31.9 C
Jakarta

Afirmasikan Cintamu

Baca Juga:

FEB UMP Gelar Workshop Kurikulum untuk Prodi Akuntansi dan Manajemen

PURWOKERTO, MENARA62.COM - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FEB UMP) telah sukses dalam menyelenggarakan kegiatan Workshop Kurikulum untuk program studi Akuntansi S1...

Kelurahan Triharjo Sleman Miliki Radio Komunitas Rahardjo 107.7 FM

SLEMAN, MENARA62.COM - Dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Triharjo Sleman terhadap pembangunan, pemerintah kelurahan mendirikan Radio Komunitas 107.7 FM. Konon merupakan rintisan yang...

Jelang Idulfitri 1442 H, Polres Sleman Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021

SLEMAN, MENARA62.COM - Dalam rangka persiapan pengamanan menjelang Idul Fitri 1442 H, Kepolisian Resor Sleman menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021, pada Rabu...

Tenaga Ahli Pendamping Satgas Covid-19 Pusat Kunjungi Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Tenaga Ahli Pendamping Satgas Covid-19 Pusat lakukan kunjungan di Posko Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM), Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten...
Bonni Febrianhttp://menara62.com
Belajar istiqomah dan lebih bermanfaat

Oleh :
Machnun Uzni S. I.Kom
Founder Sahabat Misykat Indonesia

Ketika Nabi Adam a.s., beserta istrinya Hawa harus dipisahkan karena peristiwa pelanggaran saat disyurga. Tidak mampu menahan diri dari larangan, sedang nikmat lain dibebaskan untuk menikmati, maka Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke bumi dengan terpisah.

Dalam keterpisahan itu ada penyesalan diri yang sekaligus tentunya keinginan dipertemukan kembali. Permohonan atau doa Nabi Adam itu diabadikan dalam Al Quran yang sekaligus sebagai doa yang sering kita lantunkan karena melakukan kedzoliman; Rabbanaa zholamnaa anfusanaa wa illam taghfirlanaa watarhamna lanakuunanna minal khasiriin

Doa diatas tertulis dalam QS. Al A’raf; 23 “Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi”. Mengutip tafsir al Muyassar, menjadi sebuah doa yang mengandung afirmasi diri tentang penyesalan dan kerinduan untuk beroleh limpahan kasih sayang Allah SWT, kekhawatiran termasuk golonganorang-orang yang merugi karena telah menyia-nyiakan nasib di dunia dan akherat.

Adakah afirmasi kita untuk pasangan atau keluarga kita saat ini?
Banyak perubahan terjadi bersamaan dengan diucapkannya kata-kata. Kata-kata tertentu lebih lagi sebuah doa akan membawa efek dahsyat.

Afirmasi itu kata-kata peneguhan. Bukan cuma peneguhan, tetapi kalimat yang diucapkan dengan sungguh-sungguh sehingga mempengaruhi pikiran sadar dan bawah sadar untuk menjadi seperti yang diucapkan. Efeknya, kalimat ini mempengaruhi perilaku, pola pikir, dan membawa pada kecenderungan tertentu.

Afirmasi cinta adalah peneguhan diri untuk mencintai. Bukan hanya pernyataan mencintai, tetapi kalimat yang diucapkan dengan kesungguhan hati sehingga mempengaruhi pikiran sadar dan bawah sadar untuk menjadi seperti yang Anda ucapkan. Ucapan ini mempengaruhi perilaku cinta Anda, pikiran cinta, dan kecondongan hati Anda untuk mencintai.

Kata Steele (1988), manusia dapat mempertahankan rasa integritas diri dengan mengatakan kepada diri sendiri berupa penegasan positif tentang apa yang diyakini.

Dok. Penguatan Afirmasi untuk Pendidik pasca banjir Kalsel bersama Sahabat Misykat Indonesia & MDMC (doc mdmc kaltim)

Afirmasi cinta, berarti mengucapkan penegasan positif yang diyakini tentang cinta. Diucapkan untuk diri sendiri dan baik diperdengarkan kepada pasangan. Untuk diri sendiri sebagai penguat tekad mencintai, diperdengarkan kepada pasangan sebagai penggetar semangat dia untuk merasakan hal yang sama.

Jadi, kalimat “Uhibbuka fillah” pada pasangan itu itu bukan lebay. Katakan dengan sepenuh rasa “Umi kangen sama Abi”, “Abi mengkhawatirkan Umi”, “Ayah ingin bahagiain Bunda”, “Bunda ingin nyenengin Ayah” dan rentetan kalimat afirmasi lainnya.

Afirmasi ini penting karena mencintai itu ada mata rantainya: diyakini, diucapkan, dibuktikan. Ada rasa kehilangan ketika salah satu mata rantai itu terputus.

Ramadan ini rasanya waktu yang tepat menegaskan kembali sebuah afirmasi terutama untuk pasangan kita, untuk anak-anak yang diamanahkan pada keluarga. Kita perlu memulai dan menata kembali afirmasi dengan kesungguhan diri dan kekhusuan hati.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

FEB UMP Gelar Workshop Kurikulum untuk Prodi Akuntansi dan Manajemen

PURWOKERTO, MENARA62.COM - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FEB UMP) telah sukses dalam menyelenggarakan kegiatan Workshop Kurikulum untuk program studi Akuntansi S1...

Kelurahan Triharjo Sleman Miliki Radio Komunitas Rahardjo 107.7 FM

SLEMAN, MENARA62.COM - Dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Triharjo Sleman terhadap pembangunan, pemerintah kelurahan mendirikan Radio Komunitas 107.7 FM. Konon merupakan rintisan yang...

Jelang Idulfitri 1442 H, Polres Sleman Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021

SLEMAN, MENARA62.COM - Dalam rangka persiapan pengamanan menjelang Idul Fitri 1442 H, Kepolisian Resor Sleman menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021, pada Rabu...

Tenaga Ahli Pendamping Satgas Covid-19 Pusat Kunjungi Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Tenaga Ahli Pendamping Satgas Covid-19 Pusat lakukan kunjungan di Posko Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM), Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten...

Bantu Percepat Pencapaian Pembangunan, Bupati Sleman Lantik 10 Tenaga Ahli

SLEMAN, MENARA62.COM - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyerahkan surat keputusan kepada 10 Tenaga Ahli Bupati Sleman yang baru di ruang rapat praja kabupaten...