25 C
Jakarta

Antisipasi Klaster Baru, SMA Muhammadiyah PK Lakukan Prokes Ketat

Baca Juga:

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

Dukung Pemulihan Pariwisata Nasional, GATF Hybrid 2021 Kembali Digelar Hadirkan Diskon Tiket Hingga 80%

JAKARTA, MENARA62.COM - Dengan dukungan penuh oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), maskapai nasional, Garuda Indonesia, kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair...

 

 

SOLO, MENARA62.COM–  Antisipasi penyebaran Covid-19 dan klaster baru di saat Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat lakukan prokes dan rutin  fogging di lingkungan sekolah.

“Pelaksanaan prokes dan rutin fogging disenfektan merupakan ikhtiar kami agar tidak terjadi penyebaran covid 19. Kami tidak ingin pelaksanaan Simulasi PTMT berdampak negatif, apalagi sekolah menjadi klaster baru penyebaran covid-19,” ujar Upik Mairina, Kepala SMA Muhammadiyah PK Kottabarat.

Fogging disenfektan dilakukan secara rutin di seluruh lingkungan sekolah SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, khususnya ruang kelas yang digunakan siswa PTMT dan fasilitas-fasilitas umum yang sering digunakan untuk aktivitas pembelajaran dan aktivitas lainnya. Tujuannya adalah sterilisasi ruang dan lingkungan sekolah dengan proses menghilangkan dan mencegah virus berkembang.

Fogging disenfektan dilakukan secara rutin

Upik menambahkan informasi bahwa pelaksanaan fogging dilakukan sebelum dan setelah pembelajaran, tujuannya agar ruang-ruang dan fasilitas-fasilitas sekolah benar-benar seteril dari virus. “Selain fogging, sekolah juga melaksanaan prosedur persyaratan simulasi PTMT seperti cek suhu, pendataan suhu, membagikan form screening yang bertujuan untuk mengetahui riwayat perjalanan dan kondisi kesehatan siswa,”imbuh Upik.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

Dukung Pemulihan Pariwisata Nasional, GATF Hybrid 2021 Kembali Digelar Hadirkan Diskon Tiket Hingga 80%

JAKARTA, MENARA62.COM - Dengan dukungan penuh oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), maskapai nasional, Garuda Indonesia, kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair...

Rapat Bamus DPR: Cegah Omicron, Tunda Rencana Perjalanan Dinas ke Luar Negeri Anggota DPR 

JAKARTA, MENARA62.COM - DPR RI memutuskan untuk menunda seluruh rencana perjalanan dinas ke luar negeri bagi anggota DPR RI. Keputusan diambil sebagai upaya untuk...