026.

 

Keterlibatan akademisi dari berbagai bidang keilmuan memberikan pendekatan multidisipliner dalam penguatan kapasitas mitra, mulai dari manajemen organisasi, administrasi, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan kewirausahaan dan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

 

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah.

 

Ke depan, penguatan kapasitas Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Kartasura diharapkan dapat mendukung terbentuknya model pemberdayaan desa binaan yang mengintegrasikan pendidikan, tata kelola modern, literasi teknologi, dan kewirausahaan digital.

 

Kolaborasi UMS dan PCM Kartasura juga diharapkan berlanjut melalui pendampingan dan peningkatan kompetensi agar penerapan teknologi sesuai dengan kebutuhan mitra. Dengan demikian, lembaga pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berperan dalam penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat secara berkelanjutan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!