SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kelembagaan Muhammadiyah di Taiwan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI). Program ini menyasar Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Tainan dengan fokus pada penguatan tata kelola organisasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pembangunan ekosistem filantropi yang berkelanjutan.
Pengabdian internasional bertema “Penguatan Tata Kelola dan Kapasitas Organisasi PRIM Tainan melalui AIK untuk Membangun Ekosistem Filantropi Muhammadiyah yang Berkelanjutan” tersebut dilaksanakan di FKKBWIT Meeting Room, Tainan, Taiwan, Selasa (29/9/2026).
Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., CSBA., CIPE., mengatakan kegiatan ini merupakan kontribusi UMS dalam mendukung pengembangan organisasi Muhammadiyah di lingkungan diaspora Indonesia.
Menurutnya, PRIM Tainan memiliki posisi strategis sebagai wadah pembinaan, dakwah, silaturahmi, dan kegiatan sosial bagi warga Muhammadiyah di Taiwan. Anggotanya berasal dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa, pekerja migran Indonesia, hingga keluarga Indonesia.
“Program ini menjadi bentuk kontribusi UMS dalam mendukung pengembangan organisasi Muhammadiyah di lingkungan diaspora Indonesia,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian UMS mengidentifikasi sejumlah aspek kelembagaan yang perlu diperkuat. Di antaranya perencanaan strategis, pembagian tugas dan tanggung jawab pengurus, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), hingga mekanisme evaluasi program kerja.
Muzakar Isa juga memberikan materi mengenai penguatan kelembagaan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan PRIM sebagai wadah dakwah dan amal.
Ia menjelaskan, Muhammadiyah merupakan organisasi modern yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah serta mengembangkan semangat Islam Berkemajuan melalui gerakan dakwah, tajdid, ilmu, dan amal nyata.
Kenalkan Konsep 3J untuk Perkuat Organisasi
Salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah konsep 3J, yakni Jamaah, Jam’iyah, dan Jariyah. Ketiganya menjadi kerangka strategis untuk membangun organisasi Muhammadiyah yang kuat, produktif, dan berkelanjutan.
Konsep Jamaah menekankan penguatan kualitas individu dan kebersamaan anggota melalui kajian, pembinaan, silaturahmi, serta pemetaan potensi warga.
Sementara itu, Jam’iyah berorientasi pada penguatan organisasi melalui pembagian peran yang jelas, pengembangan kader, penyusunan program kerja, dan perluasan kolaborasi.
Adapun Jariyah diarahkan pada pengembangan program berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bentuknya dapat berupa beasiswa, bantuan sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Melalui pendekatan 3J tersebut, PRIM Tainan diharapkan tidak sekadar menjadi tempat berkumpul warga Muhammadiyah, tetapi berkembang menjadi pusat dakwah, pembinaan kader, dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di Taiwan.
Dorong Filantropi Muhammadiyah Bersama Lazismu
Selain penguatan tata kelola, program pengabdian ini juga menitikberatkan pengembangan ekosistem filantropi Muhammadiyah melalui sinergi PRIM dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu).
Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara terarah dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai program sosial sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat diaspora Indonesia.
“Dengan penguatan ekosistem filantropi, aktivitas sosial diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi program yang mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan warga Indonesia di Taiwan,” tegas Muzakar.
Ia berharap kolaborasi UMS dan PRIM Tainan dapat terus diperluas melalui kerja sama di bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan demikian, keberadaan Muhammadiyah di Taiwan tidak hanya menjadi ruang penguatan identitas dan solidaritas warga diaspora, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
Libatkan Dosen Lintas Disiplin
Program pengabdian internasional ini melibatkan dosen lintas bidang keilmuan dan mahasiswa UMS. Selain Muzakar Isa sebagai ketua tim dari bidang Manajemen Strategi, tim pengabdian terdiri atas Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I., dan Alfiyatul Azizah, Lc., M.Ud., dari bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Tim juga diperkuat Candra Kusuma Wardana, S.E., M.B.A., dan Imam Riefly Aditomo, S.M., M.B.A., dari bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).
Kolaborasi lintas disiplin tersebut dirancang untuk menghadirkan pendampingan komprehensif, mencakup aspek manajerial, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan ideologi dan nilai-nilai organisasi.
Program ini didukung pendanaan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 513.8/DRPPS/A3.9/VIII/2026.
Melalui pengabdian internasional tersebut, UMS berharap PRIM Tainan mampu membangun tata kelola organisasi yang lebih profesional, terstruktur, dan berkelanjutan. Penguatan perencanaan strategis, kapasitas pengurus dan kader, serta internalisasi nilai-nilai AIK diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya gerakan dakwah dan pemberdayaan yang lebih terarah, terukur, dan berdampak bagi masyarakat Indonesia di Taiwan. (*)

