Penasehat Menteri Desa Tinjau Program TEKAD di Sumba Timur

Baca Juga:

SUMBA TIMUR, MENARA62.COM – Penasehat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Prof. Dr. H. Zainuddin Maliki, M.Si., turun langsung ke Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memastikan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) tepat sasaran dan berkelanjutan.

 

Melalui kunjungan kerja pada Senin (26/10/2026), tim Strategic Project Unit (SPU) TEKAD Kementerian Desa dan PDT melakukan koordinasi, observasi lapangan, serta diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi capaian program sekaligus mengidentifikasi tantangan pengembangan ekonomi masyarakat desa.

 

Zainuddin yang menjabat Executive Secretary SPU TEKAD hadir bersama Advisor SPU TEKAD, M. Arif’an, S.H., M.H., serta anggota tim Bashtiar Pramana, Siti Cahaya Rani, Dwi Nur Putra, dan Sidi Taufan Dirgantara.

 

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan intervensi pembangunan desa tidak berhenti pada penyaluran bantuan dan penyediaan aset, tetapi mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

 

Evaluasi Program TEKAD di Sumba Timur

 

Agenda diawali dengan koordinasi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumba Timur. Tim diterima Yanusep Behi Data, S.Sos., Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Dinas PMD Kabupaten Sumba Timur.

 

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah memaparkan pelaksanaan Program TEKAD yang mencakup 17 demplot, tiga kegiatan RITD, delapan kegiatan IF pada 2026, serta tiga kegiatan IF pada 2025.

 

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mengapresiasi program tersebut karena dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan usaha ekonomi desa.

 

Sejumlah kegiatan pemberdayaan yang telah dilaksanakan meliputi pelatihan keterampilan menenun, pengolahan pakan ternak, dan literasi keuangan. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha ekonomi produktif.

 

Pemerintah daerah berharap berbagai kegiatan itu dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat desa.

 

Zainuddin Maliki Minta BUMDes Dioptimalkan

 

Setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Tim SPU TEKAD melanjutkan kegiatan melalui FGD dan observasi langsung di Desa Patawang, Kecamatan Umalulu.

 

Kegiatan lapangan tersebut bertujuan menggali informasi mengenai pelaksanaan demplot, perkembangan RITD, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kegiatan ekonomi produktif.

 

Zainuddin menegaskan, kunjungan itu dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai sasaran sekaligus menyiapkan langkah keberlanjutan setelah program berakhir.

 

“Kehadiran kami di sini memastikan semua Program TEKAD tepat sasaran dan kami berharap agar Program TEKAD ini bisa diteruskan. Harapan kami, program yang sudah dikucurkan di Kabupaten Sumba Timur ini punya manfaat ekonomi, tidak hanya manfaat aset saja,” ujarnya.

 

Ia mencontohkan, bantuan ternak kambing tidak seharusnya berhenti pada kepemilikan aset, tetapi perlu dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

 

Karena itu, Zainuddin meminta peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dioptimalkan sebagai penggerak keberlanjutan usaha ekonomi masyarakat.

 

Hasil pemantauan lapangan tersebut, lanjut dia, akan dilaporkan langsung kepada Menteri Desa dan PDT melalui nota dinas sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut kebijakan.

 

Program TEKAD Berakhir 2027, Keberlanjutan Jadi Tantangan

 

Program TEKAD dijadwalkan berakhir pada 2027. Kondisi ini menuntut pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola BUMDes, dan penerima manfaat untuk menyiapkan strategi agar berbagai kegiatan yang telah dirintis tidak terhenti ketika dukungan program berakhir.

 

Menurut Zainuddin, komitmen pemerintah dari tingkat desa hingga pusat sangat diperlukan agar bantuan yang telah disalurkan dapat terus berkembang dan menghasilkan dampak ekonomi jangka panjang.

 

Ia juga membuka ruang masukan untuk reformulasi pembobotan indeks desa guna menyesuaikan perkembangan kebijakan dan berbagai program baru, termasuk Koperasi Desa (Kopdes), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Kampung Nelayan.

 

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung agenda pembangunan nasional, terutama Asta Cita keenam Presiden Republik Indonesia, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

 

Selain itu, penguatan program pemberdayaan desa juga diharapkan selaras dengan 12 Rencana Aksi Kementerian Desa dan PDT dalam agenda Bangun Desa, Bangun Indonesia.

 

Melalui kunjungan ini, SPU TEKAD menekankan pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi desa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan hasil program secara berkelanjutan.

 

Informasi yang dihimpun dari pemerintah daerah dan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi pelaksanaan program, penyempurnaan strategi keluar (exit strategy), serta penyusunan rekomendasi kebijakan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

 

Dengan demikian, keberhasilan Program TEKAD di Sumba Timur tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan dan aset yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mengembangkan usaha produktif, memperkuat kelembagaan ekonomi desa, dan menjaga keberlanjutan manfaat program setelah 2027.

 

(Bashtiar Pramana/*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!