30.4 C
Jakarta

Alhamdulillah, SMP Muhammadiyah PK Gelar Wisuda Tahfiz 7 Juz

Baca Juga:

 

SOLO, MENARA62.COM – SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menggelar kegiatan wisuda tahfiz 7 Juz pada Sabtu (21/4) di Ballroom Hotel Megaland Kota Surakarta. Kegiatan diikuti 25 wisudawan wisudawati tahfiz Alquran.

Muhdiyatmoko selaku Kepala SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta mengapresiasi pencapaian siswa dalam wisuda tahfiz Alquran kali ini. Para siswa tersebut telah mampu menyelesaikan targer hafalan Alquran.

“Hari ini terdapat 25 siswa wisuda tahfiz Alquran dengan sebaran dari juz 1, 25, 26, 27, 28, 29, dan 30. Juz 30 terdapat 7 siswa, juz 29 ada 7 siswa, juz 28 ada 7 siswa, juz 27 ada 1 siswa, dan yang hafal 2 juz ada 3 siswa yakni 1 siswa juz 28 dan juz 29, 1 siswa juz 25 dan 26, dan 1 siswa juz 1 dan 26,” jelasnya di sela-sela berlangsungnya acara wisuda tahfiz.

Muhdiyatmoko pun menceritakan antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan wisuda tahfiz. Sejak kelas 7, siswa sudah memiliki tekad kuat mengikuti wisuda tahfiz. Para siswa harus bisa lolos ujian tahfiz agar bisa mengikuti wisuda tahfiz. Maka dari itu, para siswa harus mengikuti program tahfiz di sekolah seperti mentoring pagi, tahfiz camp, dan program lainnya.

“Alhamdulillah anak-anak sudah terbiasa menghafal Alquran dan kegiatan wisuda tahfiz yang diikuti kelas 7, 8, dan 9 ini merupakan puncak dari program-program tahfiz di sekolah,” imbuhnya.

Sementara itu, penghargaan wisudawan terbaik wisuda tahfiz kategori hafalan terbanyak dan tercepat adalah Wildan Haris Rasikh dan Haidar Ahmad Rosyid. Salah satu wisudawan terbaik, Wildan Haris Rasikh mengungkapkan perasaan senang dan bangga saat mendapatkan penghargaan tersebut. Motivasi Wildan Haris menghafalkan Alquran adalah ingin memberikan mahkota bagi orang tua di surga.

Wildan Haris Rasikh saat menerima penghargaan wisudawan terbaik wisuda tahfiz kategori hafalan terbanyak dan tercepat

“Keinginanku adalah mau memberikan mahkota ke orang tua di surga kelak. Hambatan saat menghafal adalah sering lupa hafalan. Solusinya adalah mengulang-ulang bacaan hingga hafal,” jelasnya cucu dari ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta yang juga Ketua MUI Kota Surakarta.

Harapan dari Muhdiyatmoko adalah generasi milenial yang akrab dengan kemajuan teknologi ini akan tetap fokus dalam mengutamakan membaca, memahami, menghafalkan hingga mengamalkan Alquran. Generasi ini menjadi generasi milenial yang selau rindu Alquran.

“Mudah-mudahan kualitas bacaan dan hafalan Alquran para siswa terus meningkat dan mampu menularkan ke teman dan keluarga,” tandasnya. (*)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!