Mahasiswa UMJT Magang, Evaluasi Higienitas Makanan Restoran

Baca Juga:

MADIUN, MENARA62.COM – Penerapan kebersihan dan sanitasi menjadi aspek penting dalam menjaga kualitas makanan serta kenyamanan konsumen di restoran. Hal ini menjadi fokus magang Devo Zenero Hadian, mahasiswa Program Studi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), yang mengevaluasi penerapan Good Hygiene Practices (GHP) di Restoran Nona Laras, Kota Madiun.

 

Magang tersebut berlangsung selama satu bulan, mulai 15 Agustus hingga 13 September 2026, di restoran yang berlokasi di Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi sekaligus mengevaluasi penerapan praktik higienitas makanan dalam berbagai tahapan operasional restoran.

 

Evaluasi dilakukan mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan bahan, persiapan, pengolahan, penyajian makanan, hingga pelayanan kepada konsumen. Devo menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan GHP di lingkungan restoran.

 

Restoran Nona Laras sendiri mengusung konsep Indonesian Heritage Cuisine dengan menyajikan beragam hidangan khas Indonesia. Konsep tersebut memadukan cita rasa masakan tradisional dengan suasana restoran modern dan nyaman bagi pelanggan.

 

Mengamati Praktik Higienitas Secara Langsung

 

Selama menjalani magang, Devo terlibat dalam pengamatan kegiatan operasional restoran untuk memahami penerapan prinsip kebersihan dan sanitasi dalam kondisi kerja sebenarnya.

 

Pada pekan pertama, kegiatan diawali dengan pengenalan operasional restoran, persiapan area kerja, pembersihan peralatan, serta pengamatan awal terhadap penerapan higienitas dan sanitasi.

 

Pengamatan kemudian mencakup seluruh rangkaian penanganan makanan, baik sebelum, selama, maupun setelah proses pengolahan. Aspek yang diperhatikan meliputi kebersihan bahan baku, penyimpanan, persiapan bahan, kebersihan peralatan, sanitasi area kerja, penyajian, pelayanan konsumen, hingga pengelolaan sampah dan limbah.

 

“Seperti penerimaan bahan baku, penyimpanan, persiapan bahan, pembersihan peralatan, kebersihan area kerja, penyajian, pelayanan konsumen, serta pengelolaan sampah dan limbah,” terang Devo.

 

Melalui pengamatan tersebut, Devo memperoleh kesempatan untuk memahami bahwa praktik higienitas makanan tidak hanya berkaitan dengan proses memasak. Kebersihan bahan baku, peralatan, tenaga kerja, dan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam operasional restoran.

 

Menghubungkan Teori Kuliah dengan Dunia Kerja

 

Devo mengatakan, kegiatan magang memberinya pengalaman langsung untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, khususnya terkait higienitas makanan dan sanitasi lingkungan.

 

“Dengan magang di Restoran Nona Laras Madiun, saya bisa secara langsung mempraktikkan pembelajaran di perkuliahan, terutama berkaitan dengan kebersihan bahan, kebersihan peralatan, higienitas personal, sanitasi lingkungan, serta cara penanganan makanan selama proses operasional,” ungkapnya.

 

Pengalaman tersebut juga memberinya gambaran mengenai dinamika kerja di industri kuliner, mulai dari penanganan bahan baku hingga makanan disajikan kepada pelanggan.

 

Bagi mahasiswa Biokewirausahaan, pengalaman lapangan seperti ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri pangan.

 

Devo menilai, perkuliahan di UMJT memberikan pengalaman yang berkesan karena membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan kompetensi diri.

 

“Kuliah di UMJT sangat berkesan karena memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan kompetensi. Ayo, saya sarankan ke teman-teman untuk kuliah di UMJT,” pungkasnya.

 

Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa diharapkan semakin mampu menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik profesional, termasuk memahami pentingnya penerapan higienitas dan sanitasi dalam mendukung mutu layanan di industri kuliner. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!