25.6 C
Jakarta

Cegah Radikalisme di Kampus, Media Sosial Mahasiswa Akan Dipantau

Must read

Boba Drink ala Rumahan, Coba Bikin Yuk!

BEKASI, MENARA62.COM - Siapa yang tak kenal dengan boba drink? Boba drink atau minuman boba kini sedang trend di kalangan masyarakat, lantaran teksturnya yang...

Dispensasi IMB untuk Masjid dari Dinas DPMPPT Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Dewan Masjid Indonesia cabang Sleman, bersama Dinas DPMPPT Kabupaten Sleman mengadakan acara Sosialisasi IMB untuk tempat ibadah. Acara berlangsung, Sabtu, 26/9/20...

Klaster Pendidikan Dicabut dari RUU Cipta Kerja, Pontjo: Pendidikan Jangan Tinggalkan Kaidah Budaya

JAKARTA, MENARA62.COM - Keputusan pemerintah dan DPR RI untuk menarik klaster pendidikan dari Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja sebagai keputusan yang cukup bijak. Dengan...

Mengundang Rahmat Allah

Oleh: Ashari, S.IP * DALAM  sebuah riwayat, bersandar dari HR Mundhiri, Rasulullah Saw, bercerita ketika seseorang merasa beramal banyak, hingga tidak terhitung lagi jumlahnya, sehingga...

JAKARTA–  Cegah radikalisme dikalangan kampus, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir akan memantau  media sosial mahasiswa. Selain itu semua dosen juga harus melaporkan nomor telepon selulernya.

“Kami melakukan pendataan, baik pada dosen maupun mahasiswa. Nomor telepon seluler dosen kami catat begitu juga dengan media sosial mahasiswa akan didata. Kami akan catat semua,” ujar Nasir seperti dikutip dari Antara, Senin (4/6).

Menurut Nasir apa yang dilakukan oleh pihaknya bukan untuk membatasi gerak insan akademis, namun untuk mencegah berkembangnya radikalisme di kampus. Bahkan apa yang akan dilakukan oleh pihaknya bukan berarti menggangu kerahasiaan mahasiswa.

Nasir menambahkan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya agar radikalisme tidak berkembang di kampus. Pascadiberlakukannya Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK), terjadi kekosongan aktivitas mahasiswa di kampus.

Akibatnya, kata Menristekdikti, kekosongan tersebut diisi oleh kelompok radikal.

“Kami bikin sejumlah kegiatan mulai dari bela negara dan juga wawasan kebangsaan. Bahkan setelah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dilarang, kami bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT),” ujar dia.

Nasir menjelaskan bahwa apa yang terjadi di Universitas Riau, dapat juga terjadi di sejumlah universitas yang ada di Tanah Air. Potensinya, kata dia, besar.

Dalam kesempatan tersebut, Nasir juga menegaskan bahwa kampus bukan berarti harus steril dimasuki senjata laras panjang.

“Mau laras panjang atau pendek, jika mengganggu keamanan kami persilahkan,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Nasir juga meminta agar rektor universitas mengawasi kegiatan yang ada di kampus.

Sebanyak tiga orang terduga teroris, masing-masing berinisial Z, B, dan K ditangkap tim gabungan di Gedung Gelanggang Mahasiswa, Kampus Fisip, Universitas Riau, Sabtu (2/6) siang.

Ketiga terduga tersebut masing-masing merupakan alumni jurusan Pariwisata, Komunikasi dan Administrasi Negara tahun angkatan 2002 hingga 2005 di Fisip, Universitas Riau.

Dari tangan ketiganya, polisi menyita empat unit bom rakitan yang memiliki daya ledak tinggi. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah bahan pembuat bom dari gedung yang sejatinya merupakan sekretariat bersama kelembagaan mahasiswa tersebut.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Boba Drink ala Rumahan, Coba Bikin Yuk!

BEKASI, MENARA62.COM - Siapa yang tak kenal dengan boba drink? Boba drink atau minuman boba kini sedang trend di kalangan masyarakat, lantaran teksturnya yang...

Dispensasi IMB untuk Masjid dari Dinas DPMPPT Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Dewan Masjid Indonesia cabang Sleman, bersama Dinas DPMPPT Kabupaten Sleman mengadakan acara Sosialisasi IMB untuk tempat ibadah. Acara berlangsung, Sabtu, 26/9/20...

Klaster Pendidikan Dicabut dari RUU Cipta Kerja, Pontjo: Pendidikan Jangan Tinggalkan Kaidah Budaya

JAKARTA, MENARA62.COM - Keputusan pemerintah dan DPR RI untuk menarik klaster pendidikan dari Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja sebagai keputusan yang cukup bijak. Dengan...

Mengundang Rahmat Allah

Oleh: Ashari, S.IP * DALAM  sebuah riwayat, bersandar dari HR Mundhiri, Rasulullah Saw, bercerita ketika seseorang merasa beramal banyak, hingga tidak terhitung lagi jumlahnya, sehingga...

Peringati Hari Apoteker Sedunia 2020, Ketum IAI Soroti Maraknya Penjualan Obat Secara Online

JAKARTA, MENARA62.COM - Memperingati Hari Apoteker Sedunia atau World Pharmacist Day 2020 yang jatuh tanggal 25 September, Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI)...