31.3 C
Jakarta

ASN Terdampak Banjir Bisa Ajukan Cuti

Baca Juga:

Menkes Akui Dunia Rebutan Vaksin Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan saat ini kompetisi mendapatkan vaksin COVID-19 ditingkat global semakin keras. Beruntungnya, Indonesia memiliki sumber pasokan...

Kemenperin Apresiasi Perluasan Investasi Produsen Elektronik di Batam

JAKARTA, MENARA62.COM - Investasi merupakan salah satu faktor penggerak pertumbuhan sektor industri, khususnya dalam mendukung upaya pemerintah mendorong pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi...

Spirit Berbagi Di Bulan Suci

oleh :Afita Nur Hayati*)Datangnya Ramadan ditunggu oleh semua orang beriman di muka bumi ini. Betapa tidak, Sang Pencipta memberikan banyak keistimewaan didalamnya....

Respon Resuffle Kabinet, Maluku Satu Hati dan JAMI Rekomendasikan Putra-Putri Terbaik Maluku

JAKARTA, MENARA62.COM — Jaringan  Aktivis Milenial Indonesia (JAMI) pro pemerintah yang terdiri dari beberapa anak muda Maluku yang miliki posisi strategis pada organisasi nasional...

JAKARTA, MENARA62.COM  – Merespon terjadinya bencana alam, termasuk banjir di Jabodetabek, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdampak banjir diperkenankan mengajukan cuti dengan alasan penting.

“Jika terkena bencana alam, ASN dapat diberikan cuti. Hal ini tercantum dalam peraturan yang berlaku,” ujar Menteri Tjahjo, di Jakarta, dalam siaran persnya Kamis (02/01).

Pengajuan tersebut didasarkan pada Peraturan Kepala BKN No. 24/2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam aturan tersebut, ada beberapa jenis cuti, yakni cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti melahirkan, cuti bersama, cuti di luar tanggungan negara, serta cuti karena alasan penting.

Cuti dengan alasan penting bisa disebabkan keluarga PNS sakit atau meninggal dunia, PNS sakit, istri PNS melahirkan, dan terdampak bencana alam. Dalam peraturan tersebut tertulis, PNS yang mengalami musibah bencana alam, dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan paling rendah dari Ketua Rukun Tetangga (RT). “Namun hal ini juga disesuaikan dengan kondisi yang terjadi,” jelasnya.

Lamanya cuti karena alasan penting dapat diberikan maksimal 1 bulan. Namun demikian, jangka waktu cuti ini diserahkan kepada penilaian dan kebijakan masing-masing pimpinan instansi.

“Dengan demikian, banjir di Jabodetabek dapat dikategorikan bencana alam, sehingga pimpinan instansi dapat memberikan cuti bagi ASN terdampak,” kata Menteri Tjahjo.

Menteri Tjahjo juga berpesan untuk seluruh ASN yang mengalami musibah bencana alam ini untuk berhati-hati dan bersabar. “Semoga bencana alam ini segera berakhir dan kita dapat beraktivitas secara normal kembali,” ujarnya

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Menkes Akui Dunia Rebutan Vaksin Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan saat ini kompetisi mendapatkan vaksin COVID-19 ditingkat global semakin keras. Beruntungnya, Indonesia memiliki sumber pasokan...

Kemenperin Apresiasi Perluasan Investasi Produsen Elektronik di Batam

JAKARTA, MENARA62.COM - Investasi merupakan salah satu faktor penggerak pertumbuhan sektor industri, khususnya dalam mendukung upaya pemerintah mendorong pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi...

Spirit Berbagi Di Bulan Suci

oleh :Afita Nur Hayati*)Datangnya Ramadan ditunggu oleh semua orang beriman di muka bumi ini. Betapa tidak, Sang Pencipta memberikan banyak keistimewaan didalamnya....

Respon Resuffle Kabinet, Maluku Satu Hati dan JAMI Rekomendasikan Putra-Putri Terbaik Maluku

JAKARTA, MENARA62.COM — Jaringan  Aktivis Milenial Indonesia (JAMI) pro pemerintah yang terdiri dari beberapa anak muda Maluku yang miliki posisi strategis pada organisasi nasional...

UMKM Go Digital Dikembangkan di Minggir Sleman

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Pimpinan Cabang Muhammadiyah Minggir, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bergerak menuju digital melalui...