25.6 C
Jakarta

Cegah Pelanggaran, Masyarakat Agar Ikut Awasi Pilkada DKI Putaran Ke-2

Must read

Platform PJJ akan Dipermanenkan. Soal Metode Belajar Tetap Tergantung Zona Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak berencana permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap akan ditentukan...

Gizi Optimal Sejak Pra Kehamilan, Upaya Penting Lahirkan Generasi Emas

JAKARTA, MENARA62.COM - Gizi optimal tidak disiapkan seketika, saat anak lahir. Tetapi persiapannya harus dilakukan jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum kehamilan itu terjadi (pra...

Boarding School, Sekolah sambil Mondok, sebuah Pilihan

Oleh: Ashari, SIP* Aksioma yang menyatakan pergantian menteri selalu dibarengi dengan pergantian kebijakan, rasanya tidak terbantahkan.  Dari pergantian kurikulum, Silabus hingga Perangkat Pembelajaran dan Sistem...

Ramai Isu Pengembalian Pengawasan Bank ke BI, Ini Tanggapan KADIN dan HIPMI

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kondisi perekonomian negara menjadi menjadi salah satu cukup memprihatinkan imbas pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak triwulan pertama tahun 2020, khususnya...

JAKARTA, MENARA62.COM– Dugaan pelanggaran dalam Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, besar kemungkinan akan terjadi pula pada pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Karena itu peran Badan Pengawas Pilkada untuk mencegahnya sangat penting dan strategis.

“Pada putaran pertama kami menemukan banyaknya pemilih siluman yang mengakibatkan DPTB meningkat secara tidak wajar dan tidak sesuai undang-undang,” jelas Direktur Eksekutif INDONEXT Dapur Pemilu Indonesia Sa’ad Fatsey, Minggu (16/04/2017).

Dugaan pelanggaran tersebut diakui muncul karena kecenderungan untuk memenangkan calon petahana.  Banyak Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tidak dapat diakses publik terutama untuk memantau jalannya proses pemilihan. Dan pada umumnya wilayah itu berada pada basis TPS-TPS seperti Kelapa Gading, Sunter Jaya, Sunter Agung, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Pluit, dan apartemen-apartemen yang tidak berpenghuni dijadikan basis domisili mereka.

“Jika hal ini dibiarkan maka akan sangat berbahaya, terlebih jika kebijakan KPU DKI memberi kebebasan pemilih berdasarkan KTP semata, maka akan sangat dengan mudah terjadi manipulasi pemilih dari sisi identitas. Dan hal Ini lebih berpotensi dilakukan oleh pasangan petahana yang cenderung didukung pemerintah,” lanjutnya.

Fakta ini, kata Sa’ad, Harus kita cegah, sebab upaya membangun suatu pikada yang jujur dan berintegritas adalah tujuan dan cita-cita kita bersama sebagai suatu bangsa besar dan demokratis.

“Mari kita semua berusaha untuk mencegah pelanggaran dan menjaga marwah pilkada Jakarta, karena Jakarta adalah barometer kestabilan politik Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Muhammad Sukur Mandar mengungkapkan bahwa pilkada adalah proses politik, tentu cara-cara yang diutamakan calon apalagi incumben biasanya adalah dengan melakukan cara politik penuh intrik.

Karena itu masyarakat harus tampil secara tegas dan kompak untuk ikut mengawasi TPS-TPS dan pemilih, agar dapat berjalan sesuai fungsi dan haknya. Sebab kecurangan itu, pada umumnya menjadi penyebab instabilitas.

“Kita tentu berharap Jakarta aman dan kondusif, tentu semua itu tergantung pada ada atau tidak adanya keadilan dalam pilkada ini,” kata Sukur.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Platform PJJ akan Dipermanenkan. Soal Metode Belajar Tetap Tergantung Zona Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak berencana permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap akan ditentukan...

Gizi Optimal Sejak Pra Kehamilan, Upaya Penting Lahirkan Generasi Emas

JAKARTA, MENARA62.COM - Gizi optimal tidak disiapkan seketika, saat anak lahir. Tetapi persiapannya harus dilakukan jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum kehamilan itu terjadi (pra...

Boarding School, Sekolah sambil Mondok, sebuah Pilihan

Oleh: Ashari, SIP* Aksioma yang menyatakan pergantian menteri selalu dibarengi dengan pergantian kebijakan, rasanya tidak terbantahkan.  Dari pergantian kurikulum, Silabus hingga Perangkat Pembelajaran dan Sistem...

Ramai Isu Pengembalian Pengawasan Bank ke BI, Ini Tanggapan KADIN dan HIPMI

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kondisi perekonomian negara menjadi menjadi salah satu cukup memprihatinkan imbas pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak triwulan pertama tahun 2020, khususnya...

Ketum Kowani: Suka Tak Suka, Perempuan Harus Belajar Teknologi

JAKARTA, MENARA62.COM – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bertekad membangun komunikasi antar perempuan dari seluruh wilayah Indonesia melalui aplikasi Connecting Women. Aplikasi yang diluncurkan Maret...