27.2 C
Jakarta

Atasi Stunting Melalui Program Padat Karya Tunai Desa

Must read

DPR Segera Surati Presiden Setelah Muncul Tiga Nama Calon Dewas LPI

JAKARTA MENARA62.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan segera mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo terkait usulan tiga nama calon anggota Dewan Pengawas...

4,75 KM Jalan Di Tanjung Enim Hitam

MUARA ENIM, MENARA62.COM - Sepanjang 4,754 Kilometer (Km) jalan di Tanjung Enim menghitam karena dilaksanakan pekerjaan pengaspalan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang...

MCCC Solo Kembali Lakukan Penyemprotan Disinfektan

SOLO, MENARA62.COM-Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Surakarta kembali melakukan kegiatan penyemprotan Disinfektan di daerah Sukomulyo Kadipiro Banjarsari Rabu (20/1/2021). "Dengan meningkatnya...

Serahkan SK CPNS, Bupati Minta ASN Indramayu Mandiri dan Milenial

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Sebanyak 360 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu menerima Petikan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan CPNS formasi tahun...

JAKARTA, MENARA62.COM– Untuk mengatasi masalah stunting, pemerintah meluncurkan sebuah inovasi yang diprakarsai Presiden Jokowi yang disebut Padat Karya Tunai Desa Bidang Kesehatan. Program padat karya tunai desa merupakan  program yang mengutamakan sumber daya lokal,tenaga kerja lokal,dan teknologi lokal desa.

Program ini kata Menkes Nila F Moeloek memiliki empat pilar, yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat desa, menurunkan angka pengangguran masyarakat desa melalui kegiatan swa kelola, mekanisme operasionalnya dikerjakan bersama secara lintas sektor, dan keempat adalah dilaksanakan dengan integrasi lintas program dan lintas sektor.

“Kita semua berharap dengan model penanganan seperti ini, masalah stunting bisa diatasi dengan cepat,” kata Menkes, dalam siaran persnya, Sabtu (7/4).

Stunting itu sendiri merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia,juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.

Upaya pencegahan permasalahan stunting, gangguan pertumbuhan pada anak yang ditandai tinggi badan anak lebih pendek dari anak-anak lain dalam rentang usia yang sama, saat ini menjadi perhatian besar bagi pemerintah.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

DPR Segera Surati Presiden Setelah Muncul Tiga Nama Calon Dewas LPI

JAKARTA MENARA62.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan segera mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo terkait usulan tiga nama calon anggota Dewan Pengawas...

4,75 KM Jalan Di Tanjung Enim Hitam

MUARA ENIM, MENARA62.COM - Sepanjang 4,754 Kilometer (Km) jalan di Tanjung Enim menghitam karena dilaksanakan pekerjaan pengaspalan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang...

MCCC Solo Kembali Lakukan Penyemprotan Disinfektan

SOLO, MENARA62.COM-Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Surakarta kembali melakukan kegiatan penyemprotan Disinfektan di daerah Sukomulyo Kadipiro Banjarsari Rabu (20/1/2021). "Dengan meningkatnya...

Serahkan SK CPNS, Bupati Minta ASN Indramayu Mandiri dan Milenial

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Sebanyak 360 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu menerima Petikan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan CPNS formasi tahun...

Musim Hujan Panti Asuhan Budi Mulya Lahat Banjir

LAHAT, MENARA62.COM - Panti Asuhan Budi Mulya dalam waktu dekat ini akan melakukan renovasi bangunan asrama panti, hal tersebut disampaikan ketika rapat penggurus Panti...