YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof Dr Muchlas MT menyampaikan empat pesan penting kepada wisudawan-wisudawati Periode I Tahun Akademik 2026/2027. Periode ini, UAD mewisuda sebanyak 2.130 lulusan di Gedung Jogja Expo Center Yogyakarta, Sabtu (31/10/2026).
Lulusan terdiri atas 1.853 orang Program Sarjana (S1); 11 lulusan Program Sarjana Terapan (D4); 263 lulusan Program Magister (S2); dan tiga lulusan Program Doktor (S3). Sebanyak 98 persen wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude atau dengan pujian.
Lebih lanjut Rektor UAD mengatakan keempat pesan penting adalah Wisudawan wajib jadi pembelajar sepanjang hayat; hadapi masa depan dengan optimisme, kemampuan beradaptasi, dan keberanian berinovasi; jadikan nilai-nilai Universitas Ahmad Dahlan sebagai karakter dalam kehidupan; dan jagalah nama baik almamater dan Persyarikatan Muhammadiyah.
Rektor UAD menjelaskan pesan pertama menjadi pembelajar sepanjang hayat. Wisuda bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan belajar yang lebih luas.
Menurut Rektor UAD, dunia yang akan Wisudawan hadapi terus berubah. Ilmu pengetahuan berkembang sangat cepat. Teknologi yang hari ini dianggap paling maju mungkin beberapa tahun mendatang akan digantikan oleh teknologi yang lebih baru, yang akan mengubah cara manusia bekerja, berkomunikasi, dan menjalani hidup.
Dalam situasi seperti ini, ijazah yang Wisudawan peroleh sebagai bukti telah menguasai kompetensi tertentu. Namun, ijazah itu tidak menjamin seluruh pengetahuan yang Wisudawan miliki hari ini akan selalu relevan di masa mendatang.
Karena itu, Rektor UAD mengharapkan alumni teruslah belajar. Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah. Milikilah rasa ingin tahu, keberanian untuk mempelajari hal-hal baru, serta kerendahan hati untuk menerima pengetahuan dari siapa pun.
“Orang yang mampu bertahan di tengah perubahan bukan semata-mata orang yang paling banyak mengetahui. Tetapi orang yang paling bersedia untuk terus belajar dan memperbarui kemampuannya,” tandas Muchlas.
Pesan kedua, hadapi masa depan dengan optimisme, kemampuan beradaptasi, dan keberanian berinovasi. Wisudawan akan memasuki dunia yang penuh peluang, tetapi sekaligus sarat tantangan. Persaingan dunia kerja semakin terbuka. Batas-batas geografis semakin kehilangan maknanya.
Wisudawan tidak hanya akan berhadapan dengan lulusan perguruan tinggi di Indonesia, tetapi juga dengan sumber daya manusia dari berbagai negara. Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan telah menghadirkan tantangan baru bagi berbagai profesi. Sejumlah pekerjaan rutin mulai dapat dilakukan oleh mesin dan sistem cerdas.
Namun, Wisudawan tidak perlu memandang perkembangan tersebut dengan rasa takut. Justru Wisudawan harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kualitas pekerjaan.
Menurut Rektor UAD, hal yang perlu Wisudawan kembangkan bukan hanya kemampuan teknis. Tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, bekerja sama, serta mengambil keputusan secara etis dan bertanggung jawab.
Rektor UAD mengingatkan masa depan tidak hanya membutuhkan orang-orang yang pandai menggunakan teknologi, tetapi juga manusia yang memiliki integritas, empati, dan kepedulian terhadap sesama. “Jangan hanya mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan. Persiapkan pula diri Saudara untuk menciptakan peluang, menghasilkan inovasi, membangun usaha, dan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Pesan ketiga, jadikan nilai-nilai Universitas Ahmad Dahlan sebagai karakter dalam kehidupan. Rektor UAD mengatakan selama menempuh pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan, Wisudawan tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga diperkenalkan dengan nilai-nilai yang menjadi karakter institusi kita, yaitu inovatif, profesional, dan dedikatif.
Nilai inovatif mengajarkan Wisudawan untuk tidak berhenti pada cara-cara lama, tetapi terus mencari gagasan dan solusi baru yang lebih baik. Nilai profesional mengajarkan kita untuk bekerja dengan kompetensi, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta menjunjung tinggi etika dalam setiap profesi.
Sedang nilai dedikatif mengajarkan bahwa ilmu dan kemampuan yang kita miliki hendaknya digunakan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain. “Ketiga nilai tersebut hendaknya tidak berhenti menjadi semboyan yang pernah Saudara dengar selama berada di kampus. Jadikanlah nilai-nilai itu sebagai pedoman ketika Saudara bekerja, berwirausaha, melanjutkan studi, maupun menjalankan peran di tengah masyarakat,” harapnya.
Kata Rektor UAD, sejalan dengan jati diri Universitas Ahmad Dahlan sebagai Community Services University, Rektor berharap para lulusan UAD memiliki kepedulian yang tinggi terhadap persoalan masyarakat. “Ukuran keberhasilan seorang lulusan bukan hanya seberapa tinggi jabatan yang diraihnya atau seberapa besar penghasilan yang diperolehnya, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dapat dihadirkannya bagi kehidupan orang lain,” tandasnya.
Pesan keempat, jagalah nama baik almamater dan Persyarikatan Muhammadiyah. Rektor UAD mengatakan mulai hari ini, Wisudawan memasuki keluarga besar alumni Universitas Ahmad Dahlan. Di mana pun alumni berada, baik di lingkungan kerja, masyarakat, maupun dalam pergaulan internasional, alumni membawa identitas sebagai alumni UAD, sebuah perguruan tinggi yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. “Karena itu, jagalah nama baik almamater dan Persyarikatan Muhammadiyah melalui perilaku, integritas, prestasi, serta kontribusi nyata,” katanya. (*)
