25.6 C
Jakarta

BATAN Kembangkan Sistem Pemantauan Zat Radioaktif Terintegrasi

Must read

Guru SD Muhammadiyah 1 Tetap Kreatif dan Inovatif di Tengah Pandemi Covid-19

  SOLO,MENARA62.COM – Agung Sudarwanto M.Sn Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berinovasi Wayang Kulit Tokoh Kresna 30 cm untuk tarik minat generasi milenial, dan...

Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Terima Sertifikat Webinar Kangen Sekolah

  SOLOMENARA62.COM – Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta terima sertifikat webinar Kangen Sekolah Nomor: 0796/C3/PP/2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak...

Bupati Sleman Serahkan Bantuan RTLH bagi Warga Desa Ambarketawang Gamping

SLEMAN, MENARA62.COM - Bupati Sleman Sri Purnomo serahkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) kepada warga Ambarketawang, Gamping, Sleman. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh...

BSNP Serahkan Draf Standar PJJ dan PAUD ke Kemdikbud

JAKARTA, MENARA62.COM -- Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) akan menyerahkan draf tandar Pendidikan Jarah Jauh (PJJ) dan PAUD ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal...

JAKARTA, MENARA62.COM – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengembangkan sistem pemantauan zat radioaktif yang terintegrasi dalam rangka memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa zat radioaktif yang berada di Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek, Tangerang Selatan telah dipantau secara ketat. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN), Roziq Himawan, Senin (03/08).

Roziq menjelaskan, adanya kejadian temuan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, pada Januari 2020 menjadi alasan dilakukan peningkatan sistem pemantauan radiasi.

“Kejadian ditemukannya paparan radiasi lingkungan di atas ambang batas telah menjadikan keprihatinan dan kekhawatiran banyak pihak. Apalagi setelah dilakukan pencarian sumber, teriedntifikasi adanya zat radioaktif sebagai pemicu adanya paparan di atas ambang tersebut,” jelas Roziq dalam siaran persnya.

Menurutnya, PPIKSN selaku pengelola Kawasan Nuklir Serpong yan berlokasi tidak jauh dari tempat kejadian, menjadikan hal ini sebagai tantangan untuk lebih meningkatkan sistem pemantauan zat radioaktif. Dengan sistem pemantauan yang baru ini, lalu lintas zat radioaktif yang keluar masuk kawasan nuklir serpong terpantau secara integrasi dengan sistem keamanan secara digital.

“Secara umum, sistem pemantauan zat radioaktif di kawasan nuklir Serpong sudah ada baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Namun sistem ini bekerja secara terpisah dan belum didukung oleh teknologi informasi yang andal,” tuturnya.

Pada sistem pemantau zat radioaktif yang baru ini, tegas Roziq, akan dilakukan peningkatan sistem pemantauan sehingga celah yang memungkinkan suatu zat radioaktif tidak terpantau bisa ditutup. Peningkatan sistem ini dilakukan dengan mengintegrasikan sistem pemantauan, pengelolaan limbah radioaktif, dan pengamanan yang berbasis digital.

Pengembangan sistem pemantauan zat radioaktif ini ditargetkan rampung pada tahun 2022 mendatang.  Di tahun 2020 ini akan dilakukan 3 hal yakni, pembenahan standar operasional prosedur, pengembangan sistem informasi untuk memantau portal monitor radiasi, dan pemasangan 2 unit portal monitor radiasi.

“Pada tahun 2021 akan dilakukan integrasi sistem pemantauan dengan sistem pengelolaan limbah radioaktif dan pemasangan satu unit portal monitor radiasi. Di tahun ketiga, 2022 akan dilakukan pengintegrasian sistem pemantauan dengan Sistem Pengamanan BATAN yang ada,” ujarnya.

Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan sistem pemantauan zat radioaktif ini menurut Roziq adalah penyelesaian portal monitor radiasi yang merupakan hasil rancang bangun BATAN sendiri melalui Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN). Dalam kegiatan rancang bangun ini terdapat komponen utama berupa detektor yang masih harus diimpor.

“Pada kondisi Pandemi Covid-19 global ini, proses pengadaan menjadi kendala karena keterbatasan transportassi internasional. Dari segi pengembangan aplikasi sistem informasi dan pengintegrasian relatir dapat diatasi dengan baik,” jelasnya.

Dengan diintegrasikannya sistem pemantauan zat radioaktif dengan sistem lainnya, maka dapat diketahui secara dini kapan suatu zat radioaktif akan keluar/masuk ke kawasan. Kemudian, dengan penerapan sistem informasi digital, maka data base zat radioaktif di kawasan dapat terdokumentasi dengan baik, dan yang paling penting adalah keluar masuknya zat radioaktif dapat terdeteksi dengan baik.

Bagi BATAN tegas Roziq, penguatan sistem pemantauan ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat atas keselamatan zat radioaktif yang digunakan atau dihasilkan di BATAN serta membuktikan kepada masyarakat atas kemampuan BATAN dalam pengembangan sistem ini. Sedangkan bagi masyarakat di sekitar kawasan nuklir Serpong tentu akan merasa lebih aman dan tenang, sehingga terbebas dari kekhawatiran lepasnya zat radioaktif.

“Pengembangan sistem ini sekaligus dapat menjadi suatu prototype lapangan, di mana kalau sudah berhasil beroperasi dalam waktu lama, nantinya sistem ini dapat diaplikasikan pada instalasi lain di BATAN atau instansi lain yang memiliki tugas dan tanggung jawab pengawasan terhadap pergerakan zat radioaktif,” pungkas Roziq.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Guru SD Muhammadiyah 1 Tetap Kreatif dan Inovatif di Tengah Pandemi Covid-19

  SOLO,MENARA62.COM – Agung Sudarwanto M.Sn Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berinovasi Wayang Kulit Tokoh Kresna 30 cm untuk tarik minat generasi milenial, dan...

Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Terima Sertifikat Webinar Kangen Sekolah

  SOLOMENARA62.COM – Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta terima sertifikat webinar Kangen Sekolah Nomor: 0796/C3/PP/2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak...

Bupati Sleman Serahkan Bantuan RTLH bagi Warga Desa Ambarketawang Gamping

SLEMAN, MENARA62.COM - Bupati Sleman Sri Purnomo serahkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) kepada warga Ambarketawang, Gamping, Sleman. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh...

BSNP Serahkan Draf Standar PJJ dan PAUD ke Kemdikbud

JAKARTA, MENARA62.COM -- Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) akan menyerahkan draf tandar Pendidikan Jarah Jauh (PJJ) dan PAUD ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal...

SMP Muhammadiyah 7 Jebres Isi Kegiatan PTS Dengan Kajian HPT

SOLO,MENARA62.COM-Selama Penilaian Tengah Semester tanggal 14-24 September 2020, sebanyak 43 guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 7 Kandangsapi Jebres mengadakan kajian kitab Himpunan Putusan Tarjih....