27.5 C
Jakarta

Apresiasi SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Dalam Literasi

Baca Juga:

 

SOLO, MENARA62.COM –  Momentum pesantren ramadhan SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, yang diselenggarakan hari Kamis-Jumat (28-29 Maret 2024) di Asrama Haji Donohudan menjadi momentum penumbuh semangat berliterasi bagi warga sekolah. Pasalnya, pada momentum tersebut terpilihlah duta literasi sekolah dan penghargaan bagi siswa yang telah menerbitkan karya buku.

Upik Mairina, Kepala SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat memberikan apresiasi kepada siswa yang terpilih dalam duta literasi sekolah atas nama Bintang Asni Rausanfikr, siswa kelas X atas dedikasinya dalam memberikan contoh kepada siswa lain dalam membaca buku di perpustakaan sekolah. Selain itu, Upik juga memberikan apresiasi khusus kepada Heinis M Khawari, siswa kelas XI yang telah menerbitkan buku yang berjudul “12 Hari Percakapan dan Tulisan” yang merupakan kumpulan esai yang ditulis selama liburan sekolah oleh Heinis.

“Mari kita tingkatkan budaya literasi untuk kemajuan,” ajak Upik di depan seluruh siswa. Dengan adanya apresiasi ini, harapannya akan menjadi motivasi bagi siswa yang lain agar terus mengembangkan diri yang diawali dengan memperkuat budaya literasi. Sekolah mendukung untuk siswa tumbuh dan memperluas cakrawala pengetahuan serta menumbuh suburkan budaya literasi agar tajdid yang menjadi ciri gerakan Muhammadiyah bisa diwujudkan di masa yang akan datang.

 

Literasi, lekat dalam kehidupan sehari-hari

Upik Mairina, Kepala SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat memberikan apresiasi khusus kepada Heinis M Khawari, siswa kelas XI yang telah menerbitkan buku yang berjudul “12 Hari Percakapan dan Tulisan” yang merupakan kumpulan esai yang ditulis selama liburan sekolah oleh Heinis.

Sementara itu, Bintang Asni yang terpilih sebagai duta literasi sekolah mengaku bahagia terpilih menjadi duta literasi. Terlebih, membaca adalah hobi Bintang dan di perpustakaan sekolah menyediakan buku-buku yang bagus sehingga ia tertarik untuk membaca buku di perpustakaan. Demikian juga dengan Heinis, siswa yang telah berhasil menuliskan buku mengaku senang. Liburan sekolah ia manfaatkan untuk menulis dan menerbitkan buku.

…Tulisan-tulisan dihasilkan selama menikmati liburan, akhir 2023. Jadi, liburan yang tidak sepenuhnya untuk senang-senang, malas, dan bersantai…Demikian kutipan prakata dari sebuah buku berjudul “12 Hari Percakapan dan Tulisan” buah karya Heinis saat berbincang dengan media. Heinis lebih memilih menikmati liburan sekolah dengan membuat karya tulisan esai untuk dibukukan. Buku ini berisi tulisan reflektif dalam melihat fenomena kehidupan sehari-hari. Ada dua belas (12) judul esai yang ditulis.

Ada hal menarik yang menjadi renungan dalam tulisan Heinis di salah satu esai berjudul Minggu dan Lagu. Tulisan esai ini mengajak pembaca untuk merenungkan makna hari Minggu dari lirik-lirik lagu. Lagu “Sunday Morning Call” milik band OASIS mengajak pendengar lagu untuk refleksi di hari Minggu untuk mempertimbangkan hidup. Berbagai pandangan terhadap hari Minggu seperti hari untuk rekreasi, hari untuk bermalas-malasan, sampai hari yang tidak disukai yang tergambar pada lirik-lirik lagu anak, ataupun band BIP memberikan perspektif atas pandangan-pandangan dalam memaknai hari minggu. Tulisan esai ini mengajak pembaca untuk memaknai sendiri terhadap hari Minggu yang dijalani masing-masing.

Heinis mengaku, kemampuan menulis dan menghasilkan artikel didapat melalui metode membaca serta berdiskusi (melakukan percakapan), dengan metode tersebut, dia merasa mudah mendapatkan ide tulisan. “Dengan membaca dan berdiskusi, maka tulisan yang dibuat akan seperti air yang mengalir dan memiliki kekuatan untuk menceritaka secara jelas dan runtut apa yang menjadi ide dasar yang pada akhirnya membawa pembaca untuk refleksi dari tulisan yang dibuat,” ujarnya.

Bagi Heinis, menulis itu hal yang mengasyikkan. Karena, melalui tulisan kita bisa menebarkan inspirasi dan kebaikan. Agar ide bisa muncul, maka jangan malas untuk membaca. Bagi Heinis, membaca akan mempertajam pikiran dan secara tidak langsung akan menstimulus tentang ide-ide segar yang akan menjadi bahan tulisan untuk dikembangkan lebih lanjut. Apalagi jika menulis tema yang kita sukai, maka tulisan itu akan memiliki jiwa yang kuat untuk mempengaruhi pembacanya.Maka, literasi harus menjadi kebiasaan dan lekat dalam kehidupan sehari hari, ujar Heinis menutup perbincangan. (*)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!