UMS Bidik Kolaborasi Riset dan Industri Strategis di Tiongkok

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperluas jejaring internasional dengan membidik kolaborasi riset, pendidikan, dan kemitraan industri di Tiongkok. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas akademik, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, sekaligus mendorong daya saing UMS di tingkat global.

 

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., bersama Kepala Perwakilan RI sekaligus Deputy Chief of Mission (DCM) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Parulian Silalahi.

 

Pertemuan yang berlangsung di Kantor KBRI Beijing pada Senin (2/11/2026) malam tersebut turut didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing, Dr. Lestari Puspitaningsih.

 

Dalam pertemuan itu, UMS dan KBRI Beijing menjajaki sejumlah peluang kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi maupun sektor industri di Tiongkok. Kerja sama diarahkan tidak sekadar menghasilkan nota kesepahaman (memorandum of understanding), tetapi harus diwujudkan dalam program konkret yang memberikan dampak langsung bagi sivitas akademika dan pengembangan institusi.

 

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa perluasan jejaring internasional merupakan langkah strategis untuk membawa UMS menjadi perguruan tinggi yang semakin bermutu, berkemajuan, dan berkelanjutan.

 

“Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan industri maju di Tiongkok membuka peluang pengembangan kapasitas akademik sekaligus memperluas pengalaman internasional bagi dosen dan mahasiswa,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).

 

Harun juga menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya adaptasi dan transformasi perguruan tinggi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan industri global. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) dalam mengembangkan keunggulan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Bidik Riset Bersama hingga Magang Internasional

 

Sejumlah agenda strategis menjadi fokus penjajakan kerja sama UMS dengan mitra di Tiongkok. Di antaranya penelitian bersama (joint research), program magang internasional (internship), partisipasi dalam konferensi internasional, serta kolaborasi publikasi ilmiah.

 

Selain bidang akademik, UMS juga membidik kemitraan dengan industri teknologi informasi (IT), sektor jasa, dan berbagai bidang strategis lainnya.

 

Keterlibatan industri menjadi salah satu perhatian penting dalam pengembangan jejaring tersebut. Melalui kemitraan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh kesempatan untuk merasakan pengalaman belajar sekaligus praktik profesional di lingkungan industri internasional.

 

Sementara itu, dosen dan peneliti UMS berpeluang memperluas jaringan keilmuan, melakukan pertukaran pengetahuan, mengembangkan penelitian kolaboratif, hingga menghasilkan publikasi ilmiah bersama mitra global.

 

Dengan demikian, kerja sama internasional tidak hanya berorientasi pada peningkatan reputasi institusi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kompetensi lulusan dan produktivitas riset perguruan tinggi.

 

KBRI Beijing Jadi Penghubung Kemitraan Global

 

Dalam proses penjajakan tersebut, KBRI Beijing diharapkan berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan perguruan tinggi Indonesia dengan institusi pendidikan tinggi dan dunia industri di Tiongkok.

 

Dukungan diplomasi pendidikan tersebut dinilai penting untuk mempercepat realisasi peluang kerja sama, sekaligus membuka akses lebih luas bagi perguruan tinggi Indonesia dalam membangun kemitraan internasional yang produktif.

 

Bagi UMS, pengembangan jejaring dengan Tiongkok menjadi bagian dari strategi memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di tengah pesatnya perkembangan teknologi, inovasi, dan industri global.

 

Melalui penjajakan ini, UMS menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi internasional yang lebih terarah dan berkelanjutan. Tidak hanya memperluas hubungan kelembagaan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan pengembangan institusi.

 

Langkah tersebut sekaligus menjadi ikhtiar UMS untuk meningkatkan daya saing global serta memperkuat kontribusi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah dalam pengembangan pendidikan tinggi Indonesia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!