29.9 C
Jakarta

UMS Kembangkan Budidaya Lele IoT untuk Ketahanan Pangan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UMS mengembangkan budidaya ikan lele berbasis Internet of Things (IoT) bersama Kelompok Lestari Farm, Karanganyar, Kecamatan Plupuh, untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan.

 

Program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2026 ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ir. Raden Danang Aryo Satriyono, S.T., M.T., bersama tim dosen dan mahasiswa UMS. Melalui program ini, masyarakat didampingi untuk menerapkan teknologi modern dalam pengelolaan budidaya lele agar lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

 

Ketua tim pengabdian menjelaskan, penerapan IoT dalam budidaya lele menjadi solusi untuk membantu petani memantau kondisi kolam secara real time. Teknologi ini dapat membaca berbagai parameter penting seperti suhu air dan kualitas lingkungan kolam yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan.

 

Dengan sistem monitoring berbasis digital, peternak dapat lebih cepat mengambil tindakan apabila terjadi perubahan kondisi air yang berpotensi mengganggu kesehatan ikan. Hal tersebut diharapkan mampu menekan angka kematian ikan, mempercepat pertumbuhan lele, serta mengurangi biaya operasional.

 

H. Sunardi selaku mitra penerima manfaat dari Kelompok Lestari Farm menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan UMS.

 

“Kami berterima kasih kepada DPPM Kemendiktisaintek dan UMS atas kegiatan ini. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, tim pengabdi, pemerintah, dan mitra memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui inovasi teknologi IoT,” ujarnya.

 

Selain penerapan teknologi, tim PKM UMS juga memberikan pelatihan teknis budidaya lele, mulai dari pemilihan benih unggul, pengelolaan pakan, menjaga kualitas air, pencegahan penyakit, hingga teknik panen yang tepat.

 

Pendampingan juga mencakup aspek pengembangan usaha, seperti strategi pemasaran, pemanfaatan media digital, pengemasan produk, serta perluasan jaringan pasar. Dengan begitu, Kelompok Lestari Farm tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kemampuan bisnis budidaya lele.

 

Program ini menargetkan terbentuknya sistem budidaya lele yang produktif, efisien, dan berbasis teknologi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi masyarakat dalam mengelola usaha perikanan sekaligus menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan di wilayah lain.

 

Melalui proses alih teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat, inovasi yang dikembangkan UMS diharapkan tidak berhenti pada penelitian, tetapi benar-benar memberikan manfaat langsung.

 

Dalam jangka panjang, budidaya lele berbasis IoT ini diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong terbentuknya kelompok usaha perikanan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

 

Kolaborasi antara UMS, mahasiswa, dan Kelompok Lestari Farm menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi dan keberlanjutan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!