24.6 C
Jakarta

Akademisi UM Kupang: FPI dan Habib Rizieq Bukan Ancaman NKRI

Must read

Ditjen Dikti Dukung INCoEPP Universitas PGRI Palembang

JAKARTA, MENARA62.COM - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Dikti (Ditjen Dikti) mendukung langkah yang dilakukan perguruan tinggi dalam melakukan transformasi pendidikan. Salah satunya kegiatan INCoEPP...

Legislator PKS Ingatkan Risiko Investor SWF

JAKARTA, MENARA62.COM - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati, menyampaikan sejumlah catatan dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan...

Lanjutkan Tanggap Darurat di Kalsel, MDMC Dapat Dukungan Internet Gratis dari Telkom

YOGYAKARTA, MENARA62.COM - Muhammadiyah melalui MDMC Kalimantan Selatan masih terus melaksanakan respon tanggap darurat banjir Kalimantan Selatan. Meski di beberapa tempat banjir sudah surut,...

Laksanakan 4 Asessmen Daring dalam Satu Bulan, UNISA Raih Rekor MURI

YOGYAKARTA, MENARA62.COM - Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta kembali menorehkan prestasi dengan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai perguruan tinggi yang melaksanakan Assesmen Lapangan Daring...

KUPANG, MENARA62.COM – Pemerintah jangan phobia. Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr Ahmad Atang MSi, mengatakan bahwa Front Pembela Isilan (FPI) dan Habib Rizieq Syihab bukan merupakan ancaman terhadap keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ahmad Atang

“Menurut saya, FPI dan Habib bukan ancaman terhadap keutuhan bangsa dan negara sehingga pemerintah tidak perlu merespons secara berlebihan terhadap aksi Reuni 212,” kata Ahmad Atang seeperti dilansir Antaranews.com kepada, Senin (2/12/2019).

Ahmad mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan seputar masih relevankah keberadaan organisasi FPI di Indonesia. Menurut dia, pemerintah cenderung menempatkan FPI dan Habib Rizieq dalam kerangka politik sehingga masalahnya tidak akan pernah terselesaikan.

Oleh karena itu, menurut dia, FPI dan Habib Rizieg mesti diletakkan dalam kerangka hukum sehingga lebih menjamin kepastian. “Negara semestinya tidak boleh tunduk pada kepentingan orang per orang dan kelompok. Negara kuat akan mampu melawan siapa saja yang mencoba mempermainkan negara,” tegasnya.

Sikap kehati-hatian pemerintah terhadap FPI, di mata Ahmad, menunjukkan bahwa negara dilanda kegamangan antara penegakan hukum dan prinsip demokrasi. “Masyarakat tertib akan tercipta hanya melalui instrumen hukum yang harus ditegakkan,” katanya.

Ia menambahkan, keraguan negara itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh FPI untuk menguji nyali pemerintah dengan aksi jalanan.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Ditjen Dikti Dukung INCoEPP Universitas PGRI Palembang

JAKARTA, MENARA62.COM - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Dikti (Ditjen Dikti) mendukung langkah yang dilakukan perguruan tinggi dalam melakukan transformasi pendidikan. Salah satunya kegiatan INCoEPP...

Legislator PKS Ingatkan Risiko Investor SWF

JAKARTA, MENARA62.COM - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati, menyampaikan sejumlah catatan dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan...

Lanjutkan Tanggap Darurat di Kalsel, MDMC Dapat Dukungan Internet Gratis dari Telkom

YOGYAKARTA, MENARA62.COM - Muhammadiyah melalui MDMC Kalimantan Selatan masih terus melaksanakan respon tanggap darurat banjir Kalimantan Selatan. Meski di beberapa tempat banjir sudah surut,...

Laksanakan 4 Asessmen Daring dalam Satu Bulan, UNISA Raih Rekor MURI

YOGYAKARTA, MENARA62.COM - Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta kembali menorehkan prestasi dengan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai perguruan tinggi yang melaksanakan Assesmen Lapangan Daring...

MDMC Kalimantan Selatan Didukung Layanan Internet Gratis di Poskor

  KALIMANTAN SELATAN, MENARA62.COM- Hingga hari ini Selasa (26/01) Muhammadiyah melalui MDMC Kalimantan Selatan masih terus melaksanakan respon tanggap darurat banjir Kalimantan selatan. Meski di...