SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan akademik melalui kegiatan Pendampingan Penyelesaian Tugas Akhir Mahasiswa. Kegiatan yang digelar pada Rabu, 10 Juni 2026 ini menjadi strategi untuk mendorong mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas karya ilmiah.
Pendampingan tugas akhir menjadi tahap penting dalam perjalanan akademik mahasiswa karena menjadi syarat akhir sebelum memperoleh gelar pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan bimbingan mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian, pengolahan data, penulisan laporan, hingga persiapan menghadapi ujian tugas akhir.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir. Para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai kendala, mulai dari penentuan topik penelitian, penyusunan instrumen, teknik analisis data, hingga persoalan administrasi akademik.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan dan dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, yakni Nurhidayat, S.Pd., M.Or., Dr. Pungki Indarto, S.Pd., M.Or., dan Anugrah Nur Wartadi, S.Pd., M.Or. Kehadiran para akademisi ini memberikan arahan, motivasi, serta pendampingan agar mahasiswa mampu menyelesaikan tugas akhir secara efektif.
Nurhidayat menegaskan bahwa keberhasilan penyelesaian tugas akhir sangat bergantung pada kedisiplinan dan konsistensi mahasiswa dalam menjalani setiap tahapan penelitian.
“Tugas akhir bukan hanya syarat kelulusan, tetapi juga sarana mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan ilmiah. Mahasiswa perlu menjaga semangat serta memanfaatkan konsultasi dengan dosen pembimbing,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai tantangan dalam proses penelitian merupakan bagian dari pembelajaran yang dapat memperkaya pengalaman akademik mahasiswa.
Sementara itu, Dr. Pungki Indarto menekankan pentingnya keseimbangan antara percepatan kelulusan dan kualitas penelitian. Menurutnya, karya ilmiah mahasiswa harus mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya bidang pendidikan jasmani.
“Mahasiswa perlu memiliki perencanaan yang jelas dan komunikasi intensif dengan dosen pembimbing. Dengan begitu, hambatan dapat diselesaikan lebih awal,” jelasnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memperkuat budaya akademik melalui diskusi, kajian ilmiah, serta pemanfaatan sumber referensi yang relevan.
Dalam kesempatan yang sama, Anugrah Nur Wartadi memberikan motivasi agar mahasiswa tetap optimistis menghadapi proses penyusunan tugas akhir.
“Setiap mahasiswa memiliki tantangan berbeda. Yang terpenting adalah tetap menjaga semangat, mencari solusi, dan terus berusaha menyelesaikan setiap tahapan dengan baik,” ungkapnya.
Menurutnya, tugas akhir menjadi bukti kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan sehingga harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab.
Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS, Dr. Eko Sudarmanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pendampingan ini menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa memperoleh layanan akademik yang optimal hingga tahap akhir studi.
“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk berkonsultasi, mendapatkan arahan yang tepat, dan meningkatkan motivasi dalam menyelesaikan tugas akhirnya. Dengan kerja sama mahasiswa, dosen pembimbing, dan program studi, target kelulusan tepat waktu dapat tercapai,” katanya.
Melalui program pendampingan ini, Program Studi Pendidikan Jasmani berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang suportif, produktif, dan berorientasi pada keberhasilan mahasiswa.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu akademik, memperkuat budaya penelitian, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap berkontribusi di masyarakat. (*)

